Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

Kapal Labitra Adinda Terbakar di Selat Bali


PEMUDA MARITIM – Tim SAR gabungan diantaranya Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Ketapang dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi berhasil menyelamatkan seluruh penumpang kapal KMP Labitra Adinda yang terbakar di perairan Selat Bali.

Evakuasi penumpang kapal Labitra dilakukan tim SAR gabungan yang terdiri dari Kapal Patroli KPLP KNP 467 dan KNP 5.200 milik UPP Ketapang, KNP 5.209 milik KSOP Kelas III Tanjung Wangi, perahu karet milik Basarnas, Polres Banyuwangi, Angkatan Laut Banyuwangi, Polair Polres Banyuwangi, ASDP Indonesia Ferry, Tug boat Trasko Jalak dan Haming Way milik Pertamina Tanjung Wangi.

Adapun penyebab kejadian terbakarnya kapal penumpang tersebut, masih menunggu hasil penyidikan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut, Junaidi menjelaskan bahwa kapal Labitra Adinda bobot GT 687 berangkat hari Kamis (17/5) sekitar pukul 15.00 WIB mengalami terbakar tak lama setelah bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang.

Ketika terjadi kebakaran, KMP Labitra Adinda milik PT Karya Maritim Indonesia membawa 15 orang Anak Buah Kapal (ABK), 15 orang penumpang, lima unit truk besar, lima unit truk tronton, satu unit kendaraan pribadi dan satu unit sepeda motor.

“Kami langsung menginstruksikan kepada UPP Ketapang dan KSOP Tanjung Wangi agar segera memberikan pertolongan kepada para penumpang dan ABK kapal,” terang Junaidi.

Ditempat terpisah, Kepala UPP Ketapang, Eka Cakrawala menegaskan, saat kejadian terbakarnya kapal Labitra, pihaknya meminta semua kapal-kapal penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk untuk memberikan pertolongan di sekitar lokasi kejadian.

“Pada saat kejadian, kapal KMP Karya Maritim II dan III sedang berada di dekat kapal KMP Labitra sehingga dapat segera melakukan pertolongan,” pungkasnya.



Sumber: Maritim News

Indonesia Dorong Pembentukan ARMIC di ASEAN


PEMUDA MARITIM – Selama 4 hari mulai dari tanggal 14-17 Mei 2018 berlangsung international workshop di Bangkok bertema Building Maritime Shared Awareness in Southeast Asia IV. Bertindak sebagai penyelenggara adalah Daniel K. Inouye Asia-Pacific Center for Security Studies (DKI-APCSS) sebagai perwakilan pemerintah Amerika Serikat dengan mengundang 10 delegasi dari seluruh negara anggota ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berinisiatif mengajukan konsep pembentukan ASEAN Regional Maritime Information Center (ARMIC) yang akan diawaki oleh beberapa institusi seperti Malaysia Maritime Enforcement Agency (MMEA), Thailand Maritime Enforcement Coordinating Center (MECC), Singapore Information Fusion Center (IFC), Cambodian National Committee for Maritime Security, Brunei Marine Police, Myanmar Maritime Police, Philippines Coast Guard, Vietnam Coast Guard dan Bakamla.

Inisiatif tersebut disambut baik peserta workshop seiring banyaknya pakar yang mendukung pembentukan National Maritime Information Center di bawah Bakamla bahkan terbuka peluang sebagai leading sector pembentukan ASEAN Coast Guard.

Turut hadir sebagai observer adalah perwakilan dari ASEAN Secretariat dan perwakilan dari Angkatan Laut India. Delegasi masing-masing negara anggota ASEAN terdiri dari akademisi, diplomat dan praktisi rata-rata mewakili Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan, Angkatan Laut, Coast Guard dan instansi pemerintah lainnya, sejumlah 94 peserta.

Pada hari pertama workshop, Dekan FMP Unhan Laksda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. menyerukan pentingnya kerjasama maritim berdasarkan peraturan internasional baru untuk mengantisipasi penggunaan berbagai platform tanpa awak yang bisa dikendalikan seperti Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Unmanned Surface Vehicle (USV) dan Unmanned Sub-Surface Vehicle (USSV) di laut.

“Penggunaan UAV di atas laut saat ini sudah terbilang cukup banyak, dan menyusul penggunaan USV. Adapun penggunaan USSV secara diam-diam juga dilakukan oleh beberapa negara,” ujar Octavian.

Peraturan internasional tersebut dapat menjadi salah satu protokol mekanisme information-sharing antar negara anggota ASEAN.



