Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

Asa di Balik Klaim Susi soal Kenaikan Stok Ikan


PEMUDA MARITIM - Setelah Pakar Kelautan Unhas, Jamaludin Jompa mengomentari klaim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tentang kawasan konservasi yang bertambah di Indonesia. Kini giliran Ikatan Sarjana Kelautan Universitas Hasanuddin (Islah) merespons dinamika kelautan yang berkembang akhir-akhir ini

Dalam acara Buka Puasa bersama Ikatan Sarjana Kelautan Unhas di daerah Bilangan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Unhas, Darwis Ismail ST, MMA menyampaikan Islah akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan kelautan

"Kami meminta alumni kelautan untuk selalu berkontribusi terhadap pembangunan kelautan melalui pemikiran-pemikiran yang kritis konstruktif dan solusi bagi kehidupan nelayan," ujar Darwis

Senada dengan Darwis, Dewan Pembina ISLA, Awaludin masih di tempat yang sama menyampaikan bahwa apapun kebijakan Pemerintah melalui KKP wajib memberi kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.

"Apapun kebijakan KKP, yang terpenting warga pesisir harus sejahtera," tegas Awal biasa disapa.

Sebelumnya PB HMI melalui Ketua Bidang Kemaritiman dan Agraria, Mahyudin Rumata juga sempat menyentil klaim KKP terhadap bertambahnya stok ikan lestari atau yang boleh ditangkap secara berkelanjutan di perairan Indonesia selama tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo

"Jika mengikuti asumsi KKP tentu ini sebuah prestasi atas apa yang menjadi kebijakan KKP selama ini terutama Pemberantasan Illegal Fishing yang akhirnya berdampak pada peningkatan stok ikan. Namun pertanyaannya adalah klaim peningkatan stok ikan sejalan dengan peningkatan pendapatan nalayan? Sekali lagi ini menjadi tanda tanya," seloroh Yudi biasa akrab disapa di Jakarta (17/6).

Menurut Susi, stok ikan lestari pada 2013 tercatat sebanyak 7,31 juta ton dan meningkat di 2015 sebesar 9,93 juta ton. Kemudian pada akhir 2016, stok ikan lestari sebanyak 12,54 juta ton atau naik sekitar 71 persen dibandingkan 2013.

Saat konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Jumat (16/6), Susi menyatakan ada kenaikan ikan yang boleh ditangkap secara berkelanjutan. Tentunya hal ini mengundang respons dan tanda tanya besar dari sejumlah kalangan mengingat kondisi nelayan juga urung membaik.

Bertambahnya stok ikan lestari dibarengi angka impor ikan yang turun sejak 2015. Berdasarkan data KKP, impor ikan tahun 2014 sebanyak 307.222 ton dan pada 2015 menjadi sebesar 292.056 ton. Penurunan impor berlanjut pada 2016 sebesar 278.082 ton, dan hingga April 2017 sebanyak 127.851 ton. Tandas Susi, impor ikan itu jauh penurunannya, dari kuota impor yang diberikan, terpakai hanya 20 persen lebih sedikit..

Meski impor mengalami penurunan, konsumsi ikan per kapita masyarakat Indonesia mengalami kenaikan. Tercatat, konsumsi nasional pada 2016 meningkat dari 36 kilogram menjadi 43 kilogram. Sehingga, terdapat kenaikan konsumsi ikan sebesar tujuh kilogram per kapita.

Susi mencontohkan, dengan kenaikan tersebut, maka ikan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia dalam satu tahun terakhir naik tujuh kilogram.

"Bila dihitung berdasarkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta orang, Susi memperkirakan total konsumsi dapat mencapai 1,75 juta ton per tahun. Susi menyatakan jika satu kilogram senilai USD 1, maka nilainya mencapai USD 1,75 miliar, lalu kemana keuntungan itu," beber Yudi.

Berdasarkan catatan BPK, kementerian yang dipimpin oleh Susi termasuk sebagai institusi yang berpredikat Disclaimer. Padahal semestinya jika dilihat dari hitungan tersebut, kementerian ini mampu menyumbang pemasukan negara secara signifikan.

Terlepas dari itu, inti permasalahannya ialah bagaimana nelayan Indonesia tidak identik dengan kemiskinan. "Apapun klaim yang disebutkan oleh Susi, intinya kita ingin nelayan kita sejahtera bukan pada fakta sebaliknya," ungkap Yudi mengakhiri.





