Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » » » Universitas Maritim Menanam Benih, Membangun Maritim Indonesia



Ajari Kami sejarah agar kami tau dari mana kami akan melangkah
Ajari Kami budaya agar kami tau negri ini penuh dengan karya
Ajari Kami semangat agar berjuang, menjadi sebuah tekat
Sebuah tekat untuk membangun Maritim Indonesia,

Sajak Pemuda  Maritim


Sumber daya manusia merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki bangsa Indonesia.  Data sensus penduduk tahun 2010 menyatakan bahwa penduduk indonesia  berjumlah 237.641.326. Kondisi geografis Indonesia terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Lautan Pasifik dan Lautan Hindi, antara benua Asia dan benua Australia, dan pada pertemuan dua rangkaian pergunungan, iaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterranean. Secara garis besar indonesia dihimpit oleh dua benua yakni Asia dan Australia, dan dua Samudra Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Luas wilayah Indonesia= -+ 5.180.053 km2 . Terdiri dari Total Luas Daratan = 1.922.570 km2, dan Luas Lautan = 3.257.483 km2. Dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa 2/3 luas wilayah indonesia adalah lautan. Nampaknya tidak salah jika seharusnya orientasi pembangunan indonesia sebagai sebuah Negara yang memilki kekuatan dibidang Kemaritiman.

Sejarah bangsa indonesia mencatat hadirnya mentri kordinator kemaritiman semenjak Kabinet Kabinet Kerja III dan Kabinet Kerja IV Era Soekarno yang dipimpin oleh Johanes Leimena 1962-1964. Kemudian dilanjutkan dengan Kabinet Dwikora I dan Kabinet Dwikora II yang dipimpin oleh Ali Sadikin 1964-1966. Namun, sayangnya hampir selama 48 tahun indonesia tidak memilki kementrian kordinator bidang maritim. Barulah di Era Kabinet Kerja Jokowi-JK Menko Maritim hadir kembali untuk memimpin 4 kementrian yakni Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jadi tidak heran jika maritim indonesia meredup hampir selama lima dekade terakhir.

Mengembalikan semangat maritim Indonesia bukanlah perkara mudah, lima dekade bukan waktu yang sebentar, perlu sebuah proses panjang untuk mengembalikan kesadaran bangsa indonesia sebagai bangsa maritim. Dalam upaya mengembalikan karakter kemaritiman bangsa perlu adanya sebuah system yang terintegrasi antar generasi, bukan hanya untuk saat ini, namun untuk maritim indonesia di masa depan. Dalam hal ini peran pendidikan memilki andil yang cukup besar terwujudnya karakter kemaritiman anak bangsa. Pendidikan kemaritiman yang sudah pudar menjadi latar belakang utama bangsa indonesia kehilangan regenerasi dibidang maritim.

Sebuah gagasan yang di prakarsai oleh Nada Soraya Djayakusuma menyampaikan bahwa untuk membangun martim Indonesia, Universitas Maritim Indonesia merupakan hal yang sangat mendesak. Pendidikan maritim merupakan hal penting yang harus segera dilakukan guna mengembalikan karakter generasi muda bangsa kembali kepada karakter Maritim. Dalam upaya hal tersebut Nada menyampaikan sudah 15 tahun dirinya berjuang untuk mendirikan Universitas Maritim Indonesia, namun selalu mengalami kendala besar. Bahkan pernah disampaikan dalam sebuah diskusi bahwa kurikulum pendidikan maritim menjadi sub kurikulum artinya disamakan dengan kursus menjahit. Menyentak memang ketika keahlian maritim yang seharusnya menjadi dasar kebangkitan Indonesia namun, pendidikan maritim di nomor duakan. Padahal pendidikan merupakan dasar dari terbentuknya karakter kemaritiman generasi penerus. Pendidikan membangun karakter kemaritiman seharusnya dapat dibentuk semenjak usia dini. Artinya pondasi pemikiran dan karakteristik generasi penerus bangsa harus dimulai semenjak Taman Kanak-kanak. Hal tersebut dilakukan agar karakter kemaritiman tertanam pada jiwa generasi penerus bangsa semenjak kecil, pada usia dinilah fase paling mudah membentuk karakter kemaritiman. Integrasi pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA merupakan sebuah pondasi dasar untuk mencetak generasi penerus maritime yang tangguh. Mimpi besarnya adalah ketika dimasa depan anak-anak Indonesia bukan lagi bercita-cita sebagai seorang pilot, namun anak-anak Indonesia bercita-cita sebagai seorang nahkoda.

