Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

Mau Berenang dengan Hiu dan Diving? Yuk ke Bangsring


PEMUDA MARITIM – Bangsring Underwater atau Bunder menawarkan pantai berpasir putih dan bersih serta lautnya jernih yang airnya memiliki tiga gradasi warna. Ada putih, hijau, dan biru sehingga sering disebut sebagai duplikatnya Raja Ampat. Selain itu, tempat ini terkenal akan taman bawah lautnya yang memesona.

Sahabat Sporto yang gemar snorkeling ataupun diving, Bunder adalah surganya. Lautnya sangat jernih, bahkan hanya beberapa meter dari bibir pantai, Sahabat Sporto dapat melihat indahnya berbagai biota laut dan terumbu karang. Bila menyelam lebih dalam, Sahabat Sporto bakal disajikan keindahan bawah air berupa gugusan terumbu karang yang indah.

Destinasi ini juga sangat cocok bagai Sahabat Sporto yang gemar olahraga air. Banyak kegiatan seru yang bisa Sahabat Sporto lakukan ketika liburan di tempat ini. Misalnya saja bermain kano, banana boat, dan balon air. Sahabat Sporto juga bisa mengeksplorasi kawasan Bunder dengan menyewa perahu hingga menuju ke Pulau Tabuhan.

Masih kurang seru? Kalau begitu cobalah aktivitas ekstrem yang satu ini, yaitu berenang bersama kawanan hiu. Jika ingin menikmati tantangan tersebut Sahabat Sporto dapat menuju Rumah Apung. Di fasilitas konservasi ini ada klinik hiu. Di sini nelayan melakukan penyelamatan hiu baik hiu yang sedang sakit maupun hiu yang badannya kurus.

Bila berani, Sahabat Sporto akan berenang bersama cukup banyak ikan hiu. Meski penuh tantangan, Sahabat Sporto tak perlu khawatir digigit, karena hiu-hiu tersebut sudah jinak dan kecil kemungkinan untuk menyerang jika tidak terintimidasi. Tetapi tetap harus hati-hati karena ada saja kemungkinan yang bisa tak terduga dari hewan buas ini.



Sumber: sportourism.id

Pelabuhan Sunda Kelapa Jadi Destinasi Wisata Andalan di Jakarta


PEMUDA MARITIM – Arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, sepanjang 2017 naik hingga 33% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Salah satu destinasi dari 12 tujuan wisata di DKI Jakarta itu merupakan pelabuhan yang memiliki sejarah panjang bagi Ibu Kota sehingga menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.

Sejak tahun 1500-an, Pelabuhan Sunda Kelapa sudah menjadi titik penting sebagai salah satu pusat perdagangan di Asia. Nilai sejarahnya sangat erat kaitannya dengan unsur budaya, dimana moda transportasi laut berbahan dasar kayu (kapal pinisi) hingga kini masih beroperasi di pelabuhan itu.

“Keunikan ini membuat animo wisatawan terhadap Pelabuhan Sunda Kelapa hingga saat ini masih tinggi, ini terlihat dari terus meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Humas PT Pelabuhan ll (Persero)/IPC Cabang Sunda Kelapa Achmad Fitriantoro kepada Translogtoday, Rabu (25/4/2018).

Dia mengatakan posisi Pelabuhan Sunda Kelapa berada dalam satu jalur destinasi wisata dengan wisata Kota Tua (Museum Fatahilah dan Museum Bahari) serta Wisata Kepulauan Seribu, yang saling menunjang dan sangat strategis.

Menurut Fitriantoro, beroperasinya Kapal Sabuk Nusantara 66 sejak 2016 yang bersandar di dermaga Pelabuhan Sunda Kelapa sepanjang 1.200 meter turut mendukung daya tarik wisatawan.

Selain itu, lanjutnya, keunikan Pelabuhan Sunda Kelapa juga dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari sejarah kepelabuhanan dan maritim, serta banyak juga dimanfaatkan untuk kegiatan komersial seperti pengambilan foto dan film.

Pelabuhan Sunda Kelapa yang merupakan pelabuhan bagi kapal-kapal dagang sejak masa Kerajaan Padjajaran hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai tempat bersandar kapal, termasuk kapal kayu.

Salah satu jenis kapal yang masih dapat dilihat di Pelabuhan Sunda Kelapa adalah kapal pinisi. “Jika mendapatkan izin dari pemilik kapal kayu, wisatawan dapat mencoba naik ke kapal tersebut,” ujarnya.

Mengenai masih adanya aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Sunda Kelapa, Fitriantoro menilai masih wajar dan tidak mempengaruhi arus kunjungan wisatawan.

“Mereka justru bisa melihat aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Sunda Kelapa dengan ciri khas berbeda dengan pelabuhan lain, yaitu masih ada yang dikerjakan secara tradisional,” tuturnya.

Sebagian pekerja melakukan aktivitas bongkar muat barang dengan memanggul. Para pekerja bergotong royong dengan melewati titian dari pinggir dermaga dengan kayu.

"Ini bahkan menjadi nilai tambah yang menarik bagi para wisatawan terutama untuk wisatawan mancanegara," pungkas  Fitriantoro.



Sumber: translogtoday.com

Selamat Idul Fitri 1439 H


PEMUDA MARITIM – Keluarga besar pemuda maritim mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1439 H. Taqabbalallahu minna wa minkum minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

Semoga hari raya Idul Fitri ini menjadi momentum penyucian jiwa bagi para pemuda untuk membangun negara dan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Pohon Kenanga Penjaga Pantai Pastofiri


PEMUDA MARITIM – Provinsi Maluku Utara dikelilingi oleh kawasan perairan yang cantik. Wisata bahari sudah pasti menjadi magnet kedatangan turis ke sini.

Sebagai usaha mendatangkan turis digelar Festival Teluk Jailolo yang berlokasi di Kecamatan Jailolo, Kepulauan Halmahera Barat, setiap tahunnya. Tahun ini acara tersebut sudah berlangsung tepat satu dekade.

Dari Kabupaten Ternate kepulauan ini bisa ditempuh dengan kapal cepat berdurasi perjalanan sekitar satu jam.

Sebenarnya nama Jailolo sudah lama terngiang di benak saya. Banyak teman yang gemar menyelam merekomendasikan tempat ini karena keindahan pemandangan bawah lautnya.

Salah satunya ialah Pantai Pastofiri yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan dengan kapal cepat dari Dermaga Pelabuhan Jailolo.

Saya berkesempatan datang ke Pantai Pastofiri dalam acara penanaman bibit Pohon Kenanga yang menjadi rangkaian acara Festival Teluk Jailolo 2018 pada Rabu (2/5).

Saya dan rombongan panitia memulai perjalanan ke Pantai Pastofiri tepat pukul 3 sore. Bagi turis biasa yang ingin ke sana bisa membayar tiket kapal cepat seharga Rp50 ribu per orang.

Cuaca sore itu sangat cerah sehingga ombak bergulung tak terlalu tinggi. Pantai-pantai di sini berada berdekatan. Dari dalam kapal cepat saya bisa melihat hamparan pantai-pantai lain yang sedang dikunjungi turis untuk menyelam.

"Keliling pantai-pantai di sini mungkin hanya butuh waktu sehari karena jaraknya sangat dekat. Ada juga yang bisa ditempuh lewat jalur darat," kata sang nahkoda kapal cepat.

Sesampainya di Pantai Pastofiri saya langsung disuguhi hamparan pantai yang berbentuk huruf 'O'. Mirip pulau namun tak terlalu luas. Ada bangunan pondok dan toilet di tengahnya.

Dari pinggir pantai gugusan terumbu karang dan ikan-ikan kecil bisa dilihat dengan mata bebas.

Saya langsung menyisiri pantai sambil sibuk mengarahkan lensa kamera ke sana-kemari. Gunung Gamalama terlihat jelas dari sini. Di sekitarnya perbuktikan hijau menjadi bingkai.

Acara penanaman bibit Pohon Kenanga dimulai. Panitia mencangkul pasir pantai yang didominasi pecahan karang dan menanamkan sepuluh bibit yang telah dibawa.

Usai ditanam, tanaman baru itu diberi pupuk di sekitarnya. Puncak acara penanaman diakhiri dengan foto bersama panitia Festival Teluk Jailolo.

Saya melihat ke sekitar ternyata sudah banyak Pohon Kenangan yang tumbuh meninggi. Kata salah satu panitia itu hasil dari penanaman tahun-tahun sebelumnya.

"Pohon Kenanga merupakan tanaman yang cocok dengan kondisi tropis pantai. Tinggal ditanam dan diberi pupuk lalu dibiarkan tumbuh begitu saja," ujar salah satu panitia.

Rombongan seakan tak ingin meninggalkan Pantai Pastofiri karea masih belum puas menikmati kecantikannya. Kami lalu sepakat untuk menunggu momen sunset.

Dari kejauhan terlihat satu perahu kayu sederhana yang ditumpangi bapak dan lima orang anaknya. Mereka menyelam sambil membawa tombak untuk mencari ikan.

Saat saya hampiri mereka sedang sibuk mengarahkan tombaknya ke dalam air. Jika ikan yang disasar lolos, mereka menyelam ke dalam air sambil membawa tombaknya.

Pemandangan bak dalam film dokumenter 'Planet Earth' itu bisa saja punah dalam beberapa tahun ke depan, jika ikan-ikan menghilang akibat kerusakan lingkungan di perairan Jailolo. Tak hanya nelayan sekitar yang malas datang, begitu juga dengan turis dari dalam dan luar negeri.

Matahari jadi terbenam sore itu. Saya dan rombongan kembali ke dermaga tepat pukul 7 malam.



Sumber: cnnindonesia.com

Pantai Pulau Kodok Menjadi Primadona Baru Wisata Pantai


PEMUDA MARITIM – Daya tarik wisata di Kota Tegal tidak lepas dari pantai, mengingat Kota Tegal memiliki wilayah pantai. Setelah Pantai Alam Indah dan Pantai Muarareja Indah saat ini muncul primadona baru wisata pantai yakni Pantai Pulau Kodok. Bertempat di wilayah RT 06 RW 10 Kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur. Kamis (12/10).

Pantai Pulo kodok menawarkan wisata panti yang sejuk dan aman bagi mereka yang akan memanjakan dirinya bermain air di bibir pantai. Meski saat ini belum di jadikan tempat wisata secara resmi namun beberapa masyarakat memanfaatkan Pantai Pulau Kodok untuk sekedar menikmati pemandangan laut dan ada pula yang memanfaatkan untuk terapi penyakit,  bahkan perahu wisata.

Salah seorang warga sekitar Pantai Pulau Kodok , Rohyati menuturkan bahwa tadinya pantai tersebut sepi,lambat laut sekarang banyak dikunjungi masyarakat. ‘’Setiap hari ada yang berkunjung baik pagi dan sore hari, apalagi pada saat hari libur, banyak orang yang berkunjung dan warga setempat memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan. ‘’ papar Rohyati.

Rohyati menambahkan bahwa dinamakan Pantai Pulo Kodok karena berawal dari dulu banyak tambak yang dimanfaatkan untuk memancing dan mengundang banyak pemancing, dimana pemancing pada saat memancing berpindah-pindah tempat. ‘’Karena banyak orang memancing yang berpindah-pindah lompat sana lompat sini mencari temapt duduk seperti kodok yang melompat berpindah-pindah, Dan kebetulan didaerah tersebut dahulu banyak kodok, seiring berjalannya waktu tempat itu akhirnya dijuluki Pulau Kodok.’’ Tambah Rohyati.



Sumber: wartabahari.com

Jepara Tak Hanya Karimunjawa, Mari Wisata ke Pulau Panjang


PEMUDA MARITIM – Wisata Jepara, Jawa Tengah, identik dengan Karimunjawa. Padahal ada Pulau Panjang yang tak kalah indah.

Wisatawan bisa menikmati keelokan pulau itu dengan biaya relatif terjangkau. Pulau itu bernama Pulau Panjang. Pulau dengan suguhan panorama alam, yang relatif terjaga keasriannya.

Perjalanan KompasTravel, Januari 2017 lalu terasa cukup mengasyikkan. Wisatawan yang hendak menuju Pulau Panjang bisa melalui dua jalur, yaitu jalur dari Pantai Kartini, Jepara, serta jalur dari Pantai Bandengan, Jepara. Dua jalur itu paling umum dilalui para wisatawan domestik.

Perjalanan dari dua pantai itu menuju Pulau Panjang memerlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kapal nelayan. Saat naik kapal, jangan khawatir dengan ombak laut, karena sejumlah perlengkapan keselamatan telah disediakan.

Kapal itu, terutama pada libur akhir pekan, juga standby di Dermaga Pantai Bandengan. Wisatawan yang hendak menuju pulau cukup membayar Rp 15.000 untuk satu paket keberangkatan dan kepulangan.

Tiba di Pulau Panjang, akan ada satu jembatan kayu yang digunakan untuk perjalanan kaki menuju pulau. Di sana sudah ada petugas yang akan meminta tarif masuk menuju gerbang objek wisata.