Sumber: Maritim News

Hari Pertama Puasa, Prajurit Lantamal V Gelar Kajian Islam Ba’da Dzuhur


PEMUDA MARITIM – Bulan Ramadhan dipercaya sebagai bulan penuh barokah dan ampunan bagi umat Muslim.  Di hari pertama puasa tahun ini, prajurit dan PNS Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V) mengisinya dengan menyimak Kajian Islam Ba’da Shalat Dzuhur yang digelar di Masjid At-Taqwa,  Mako Lantamal V,  Surabaya,  Kamis (17/5).

Kajian Islam sendiri disampaikan oleh Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya KH. Syukron Jazilah yang membahas tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan.

Menurut Kasuddisbintal Disminpers Lamtanal V Mayor Laut (KH) Abdul Kholil mengatakan bahwa kegiatan keagamaan berupa Kultum Ba’da Shalat Dzuhur ini akan dilaksanakn setiap hari selama bulan Ramadhan ini.

Sementara pada bulan selain Ramadhan, kultum telah berjalan setiap Senin dan Kamis, serta masih ditambah kajian agama islam pada setiap hari Rabu setelah apel pagi.

Di Mesjid At Taqwa Lantamal ini lanjutnya,  sudah ada kebiasan dan jadwal yang sudah dilaksanakan secara istiqomah,  yaitu membaca Al-Qur’an secara bersamaan yang dilaksanakan setelah jamaah Shalat Dzuhur serta bimbingan belajar membaca Al Qur’an yang di pandu oleh perwira dan bintara rohani Islam.

Hal ini lanjutnya,  dimaksudkan untuk memberikan bimbingan dalam mengkaji ajaran islam dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an sekaligus memahami kandungannya dan mengaplikasikannya dalam kehiduan sehari-hari.



Sumber: Maritim News

Tingkatkan Peran di Internasional, Pushidrosal Pertajam Kerja Sama dengan CMAP


PEMUDA MARITIM – Sebagai upaya meningkatkan peran di kancah internasional, khususnya dalam penyediaan data keselamatan navigasi dan pelayaran, Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan peningkatan kerja sama dengan pihak swasta asal Italia melalui perpanjangan kerja sama  dengan holding company dari CMAP yaitu Digital Marines Solution Holding (DMSH) yang berkantor pusat di Egersund Norwegia.

Pada kesempatan penandatanganan perpanjangan kerjasama, masing-masing pimpinan dari kedua belah pihak, yaitu Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro dan Mr. Ivo Vleeschouwers (DMSH) sepakat untuk melaksanakan perpanjangan kerja sama dalam pendistribusian dan pemanfaatan data peta laut yang ditandai dengan penandatanganan “Agreement on ENC Distribution And The Usage of Pushidrosal Data contained in the Derivate Product” antara Pushidrosal dengan DMSH di Kantor CMAP, Massa Italia.

Pada kesempatan lawatan ke perusahaan CMAP Italy tersebut, Kapushidrosal yang didampingi oleh Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono (Dirpamkersamtas) dan Letkol Laut (P) Oke Dwiyana serta Atase Pertahanan Indonesia di Italia Kolonel Laut (P) Bambang Dharmawan mendapat kesempatan untuk mengunjungi fasilitas perusahaan serta kemampuan yang dimiliki oleh CMAP dan melaksanakan studi banding tentang tata kelola data pemetaan serta manajemen perusahaan dalam melaksanakan kegiatan dari mulai pembuatan paper chart, derivative product, dan model pendistribusian serta pemasaran yang dilaksanakan oleh CMAP Italy dalam mengembangkan kemampuan daya saing serta inovasi produksi perusahaan tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Kapushidrosal menyampaikan bahwa kerjasama antara Pushidrosal dengan DMSH memiliki arti penting. Tidak hanya dalam aspek upaya peningkatan kerja sama di kedua belah pihak semata, namun juga  dapat dikembangkan lebih jauh lagi dalam  meningkatkan kemampuan dan menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas serta up to date sehingga memiliki nilai jual yang tinggi setara dengan produk negara besar maritim lainnya.

Kerja sama antara DMSH – Pushidrosal diharapkan tidak hanya memiliki manfaat bagi kedua belah pihak tetapi juga bagi komunitas pelayaran internasional sebagai pengguna utama. Sementara itu, Mr. Ivo Vleeschouwers mengatakan, bahwa Pushidrosal Indonesia merupakan mitra strategis bagi CMAP – DMSH di kawasan perairan Asia Tenggara yang memiliki wilayah perairan strategis di kawasan Asia Tenggara dan sebagian wilayahnya juga merupakan alur pelayaran perdagangan laut internasional yang sangat strategis dan padat dilalui oleh kapal-kapal besar yang membutuhkan peta laut yang akurat dan update untuk menjamin keselamatan navigasi dan pelayaran bagi kepentingan aktifitas pelayaran internasional.

Oleh sebab itu, kerja sama antara DMSH – Pushidrosal akan sangat bermanfaat bagi dunia pelayaran internasional,  khususnya bagi masyarakat pelayaran dan maritim sebagai pengguna, maupun instansi seta lembaga kemaritiman  guna turut berperan serta dalam mewujudkan tercapainya Indonesia sebagai poros maritim dunia.



Sumber: Maritim News

Pulau Lae-Lae, Wisata Bahari Andalan Makassar


PEMUDA MARITIM – Punya rencana liburan ke tempat yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan? Kota Makassar bisa jadi destinasi yang tepat untukmu. Di sekitar Pantai Losari terdapat gugusan pulau yang terkenal dengan keeksotisannya. Salah satunya bernama Pulau Lae-Lae wajib untuk dikunjungi. Seperti apa keindahannya? Simak ulasan berikut ini.


Pelarian Sementara dari Penatnya Rutinitas

Jarak antara Pulau Lae-Lae dengan pesisir Pantai Losari tidak jauh. Bisa ditempuh dalam waktu 5 menit menggunakan perahu. Daratan kecil ini bisa dikunjungi lewat Dermaga Kayu Bangkoa dengan biaya Rp15.000 – Rp.30.000 saja. Lokasinya yang dekat dengan kota, sangatlah cocok untuk dikunjungi, bukan?


Menyapa Ikan Kecil dengan Snorkeling

Snorkeling menjadi kegiatan asyik yang dapat dilakukan di pulau ini. Pengunjung tak perlu khawatir dengan bulu babi, sebab kehadirannya sangat jarang di sini. Selain itu, ketenangan ombaknya juga tak akan mengganggu kamu menikmati pemandangan bawah lautnya. Sayang terumbu karang Pulau Lae-Lae banyak yang rusak. Jadi, hati-hati saat snorkeling di sini ya!


Panorama Sunset yang Menakjubkan

Pantai Losari menjadi tempat terbaik untuk menikmati sunset di Makassar. Namun, Pulau Lae-Lae juga menyuguhkan panorama yang tak kalah bagusnya dengan landmark tersohor itu. Momen matahari tenggelam menjadi daya tarik bagi pengunjung lokal sambil menikmati sore di akhir pekan. Untuk menambah kenyamanan, tidak sedikit yang menyewa bale-bale dengan biaya sebesar Rp50.000.


Pantai Bob, Sisi Pulau dengan Alunan Musik Reggae yang Asyik

Salah satu keunikan di Pulau Lae-Lae adalah kehadiran Pantai Bob di sisinya. kawasan ini dikelola langsung oleh Om Bob, yang merupakan penghuni pulau. Kamu bisa bersantai di atas rumah pohon sambil mendengarkan dendangan lagu reggae. Liburan di Makassar jadi makin seru kan?

Pulau Lae-Lae cocok untuk menjadi opsi destinasi wisata selama di Makassar. Sepulangnya dari sana, kamu juga bisa langsung berburu oleh-oleh di Somba Opu. Selamat berlibur di Kota Daeng!



Sumber: travelingyuk.com

Pelni Siapkan 26 Kapal Layani Mudik Lebaran 2018


PEMUDA MARITIM – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)  atau Pelni menyiapkan 26 armada untuk melayani angkutan lebaran 1439 H, tahun 2018. Kapal-kapal tersebut akan singgah di 91 pelabuhan, melayani 1.100 ruas menempuh jarak 98.329 mile dengan kapasitas 53.763 pax/hari, termasuk dispensasi.

Direktur Armada PT Pelni (Persero) Tukul Harsono mengatakan, selain menyiapkan 26 armada, Pelni juga menyiapkan 47 armada kapal perintis untuk melayani pemudik ke 305 pelabuhan, 4.620 ruas dari pulau-pulau besar ke pulau terpencil dan terluar.

"Selama ini mudik lebih dikenal dari Jakarta ke Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, mudik dengan kapal Pelni melayani hampir ke seluruh pulau di tanah air," terang Tukul Harsono di KM Gunung Dempo, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Sementara itu di kesempatan yang aama, Direktur Usaha Angkutan Penumpang OM Sodikin, menambahkan angkutan lebaran dengan kapal Pelni akan berlangsung selama 30 hari atau satu bulan, dimulai Hari Kamis (31/5) hingga Sabtu (30/6).

"Masa angkutan lebaran dengan kapal laut lebih lama dibanding angkutan darat dan udara," terang OM Sodikin.

Dalam lima tahun terakhir, lanjut OM Sodikin, trend pemudik menurun. Tahun 2012 tercatat 815.392 orang, tahun 2013 menjadi 708.272 orang. Tahun 2014 tercatat 763.916 orang, tahun 2015 menjadi 693.793, tahun 2016 tercatat 586.322 orang dan tahun 2017 menjadi 573.944 orang.

Dari 91 pelabuhan tercatat ada 10 pelabuhan dengan embarkasi tertinggi pertama Cabang Makasar 50.989 pelanggan, Surabaya 36. 555 pelanggan, Balikpapan 34.448 pelanggan, Baubau 28.731 pelanggan, Ambon 25.846 pelanggan, Pulau Batam 24.830 pelanggan, Sorong 24.534, Kumai 21.236 pelanggan, Jayapura 20.357 pelanggan dan Manokwari 18.722 pelanggan.


3 Cluster

Pelni membagi tiga cluster pelayanan, wilayah barat terdiri Tanjung Priok, Tanjung Pandan, Pontianak, Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Belawan, Pulau Natuna, Semarang, Surabaya, Sampit, dan Kumai.

Wilayah tengah terdiri Makasar, Baubau, Balikpapan, Nunukan, Tarakan, Pare-pare, Bima, Labuan Bajo, Lewoleba dan Kupang.

Untuk wilayah timur, Ambon, Banda Neira, Namlea, Ternate, Tual, Sorong, Manokwari, Biak, Serui, Nabire dan Jayapura.

Komposisi penumpang wilayah barat 39 persen, wilayah tengah 43 persen dan wilayah timur 19 persen

Selain itu, untuk mengantisipasi permintaan, Pelni melakukan rerouting ke ruas-ruas padat penumpang, diantaranya untuk wilayah barat Batam-Belawan, Kumai-Semarang, Sampit-Semarang, Kumai-Surabaya, Sampit-Surabaya dan Balikpapan-Surabaya.

"Kami tidak menambah armada namun menambah frekuensi pada ruas padat penumpang dengan mererouting kapal," tutup Sodikin.



Sumber: liputan6.com

Tak Hanya Pulo Cinta, Ini Pesona Bahari Gorontalo yang Juga Menakjubkan


PEMUDA MARITIM – Nama Pulo Cinta mungkin sudah tak asing lagi di telinga beberapa traveler. Eco resort yang berada di atas laguna ini memang memiliki pemandangan mirip dengan Maladewa. Namun tak banyak yang mengetahui jika Gorontalo masih memiliki banyak destinasi bahari lainnya. Pesonanya pun tak bisa disepelekan. Empat destinasi ini menjadi salah satu bukti pesona Gorontalo.


1. Pulau Bogisa

Pulau Bogisa adalah pulau pasir yang berada di Gorontalo. Jika air laut sedang pasang, Bogisa tampak seperti pulau pasir timbul. Perihal kebersihannya tak perlu dipertanyakan, destinasi yang berada tak jauh dari Pulau Saronde ini masih benar-benar bersih dan alami. Perjalanan ke tempat ini hanya memerlukan waktu sekitar 90 menit dengan menggunakan transportasi darat dan laut.


2. Pantai Botubarani

Pantai yang berada di Kabupaten Bone Bolango ini memiliki pemandangan yang tak biasa. Jika di perairan lain kamu akan bertemu dengan ikan nemo atau warna-warni terumbu karang, di sini kamu dapat bertatap muka dengan hiu paus raksasa. Hewan eksotis ini dapat ditemukan sekitar 30 meter dari bibir pantai.


3. Pulau Saronde

Pulau ini dikenal sebagai lokasi yang tenang dan indah. Beragam fasilitas juga sudah banyak tersedia, sehingga lokasi ini cukup tepat untuk dijadikan lokasi liburan dan wisata bersama keluarga. Pulau kecil ini terletak 65 kilometer dari pusat Kota Gorontalo, tepatnya di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalu Utara.


4. Pulau Lampu

Letaknya berada di belakang Pulau Saronde. Air laut di Pulau Lampu masih sangat jernih. Dengan nuansa biru dan kehijauan yang memesona, wisatawan juga bisa menembus pemandangan bawah laut secara langsung dengan mata telanjang. Beberapa kegiatan air seperti jet ski dan snorkeling juga dapat dinikmati di destinasi ini.


Meskipun nama Pulo Cinta telah tersohor, masih terdapat beberapa destinasi lain di Gorontalo yang tak kalah indah. Seperti destinasi yang telah disebutkan di atas. Destinasi mana yang ingin kamu coba?



Sumber: travelingyuk.com