Kurikulum Universitas Maritim Indonesia merupakan dasar terbentuknya karakter generasi penerus perjuangan maritim. Nada menjelaskan Kurikulum UMI (Universitas Maritim Indonesia) diambil dari kepentingan Bangsa untuk memilki SDM yang handal dibidang Kemaritiman khususnya perekonomian. Kita perlu mendidik sumber daya manusiapelaut dengan visi niaga yang baik, sehingga mengetahui bahwa eksport dan import tidak bisa sembarangan. Untuk itu perlu didirikannya Fakultas Pelayaran Niaga. Selanjutnya saat ini di Indonesia belum memilki Jurusan ataupun Fakultas yang khusus membahas tentang Hukum Laut. Padahal hukum laut merupakan sebuah dasar untuk terciptanya kedaulatan dilaut. Hukum Laut  adalah hukum yang mengatur laut sebagai obyek yang diatur dengan mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan dan kepentingan seluruh negara termasuk negara yang tidak berbatasan dengan laut secara fisik (Landlock Countries) guna pemanfaatan laut dengan seluruh potensi yang terkandung didalamnya bagi umat manusia sebagaimana yang tercantum dalam UNCLOS 1982, beserta konvensi-konvensi Internatioanal yang terkait langsung dengan nya.

Kemudian yang sering luput dari perhatian kita adalah saat ini kita belum mampu mendefinisikan antara hukum laut dengan hukum maritim. Seperti penjelasan diatas bahwasannya hukum laut mengatur laut sebagai objek yang diatur dengan mempertimbangkan segala aspek kehidupan dan kepentingan seluruh warga negara, dan bukan hanya terkait secara fisik. Sedangkan ketika kita bicara Hukum maritim (Maritime Law ) adalah hukum yang mengatur tentang pelayaran dalam arti transportasi laut dan kegiatan yang terkait dengan pelayaran atau kenavigasian, baik yang termasuk hukum perdata maupun hukum publik. Sesuai dengan kamus hukum “Black’s Law Dictionary”, bahwa maritime law itu adalah badan hukum yang mengatur perdagangan laut dan navigasi, transportasi, awak kapal  dan kelautan secara umum; peraturan yang mengatur kontrak, kesalahan dan klaim kompensasi pekerja yang timbul dari perdagangan atau atas air. Untuk itu perlu adanya sebuah fakultas hukum laut yang akan berbicara secara kompleks tentang hukum laut, dalam upaya menanggulangi tumpeng tindih kebijakkan perundangan yang ada dilaut.

Selain itu tentunya UMI (Universitas Maritim Indonesia) akan berperan dalam mengembangkan teknologi kemaritiman seperti Fakultas yang akan berperan dalam bidang jasa maritime dan bangunan lepas pantai. Hal itu dilakukan dalam upaya mendorong kebangkitan maritim Indonesia. Namun, untuk awalan  dalam perencanaan awal UMI (Universitas Maritim Indonesia)  akan membentuk Fakultas pelayaran Niaga, Fakultas Hukum Maritim dan Fakultas Bio Teknologi Kelautan. Harapanya seiring berjalannya gagasan tentang kemaritiman yang kompleks UMI kedepan dapat mengakomodir semua dasar keilmuan maritim yang di butuhkan Indonesia. Agar kedepan Indonesia mampu memiliki penerus perjuangan maritim yang tangguh dalam membangun maritim Indonesia.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply