Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » » » » » Optimalisasi Potensi Sumber Daya Kelautan



Pemuda Maritim - Indonesia merupakan yang kaya akan sumber daya alam, khususnya dalam sektor kelautan. Hal tersebut dapat kita lihat dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh laut Indonesia mulai dari sektor perikanan, sampai sektor minyak dan gas bumi. Melihat potensi Indonesia yang sangat besar sangat di sayangkan sampai saat ini pengelolaan tersebut belum mampu di lakukan secara optimal. Terkadang kita hanya mampu terperangah ketika potensi laut Indonesia mampu dimanfaatkan negera lain. Hal ini merupakan sebuah koreksi besar terhadap kebijakkan kemaritiman kedepan. Perlunya pengoptimalan potensi sumber daya kemaritiman merupakan PR besar bagi bangsa Indonesia. 


Jika kita melihat potensi sumber daya kemaritman mulai dari geografis Indonesia yang mempunyai latar belakang sebagai Negara kepulauan mempunyai luas lautan 80%. Posisi geografi Indonesia berada pada lalu lintas perdagangan dunia. Setiap hari ratusan bahkan ribuan kapal baik kapal dagang maupun militer melintas di perairan Indonesia melalui Sea Lanes of Communication (SLOC) serta Sea Lines of Oil Trade (SLOT). Selain itu menurut Hasil Penelitian Richardson 2008 menunjukkan bahwa sekitar 70 % produksi minyak dan gas berasal dari lautan .  Selain itu Berdasarkan data kementrian kelautan dan perikanan, potensi sumber daya ikan tangkap 6,4 juta ton pertahun. Data-data diatas menunjukkan besarnya potensi sumber daya kemaritiman yang ada di Indonesia. Dari latar belakang tersebut perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak untuk dapat mengoptimalkan potensi sumber daya kemaritiman yang dimiliki oleh Indonesia. 


Dalam hal ini yang perlu kita ingat bersama 2015 merupakan awal di berlakukannya AFTA (Asean Free Trade Area) yang akan berdampak sangat signifikan bila Indonesia tidak mampu sadar akan potensi sumber daya kemaritiman yang dimiliki, karena jika kita melihat bagaimana kebijakkan Asean. Maka dalam hal ini yang diuntungkan adalah Negara-negara berkembang dan tentunya Negara miskin di dalam ASEAN karena selama ini ASEAN dilihat dari sisi ekonomi terbagi seolah dalam beberapa kelompok 1)Negara yang mengalami “Significantly transformed economies” yang bisa disejajarkan dengan Negara maju yaitu Singapura, 2)Negara dengan “Emerging Economies” yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan VietNam, dan 3) Negara yang termasuk ke dalam “poorest nations” di dunia seperti Laos, Myanmar dan Kamboja . Hal inilah yang perlu di perhatikan oleh Indonesia dalam menghadapi AFTA kedepan. Jangan sampai Indonesia hanya di keruk hasilnya tanpa kita mendapatkan keuntungan dari kebijakkan tersebut. Hal ini nampaknya merupakan PR bersama dalam rangka menghadapi AFTA kedepan.


Untuk itu perlunya kebijakkan pengelolaan potensi sumberdaya kelautan Indonesia yang mengacu kepada sistem pengelolaan keberlanjutan. Dalam hal ini tentunya di perlukan sebuah sistem yang terintegrasi satu dengan yang lainnya dari hulu hulu hingga hilir. Untuk itu dalam melakukan kebijakkan tersebut konsepsi “Blue ekonomi” menjadi sebuah gagasan besar agar terciptanya sistem yang integral. Konsepsi “Blue Economi” merupakan sebuah gagasan yang memiliki esensi yakni, belajar dari alam, logika ekosistem dan Inovasi dan kreatif.  Adapun dalam menuju sebuah konsep pengembangan “Blue Ekonomi” ada beberapa yang harus mampu kita perhatikan, yakni Efisiensi Alam, tanpa Limbah, multi revenue, pendapatan naik, lapangan kerja naik. Faktor-faktr tersebut di dukung oleh Modernisasi Industri Hulu, Modernisasi Industri Hilir yang akan mempunyai dampak kepada kenaikkan nilai tambah penghasilan dalam pengelolaan potensi maritime Indonesia. Ditambah lagi dengan konsep Minapolitan yakni basis kawasan pertumbuhan sesuai dengan potensi kedaerahan yang harapannya dapat menunjang kebijakkan-kebijakkan nasional. Harapanya kedepan Indonesia dapat menyadari potensi kemaritiman yang ada dan pemerintah dapat menjalankan kebijakkan-kebijakkan yang terintegrasi. 


Semangat pemuda semangat maritime Indonesia

Renaldi Bahri Tambunan

Presiden APMI (Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply