Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

Untuk Pertahanan Nasional, KRI Rigel-933 Gelar Operasi Survei dan Pemetaan Laut Jawa


PEMUDA MARITIM – Dalam rangka mengumpulkan data kelautan untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan kepentingan pertahanan, KRI Rigel-933 menggelar Operasi Survei dan Pemetaan (Opssurta) di perairan Laut Jawa.

Kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) dengan komandan Letkol Laut (P) Agus Triyana ini dilepas keberangkatannya oleh Komandan Satuan Survei Pushidrosal (Dansatsurvei) Kolonel Laut (P) Nunung Suhartono di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

KRI Rigel akan melaksanakan operasi survei dan pemetaan dengan kegiatan di antaranya  pengukuran kedalaman laut (Bathimetry, pencitraan dasar laut dengan menggunakan side scan sonar, pengukuran pasang surut air laut, pengukuran arus dan gelombang laut, pengukuran sedimentasi, serta pengambilan contoh dasar dan air laut.

KRI Rigel 933 adalah kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV). Kapal tersebut masuk ke dalam sejarah baru di jajaran kapal-kapal TNI AL dalam armada kapal modern, khususnya kapal survei hidro-oseanografi.

Kapal yang terbuat dari alumunium dengan bobot 560 ton dengan panjang 60,1 meter dan lebar 11,5 meter ini,  dilengkapi peralatan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) yang berfungsi melaksanakan pencitraan bawah laut sampai dengan kedalaman 1.000 meter dan mengirim kembali data secara periodik ke kapal utama dalam hal ini kapal BHO.

Kapal ini juga dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV), Side Scan Sonar, Laser Scaner untuk mendapat gambaran daratan, dan Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), Gravity Cores, kelengkapan Laboratorium serta kemampuan survei perikanan.



Sumber: Maritim News

Tanggap Masalah Konservasi Perairan, Kabupaten Berau Sosialisasikan KKP3K KDPS


PEMUDA MARITIM – Semenjak terbitnya UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, permasalahan pengelolaan kawasan konservasi perairan menjadi semakin kompleks. Di satu sisi Kabupaten/Kota tidak memiliki kewenangan untuk mengelola Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD), sementara di sisi lain, Provinsi memiliki keterbatasan untuk mengelola KKPD, mulai dari anggaran, sumber daya manusia (SDM), hingga jauhnya rentang kendaliyang mungkin dijangkau.

Di tengah ketidakjelasan tersebut, keberlanjutan KKPD dihadapkan pada ancaman praktik-praktik destructive fishing. Bermula dari permasalahan tersebut, Satuan Tugas Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KDPS) Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, bersama GIZ dan TNC menggelar Sosialisasi KKP3K KDPS di Hotel Bumi Segah, Kabupaten Berau, Selasa (15/5).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Berau, Agus Tamtomo mengungkapkan bahwa kepedulian Pemerintah Kabupaten Berau dalam mengawal KKP3K KDPS adalah dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Berau untuk pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Hal ini sangat wajar, karena KKP3K KPDS adalah jantungnya bagi keberlanjutan usaha perikanan dan penggerak roda ekonomi wisata bahari.

Namun demikian, dalam perjalanannya, pencabutan kewenangan yang menjadikan Pemerintah Provinsi sebagai pihak yang diberikan mandate belum optimal dalam mengelola KKP3K KDPS.

“Permasalahan krusial pengelolaan KKPD oleh Pemerintah Provinsi pasca penghapusan kewenangan kabupaten/kota, antara lain belum tersedianya anggaran, masih terbatasnya personil/SDM, jarak yang cukup jauh, dan sarana dan prasarana yang belum lengkap,” ungkap Ketua Panitia Sosialisasi Yunda Zuliarsih.

Lebih lanjut, Yunda menambahkan bahwa untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Gubernur mengeluarkan Keputusan Gubernur Kaltim No. 532.13/K 103/2018 tentang Satuan Tugas Pengelolaan KKP3K KDPS.

Sebagai lembaga transisi, Satgas yang diberikan mandat selama tiga tahun ini terus mencari bentuk kelembagaan yang ideal untuk pengelolaan KKP3K KDPS yang bersifat kolaboratif dan mampu bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Pada penghujung acara, para pihak terkait melakukan penandatanganan deklarasi dukungan dalam menjaga KKP3K KDPS. Hal ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mendukung dan mencoba merumuskan formulasi kebijakan terbaik dalam mengelola KKP3K KDPS.



Sumber: Maritim News

Masuki Tahap Akhir, Dirpotmar Pushidrosal Inspeksi Survei Perairan Selaru


PEMUDA MARITIM – Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) melaksanakan tahap akhir Survei Hidro – Oseanografi dalam rangka mendukung pengembangan pangkalan (Pembangunan Beaching Plate) serta pembaharuan Data Peta Laut Indonesia dan Publikasi Nautika Perairan Selaru Provinsi Maluku Tenggara Barat.

Berkaitan dengan pelaksanaan survei yang telah memasuki tahap akhir maka dilaksanakan inspeksi lapangan yang dipimpin oleh Dirpotmar Pushidrosal Kolonel Laut (P) Suhendro, S.A.P, M.Si (Han) dengan didampingi Sahli Ops Pushidrosal Letkol Laut (P) Marwidji Harahap.

Pada kesempatan tersebut, tim inspeksi melaksanakan pengecekan langsung ke lapangan dengan menggunakan Sounding Boat di area survei. Tim inspeksi meninjau langsung kondisi area survei di Perairan Selaru Maluku Tenggara Barat.

Tim inspeksi juga melihat langsung kondisi personel survei di sounding boat yang sedang melaksanakan pemeruman dengan SBES (Singlebeam Echosounder).

Kunjungan Tim Inspeksi kali ini selain untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan juga sebagai salah satu bentuk perhatian Pushidrosal atas kinerja seluruh tim survei dalam rangka peningkatan faslabuh dalam hal ini pembangunan beach plate TNI AL sekaligus pembaharuan PLI di Perairan Pulau Selaru dan Yamdena Maluku Tenggara Barat.

Tim inspeksi menerima paparan dari Komandan Tim Survei Selaru Mayor Laut (P) Agus Hendra Gunawan, ST. M.Tr.Hanla. meliputi teknis dan metode survei yang telah dilaksanakan juga diperlihatkan hasil survei berupa lembar lukis lapangan (LLL) yang menggambarkan detail angka kedalaman laut dan kontur , gambar detail darat, bahaya navigasi dan kedangkalan yang ditemukan,  disampaikan pula data pengamatan oseanografi dan  informasi geografi maritim pada area survei.

Adapun data yang telah didapatkan oleh tim survei  akan segera divalidasi dan diolah kembali di Pushidrosal, dan akan disajikan dalam bentuk pembaharuan PLI nomor 382 dan 383 yang digunakan oleh pengguna laut baik sipil maupun militer.

Pushidrosal berperan penting dalam melaksanakan operasi survei Hidro-oseanografi yang meliputi akusisi, pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data Hidro-oseanografi di perairan Selaru, karena tanpa adanya data hidro-oseanografi dengan ketelitian standar IHO orde khusus  yang dihasilkan oleh tim survei Pushidrosal dapat mengakibatkan bahaya pelayaran di Perairan Selaru, Maluku Tenggara.

Survei dan Pemetaan yang dilaksanakan oleh Pushidrosal memiliki nilai yang strategis karena Perairan Pulau Selaru merupakan salah satu pulau terluar  yang berbatasan langsung dengan  Australia.



Sumber: Maritim News

Bakamla RI Sosialisasikan Permasalahan Perairan Jawa Timur di FGD


PEMUDA MARITIM – Bakamla RI menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) yang ke-2 di Tahun 2018 guna menanggapi permasalahan yang kerap ditemui di Perairan Jawa Timur. FGD itu sendiri berlangsung di Surabaya, Jumat(18/5/2018). Surabaya menjadi destinasi pilihan, dikarenakan maraknya informasi mengenai tindak pelanggaran hukum di laut, seperti penangkapan ikan secara ilegal dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang seperti bom ikan, konflik nelayan karena penggunaan alat tangkap cantrang dan alat tangkap benih lobster, kecelakaan kapal, dan permasalahan perusakan lingkungan hidup.

FGD ke-2 yang telah diselenggarakan sejak tanggal 16 Mei 2018 ini, mengusung tema Peningkatan Sinergitas Bakamla, Instansi Terkait dan Masyarakat Maritim dalam Mengatasi Ancaman, Hambatan, Tantangan, dan Gangguan (AHTG) Guna Terwujudnya Wilayah Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia yang Aman, Damai, Sejahtera dan Lestari.