Setelah membayar retribusi masuk Rp 5.000, Anda bebas berpetualang menyusuri pulau, bermain air pantai yang jernih, serta berswafoto di tempat yang disediakan. Pulau Panjang mempunyai garis pantai yang berbeda Pantai Kartini, dan Pantai Bandengan.

Pantai di pulau Panjang begitu hening, bersih, serta tak banyak polusi. Air di sekitar pantai jernih. Ikan kecil berenang bebas di atas karang yang terlihat sangat jelas.

Soal makanan jangan khawatir. Di dalam pulau, banyak warga yang mendagangkan aneka jajanan. Pengelola juga menawarkan sepeda bagi wisatawan yang hendak mengelilingi pulau ini. Juga ada yang menawarkan pelampung dan kacamata snorkel bagi wisatawan yang ingin snorkeling, serta peralatan camping untuk bermukim di pulau.

Pulau Panjang bisa diakses wisatawan setiap hari, tanpa terkecuali. Namun, jika hendak pergi wisata beramai-ramai disarankan untuk memilih hari libur atau akhir pekan.

Seorang warga Jepara, Haryana mengaku tiap akhir pekan mengantarkan wisatawan ke Pulau Panjang. Wisatawan yang menuju pulau itu rata-rata berwisata dari Pantai Bandengan, lalu melanjutkan perjalanan.

“Saya tiap akhir pekan ini mengantar. Satu kapal bisa diisi 20-25 orang,” ujar Haryana.

Berwisata di Pulau Panjang tidak perlu biaya mahal. Jika sudah sampai di Pantai Kartini, atau Pantai Bandengan, bisa melanjutkan perjalanan di Pulau Panjang atau melanjutkan perjalanan ke Pulau Karimunjawa.



Sumber: kompas.com

Pererat Hubungan dengan Karyawan, Dirut BKI Buka Puasa Bersama di Batam


PEMUDA MARITIM – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Cabang Batam menggelar kegiatan buka puasa bersama karyawan dan anak yatim untuk lingkungan internal Cabang Batam, Senin (4/6).

Acara yang dihelat di halaman belakang kantor Cabang Batam PT.BKI ini semakin terasa spesial karena juga dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT. BKI Rudiyanto.Kehadiran orang nomor satu di jajaran salah satu badan klasifikasi tertua di Asia ini, merupakan salah bentuk representasi program BUMN untuk negeri sekaligus sebagai ajang silaturahim antara direksi dengan para karyawan PT.BKI.

“Dalam kesempatan ini, direksi (BKI) melakukan beberapa kegiatan kunjungan kerja dalam rangka safari Ramadhan ke cabang-cabang untuk bersilahturahim sekaligus sebagai ajang untuk memberikan arahan/sharing informasi, serta kegiatan bumn hadir untuk negeri dalam bentuk partisipasi bulan ramadhan ,” ujar Direktur Utama PT BKI Rudiyanto menjelang buka puasa bersama karyawan dan anak yatim itu, bertempat di halaman belakang Kantor BKI Cabang Batam tersebut.

Rudiyanto memberikan arahan terkait perkembangan perkembangan terkini BKI, diantaranya bagaimana BKI saat ini masih harus terus berjuang untuk menjadi anggota IACS,di mana pada dasarnya BKI tinggal selangkah lagi untuk meraihnya. Ia pun berpesanm mengatakan perjuangan itu telah sangat lama dilakukan, sehingga perlu kerja keras yang lebih baik lagi.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N) tersebut juga memberikan arahan terkait pengembangan koperasi pusat internal yang saat ini terus tumbuh dan membuahkan hasil yang baik, pelayanan internal melalui pengembangan koperasi pusat ke depanya diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh karyawan sampai ke cabang-cabang.

Di tempat yang sama, Kepala Cabang Klas Batam PT BKI, Arief Nurtjahjo mengungkapkan bahwa acara buka puasa bersama karyawan dan anak yatim merupakan sarana bagi karyawan dalam rangka mempererat silahturahim antar karyawan BKI Cabang Batam.

“Pada intinya acara ini merupakan acara internal untuk mempererat silahturahim karyawan, yang pada kesempatan kali ini Alhamdulillah Pak Rudiyanto juga dapat hadir,” ungkapnya.

Sebagai penutup ia pun mengatakan bahwa buka puasa bersama ini merupakan momen kebersamaan antar karyawan yang baik untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan juga diharapkan bisa menumbuhkan semangat kerja yang tinggi, sehingga kinerja BKI Cabang Batam ke depan, akan lebih baik lagi.



Sumber: Maritim News