Sumber: Maritim News

Safari Ramadhan Pangarmabar, Kunjungi Prajurit dan Panen Raya Ikan


PEMUDA MARITIM - Panglima  Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., melakukan Safari Ramadhan dan panen raya ikan di desa binaan serta buka puasa bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Dumai dan seluruh prajurit serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Markas Komando (Mako) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai, Jalan Yos Sudarso No. 1 Kota Dumai, Riau, Kamis (15/6).

Dalam kegiatan Kunjungan Kerja tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., beserta rombongan  berkesempatan melaksanakan tatap muka dan memberi pengarahan kepada seluruh prajurit dan keluarga besar Lanal Dumai.

Selanjutnya rombongan Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., juga melaksanan panen raya ikan patin dan ikan lele di kolam ikan desa binaan Lanal Dumai di Kelurahan Bukit Timah. Kegiatan budi daya ikan merupakan salah satu kegiatan guna mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan nasional dari pemerintah. Acara panen raya tersebut juga dihadiri oleh Forkopimda dan tokoh masyarakat Dumai.

Pada rangkaian akhir kegiatan Safari Ramadhan, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., bersama rombongan melaksanakan buka puasa bersama dengan unsur Forkominda Kota Dumai serta seluruh prajurit dan PNS di Gedung Wijaya Kusuma Lanal Dumai sekaligus dilaksanakan sholat magrib berjamaah. Dalam kesempatan itu Pangarmabar juga memberikan tali asih kepada beberapa anak yatim dan anggota Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) Dumai.





Sumber: Maritim News

Gili Labak, The Hidden Paradise ala Sumenep


PEMUDA MARITIM - Kabupaten Sumenep pasti tidak Anda sangka-sangka mempunyai sebuah destinasi wisata yang menakjubkan. Bila mendengar kata "Gili" pasti langsung terpikirkan Lombok, tapi gili yang satu ini berada di Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Gili Labak, begitulah nama sebuah pulau kecil yang keindahannya luar biasa tersebut. Surga kecil di pojok Jawa Timur ini wajib untuk disambangi ketika libur Lebaran.

Keindahan tiada tara akan menyibak mata Anda. Pemandangan yang tersedia akan membuat tubuh mematung seperti dipaku dan tidak bisa bergerak. Anda akan merasa sedang berada di dunia mimpi atau melihat sebuah lukisan mahakarya. Tapi, Gili Labak benar-benar ada, benar-benar bisa dinikmati di alam nyata, bukan sekadar mimpi.

Ketika berada di Gili Labak, Anda hanya membutuhkan waktu selama 30 menit untuk menjelajahi semua sisi pulau yang hanya memiliki luas 5 hektar tersebut. Tidak adanya penghuni pulau, bisa membuat Anda melakukan apapun dengan bebas kecuali merusak alam, dan bertindak asusila.

The Hidden Paradise ala Sumenep ini baik Anda kunjungi saat musim yang tepat, yaitu musim kemarau. Sebab, ombak akan menghantam kapal cukup kuat saat musim hujan dan bisa sangat berisiko.

Bagi Anda yang tertarik menyambangi Gili Labak di libur Lebaran tahun ini, dapat menumpang kapal dari Pelabuhan Kalianget dan langsung menuju pulau tak berpenghuni tersebut.



Sumber: okezone.com

WFQR-1 Koarmabar Tangkap Kapal Angkut 96 TKI Ilegal Dari Malaysia


PEMUDA MARITIM - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-1 Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menangkap dan mengamanakan KM. Rezeki yang mengangkut 96Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia di perairan Asahan Sungai Silo, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (18/6).

Kapal motor berbobot 10 GT tersebut saat diperiksa mengangkut73 orang laki-laki dewasa, 20 orang wanita dewasa dan 3 orang anak balita.

Menurut Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H., penangkapan terhadap TKI ilegal tersebut berawal  Tim WFQR-1 Lanal Tanjung Balai Asahan mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya TKI ilegal yang akan masuk dari Malaysia menuju Tanjung Balai Asahan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal kayu. Kemudian Tim WFQR-1 segera melaksanakan operasi Patroli Keamanan Laut (Kamla) terbatas menggunakan unsur Patkamla SSG II-I-54 dan melihat sebuah kapal yang mencurigakan berlayar di perairan Sungai Silo mengarah ke Bagan Batak. Selanjutnya Tim WFQR-1 melaksanakan pengejaran dan berhasil menangkap kapal tersebut pada posisi 03º 08' 31" LU – 099º 47' 26" BT .