Kegiatan  ini dibuka oleh Direktur Kebijakan Bakamla, Bapak I.G.N.A Endrawan, S.H., M.H. yang mewakili Kepala Bakamla RI dan sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Direktur Kebijakan menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini diadakan sebagai wadah untuk instansi terkait, masyarakat maritim, dan akademisi untuk saling bertukar pikiran dan informasi. Sehingga bersama-sama dapat merumuskan pola sinergitas antara Bakamla, instansi terkait dan masyarakat maritim dalam menangani AHTG yang terjadi di laut.

“FGD ini adalah wadah untuk instansi terkait, masyarakat maritim, dan akademisi yang kedepannya harus saling bertukar pikiran dan informasi. Sehingga kita bersama dapat merumuskan pola sinergitas antara Bakamla, instansi terkait dan masyarakat maritim dalam menangani AHTG yang terjadi di laut.” Kata Endrawan

Sedangkan Kasubdit Perumusan Kebijakan Arif Rahman, S.H. menambahkan, bahwa maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan FGD di Surabaya ini adalah sebagai sarana belanja masalah untuk menginventarisir permasalahan, mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi pemecahan masalah, khususnya permasalahan yang terjadi di wilayah Perairan Jawa Timur. Hasil dari FGD ini akan digunakan sebagai bahan penyusunan kebijakan umum Bakamla RI Tahun 2019.

“Dengan adanya FGD kita bersama bisa mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi pemecahan masalah, khususnya permasalahan yang terjadi di wilayah Perairan Jawa Timur.” Jelas Arif

Acara FGD ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Pokja Bakamla RI Laksda TNI (Purn) Susanto yang menyampaikan paparan mengenai

“Sinergitas Komponen Bangsa atas Paradigma Lintas Sektoral Guna Antisipasi dan Tanggulangi AHTG Dalam Rangka Keamanan  & Keselamatan di Laut.” Ungkap Susanto.



Sumber: Maritim News

Destinasi Wisata di Gianyar, Cermin Keindahan Alam Indonesia


PEMUDA MARITIM – Pulau Bali dikenal wisatawan dunia karena keindahan pantainya. Tak bisa dipungkiri memang, Pulau Dewata memiliki pesona bahari yang memukau. Namun, Kabupaten Gianyar memberikan bukti bahwa destinasi wisata di Bali tak hanya pantai. Potensi tersebut dapat dilihat dari keragaman tujuan wisata yang ada di Gianyar.


1. Menyegarkan Badan di Air Terjun Tegenungan

Destinasi ini memiliki air terjun setinggi empat meter dengan debit air yang cukup deras. Alirannya bersumber dari Sungai Tukad. Meskipun begitu kamu tetap dapat menemukan air yang jernih pada destinasi ini. Bagi warga setempat, lokasi ini juga menjadi sumber utama untuk mendapatkan air bersih. Dengan lansekap sekitarnya yang masih dipenuhi tumbuhan, tempat ini tentu saja dapat menjadi penyegar pikiran yang mujarab.


2. Pola Terasiring Sawah yang Memikat di Tegalalang

Terasering Tegalalang Ubud adalah salah satu tempat wisata yang wajib dikunjung setelah berlibur di Kintamani. Lokasinya memang berdekatan. Suasana yang sejuk membuat tempat ini menjadi destinasi yang tersohor bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Di sini juga terdapat beberapa kafe yang bisa kamu gunakan untuk bersantai sejenak sambil mengabadikan momen.


3. Gianyar juga Punya Replika Grand Canyon

Batuan serupa Grand Canyon di Amerika Serikat juga dapat kamu temui di daerah Guwang, Gianyar, Bali. Meski tak identik 100%, tapi keindahannya masih bersaing. Daya tarik dari Green Canyon Guwang adalah pemandangan tebing batu di tepi sungai yang memiliki tinggi sekitar 20 hingga 30 meter, dengan aliran sungai yang berwarna biru langit.


4. Berjalan dengan Nuansa Alam Gianyar di Campuhan Ridge

Campuhan merupakan hamparan perbukitan yang masih sangat asri. Sepanjang punggung bukit, jalur bagi pejalan kaki telah dilapisi paving. Tak heran jika tempat ini juga sering menjadi jogging track. Di kawasan ini juga terdapat Pura bernama Gunung Lebah yang banyak disinggahi oleh wisatawan setelah dari Bukit Campuhan.


Pergi ke Pulau Dewata tak melulu harus menghabiskan waktu di pantai. Masih banyak destinasi alam di Bali yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Gianyar, kabupaten yang menawarkan destinasi lengkap. Segera siapkan koper, yuk!



Sumber: travelingyuk.com

Oktober 2018, Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga Rampung


PEMUDA MARITIM – Progress pembangunan Terminal Penumpang modern pelabuhan Sibolga telah mencapai 69%. Ditargetkan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo 1), terminal dengan sistem pengelolaan dan fasilitas layaknya di bandara tersebut akan rampung pada bulan Oktober 2018.

General Manager PT Pelindo 1 Cabang Sibolga, Agust Deritanto menjelaskan, bahwa Terminal Penumpang dua lantai yang memiliki desain modern dikerjakan oleh PT PP Tbk dengan waktu pembangunannya selama 450 hari kerja.

“Progress Terminal Penumpang dua lantai seluas 500 meter sudah sekitar 69%, target rampung di Oktober 2018,” terang Agust kepada Maritimnews, Sabtu (19/5).

Didukung desain canggih, salah satunya desain atap Terminal Penumpang yang terdiri dari 5 (lima) corak, yang berarti suku Batak dibagi menjadi lima suku yakni suku Toba, Mandailing dan Angkola, Simalungun, Karo, dan Pakpak.

Kemudian akses jalan menuju dermaga feri dari Terminal Penumpang dibangun dengan struktur baja berupa jembatan langit (flyover).

Tahap awal pengembangan pelabuhan Sibolga adalah pembangunan terminal penumpang modern, penambahan panjang dermaga feri, pengerukan laut, serta pembangunan sejumlah fasilitas untuk melengkapi kelancaran pelayanan jasa kepelabuhanan.

Seperti diketahui, pengembangan Pelabuhan Sibolga adalah bagian dari Proyek Strategis Nasional Indonesia yang terletak di Desa Dewa Padang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara.



Sumber: Maritim News

Antisipasi Teror Lanjutan, TPS Perketat Pengamanan Pelabuhan


PEMUDA MARITIM – Setelah Pemerintah Kota Surabaya memberlakukan status Siaga 1 akibat kejadian bom bunuh diri yang terjadi secara berturut-turut di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5) yang lalu, manajemen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bertindak tegas untuk mengamankan Pelabuhan.

“TPS termasuk salah satu objek vital yang perlu dijaga dan dipastikan kualitas keamanannya. Pengecekan yang ketat akan dilakukan sesuai aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku, baik pengecekan terhadap orang maupun barang,” ungkap Kahumas TPS, M. Solech.

TPS telah mempersiapkan petugas Port Security yang selalu hadir di depan gate masuk pelabuhan, di mana pengamanan telah dilakukan mulai dari pemeriksaan kendaraan dengan metal detector dan membuka setiap bagasi kendaraan yang akan masuk.

Pada saat hendak memasuki wilayah area parkir pun petugas kembali melakukan pemeriksaan pada setiap kendaraan. Bukan hanya di depan gate masuk pelabuhan dan area parkir, pemeriksaan juga dilakukan diseluruh gate, baik itu gate impor, ekspor, maupun domestik.

Antisipasi keamanan di TPS dilakukan selama 2 minggu ke depan dan tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang apabila masih diperlukan.

“Kami juga telah mempersiapkan posko pengamanan di depan gedung, setiap shift terdiri dari empat personel TNI Angkatan Laut yang turut melakukan pengamanan. Selain berkoordinasi dengan Angkata Laut, kami juga berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. ” tambah M. Solech.

Dengan adanya kejadian bom ini tidak berpengaruh pada pelayanan dan aktivitas di TPS, seluruh kegiatan tetap berjalan normal seperti biasanya.

“Kami tetap berharap Surabaya dapat kembali aman, bebas dari teroris, semoga pihak kepolisian dan pemerintah dapat membasmi tuntas para teroris ini,” ungkap M. Solech.



Sumber: Maritim News