Lebih lanjut dijelaskan Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H., bahwa dari hasil pemeriksaan, diketahui kapal bernama  KM. Rezeki tengah mengangkut penumpang yang diduga TKI ilegal berjumlah 96 orang. Selanjutnya kapal beserta penumpang dikawal Tim WFQR-1  menuju Markas Komando (Mako) Lanal Tanjung Balai Asahan guna dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

"Hasil dari pemeriksaan terhadap 96 TKI ilegal tidak ditemukan barang yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan, selanjutnya TKI ilegal tersebut diserahkan ke Imigrasi Kota Tanjung Balai Asahan," kata Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Roberth Wolter Tappangan, S.H.





Sumber: Maritim News

Sambut Hari Jadi dan Lebaran, Kolinlamil Gelar Bazar Murah


PEMUDA MARITIM - Dalam rangka menyambut hari jadi yang ke-56 Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) serta menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, Kolinlamil menggelar bazar murah yang dibuka oleh Panglima Kolinlamil Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.AP. di Lapangan Apel, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (20/6).

Pada pembukaan bazar murah ramadan tersebut, Pangkolinlamil didampingi Ketua PG Jalasenastri Kolinlamil Ny. Ita Agung Prasetiawan.

Turut hadir dalam Bazar Ramadan itu, para sponsor yang mendukung terselenggaranya acara tersebut CEO Bank BNI Kanwil Jakarta Kota Ronny Venir, Senior Vice President Bank Mandiri Tri Prasetio, Kepala Cabang Bank BRI Sunter Priyo Agus Setiono dan CSR Development Manager PT. Sinar Mas Eka Wijayanti.

Kegiatan bazar murah ini mendapat antusiasme tidak hanya dari prajurit maupun Pegawai Negeri Sipil Kolinlamil serta pengurus gabungan Jalasenastri Kolinlamil, namun juga dari warga sekitar Tanjung Priok yang berbondong-bondong mendatangi Mako Kolinlamil untuk berbelanja di Bazar Murah ini.

Dalam sambutannya, Panglima Kolinlamil mengatakan bahwa bazar murah ini merupakan implementasi dari program kemitraan dan salah satu bentuk kepedulian sosial Kolinlamil, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, PT Sinar Mas dan Bulog yang selalu berupaya mendekatkan diri dengan warga TNI AL khususnya Kolinlamil.

Selain itu yang paling penting, kegiatan ini terselenggara untuk membantu dan meringankan beban personil Kolinlamil dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga lebih murah dan terjangkau dari harga pasar khususnya menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah ini.

"Saya berharap bazar murah ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para prajurit dengan tetap memperhatikan skala prioritas dalam membeli segala kebutuhan," ujar Panglima Kolinlamil berharap.

Setiap prajurit ataupun masyarakat yang ingin berbelanja, wajib mendapatkan kupon murah dari pihak Kolinlamil (Setum) yang terdiri dari kupon Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI dan PT. Sinar Mas. Kupon tersebut akan ditukarkan saat membeli paket murah dari para sponsor.

Adapun barang-barang yang dijajakan meliputi, alat-alat kebutuhan rumah tangga, barang-barang elektronik, pakaian, hingga sembilan bahan pokok (sembako).





Sumber: Maritim News

Sinergiskan Renstra 2015-2019, Kepala Zona Timur Terima Tim Evaluasi Kamla


PEMUDA MARITIM - Kepala Kantor Zona Maritim Timur Bakamla RI Vetty Vionna Salakay, SH., menerima kunjungan kerja tim monitoring dan evaluasi kebijakan keamanan laut dari Direktorat Kebijakan Bakamla RI yang dipimpin langsung oleh Direktur Kebijakan Bakamla RI, Sucipto, S.H., M.H., didampingi Kepala Seksi Monitoring Kebijakan Bakamla RI Fery Haryanto, S.T.

Kunjungan tersebut untuk melakukan monitoring dan evaluasi pokok-pokok kebijakan Kabakamla RI tahun 2017 di Kantor Kamla Zona Maritim Timur, Ambon, Selasa (20/6).

Direktur Kebijakan, Sucipto, S.H., M.H., dalam sambutannya antara lain mengatakan, arah kebijakan  dan strategi Kepala Bakamla RI Tahun 2017 agar dapat dipedomani oleh seluruh kedeputian beserta unsur satker di bawahnya dalam pelaksanaan kinerja tahun 2017.

Maka dari itu telah dilaksanakan kegiatan monitoring pelaksanaan kegiatan terhadap pokok-pokok Kebijakan dan Strategi Kepala Bakamla RI Tahun 2017 di Kantor Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL), Ground Station dan kantor Zona sehingga dalam pelaksanaan kinerja Kantor SPKKL, Ground Station dan kantor Zona Bakamla RI Tahun 2017 tetap mendukung terwujudnya Visi, Misi, dan Tujuan serta  Rencana Strategis yang telah ditetapkan dalam Renstra Bakamla 2015-2019.

Kunjungan kerja ini, lanjutnya, untuk memonitor pelaksanaan pokok-pokok kebijakan Kabakamla RI sampai dengan triwulan ke-2 Tahun 2017. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mendorong peningkatan kinerja personel Kantor Kamla Zona Maritim Timur dan sebagai bahan masukan dalam membuat kebijakan-kebijakan Bakamla RI.

Melalui kegiatan ini pula kendala-kendala yang dihadapi dan hasil yang telah dicapai Kantor Bakamla RI di Ambon itu dapat diidentifikasi.

Pada saat menerima kunjungan tersebut, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur didampingi Kabid Inhuker Bakamla RI Julius M. Aponno, SH., Kasubbid Informasi Abdullah Leurima, Kasubbid Kerjasama Mila M. Lekatompessy, Kasubbid Patroli Kamla David Ferdinandus, Kasubbid Hukum Slamet Handhi Rahadiyono, dan Kasubbag TU dan Rumga Peter Siahainenia.





Sumber: Maritim News

Pelindo III Bagikan 1.200 Bingkisan Lebaran Kepada Petugas Kebersihan


PEMUDA MARITIM - Momen Ramadhan yang telah memasuki hari ke-25 dimanfaatkan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, utamanya para petugas kebersihan dan golongan masyarakat di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sebanyak 1.200 paket bingkisan Lebaran yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, dan sejumlah kebutuhan lainnya dibagikan oleh Direksi Pelindo III bertempat di halaman kantor pusat Pelindo III pada Selasa (20/6).

Menurut Sudarman, ketua panitia pembagian bingkisan Lebaran, menyatakan bahwa kegiatan ini rutin diadakan sejak tahun 2007 dan mendapat sambutan yang sangat positif. Para pekerja pelabuhan dan golongan masyarakat yang tampak hadir dalam kesempatan ini berasal dari petugas kebersihan, petugas kepil, petugas pemeliharaan taman, petugas pengangkut sampah, operator pompa air, serta wali santri dan kaum dhuafa.

"Semoga bingkisan ini menjadi amal yang baik dan mendatangkan pahala bagi Pelindo III," kata Sudarman mewakili para penerima bingkisan.

Sementara itu, Direksi Pelindo III yang diwakili oleh Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Husein Latief mengatakan bahwa pembagian bingkisan Lebaran kepada masyarakat merupakan komitmen perusahaan berbakti kepada masyarakat. "Kami turut menyelaraskan diri dengan cita-cita pemerintah yang tercermin dalam program BUMN Hadir Untuk Negeri," kata Husein Latief.

Ia pun melanjutkan, Pelindo III bahkan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan berkontribusi dalam penyediaan pasokan listrik di Probolinggo. "Semoga ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat," imbuhnya mengakhiri sambutan.

Setelah pembacaan doa, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan Lebaran secara simbolis kepada delapan orang perwakilan tenaga kebersihan dan kaum dhuafa. Kedelapan perwakilan tersebut adalah koordinator dari PT Pelindo Daya Sejahtera, CV Haqquna, CV Raya Tunggal, CV Sekar Melati, CV Tiara Asri, CV Waskita Tunggal, Gang Pengepilan dan Wali Santri Baitul Hakam.

Adapun paket bingkisan Lebaran terdiri dari beras 2,5 kg, gula pasir 1 kg, minyak goreng 2 liter, sirup, 5 bungkus mi instan, biskuit, teh celup, dan permen. Selanjutnya, pengelola Masjid Baitul Hakam akan mendistribusikan paket bingkisan Lebaran tersebut kepada para petugas kebersihan dan kaum dhuafa di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.





Sumber: Maritim News