Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » » » » » » » Muara Baru akan 'Disulap' Jadi Pasar Ikan Modern


Pemuda Maritim - Kantor Perum Perikanan Indonesia nampak jauh lebih sederhana ketimbang kantor BUMN pada umumnya. Tidak ada resepsionis cantik yang menyambut kedatangan para tamu, hanya seorang satpam bertugas sendiri siang itu.

Beberapa langkah dari lobi gedung berlantai empat, di sana ruangan Direktur Utama berada. Sedikit kaget, ruangan Agus Suherman, Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) tidak terlalu besar dan jauh dari kesan mewah.

Tibalah saat mata mulai terbelalak ketika berkeliling melihat kegiatan bisnis di atas lahan BUMN perikanan ini. Ratusan kapal yang membawa hasil tangkapan dari berbagai wilayah perairan RI tengah tertambat ke dermaga.

Para ABK sibuk membongkar muatan puluhan ton ikan cakalang beku sebesar paha orang dewasa. Lanjut menuju fasilitas stasiun pengisian bahan bakar solar terapung, pengolahan air bersih hasil osmosis air laut, fasilitas perbaikan kapal, pembangunan cold storage ‘raksasa’, hingga melihat dari ketinggian seluruh pemandangan di ujung Ibu Kota negara ini yang sibuk dengan kegiatan perikanan.

Agus menjelaskan kegiatan bisnis Perindo dan segudang rencana pengembangannya di atas menara suar. Kemudian Ia memandang ke laut lepas sambil berkata, "Laut adalah masa depan RI," ucap pria berusia 40 tahun itu.

Perindo sempat tercatat sebagai BUMN ‘dhuafa' tanpa mampu menghasilkan laba sebelum 2013. Namun kini situasi berubah. Berikut ini petikan wawancara Agus kepada detikFinance bagian kedua.

Apa hal baru dari pengelolaan pelabuhan perikanan di Muara Baru?
Total luas lahan kami di sini 110 hektar dengan 40 hektar merupakan kolam pelabuhan. Pada 2013 saya masuk. Lahan yang darat 70-75 hektar itu 90% sudah disewakan dengan pihak ketiga dalam jangka waktu cukup panjang yaitu 30 tahun. Jadi kita harus susun strategi pengembangan.

Bagaimana kita perbaiki alat produksi yang sudah dibangun sejak tahun 1980-an. Pabrik es sudah rusak, cold storage sudah rusak, semua sudah rusak.

Uang kita terbatas, perusahaan sakit bahkan minus cukup besar. Kita melihat ini dengan segala potensi yang besar dengan cara SDM kita perbaiki, alat produksi kita perbaiki, bisnisnya kita transformasi.

Kinerja keuangan kita perbaharui dengan sinergi BUMN, pinjaman bank, apa saja yang bisa kita lakukan. Sambil mengembangkan bisnis-bisnis baru. Kecil-kecil pun kita harus garap, misalnya tadi produk olahan. Sampai akhirnya 2013 akhir kita sehat rapor triple A (AAA) dan laba naik 500%.

Selain itu, peningkatan sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tahun 2015 desain Pasar Ikan Modern dijadwalkan selesai. Tahun 2016 akan dimulai pembangunan Pasar Ikan Modern di Muara Baru dengan dana APBN dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan pola sinergi BUMN.

Pasar tersebut akan mampu menampung kawasan Muara Baru untuk fasilitas cold storage, gudang perbaikan alat tangkap yang kami namai pengembangan tahap pertama.

Kami juga sedang melakukan penambahan dan memperbesar fasilitas untuk bisnis jasa layanan. Di Muara Baru misalnya, akhir 2015 ini akan siap beroperasi cold storage baru berkapasitas 5.000 ton. Sebelumnya yang kami punya hanya berkapasitas 600 ton.

Satu yang betul-betul baru yaitu pembangunan unit pengolah air laut menjadi air bersih atau sea water reverse osmosis (SWRO). Oktober ini, pembangunan fisik SWRO sudah selesai, dan sedang commisioning. Nantinya, SWRO ini akan bisa memasok air bersih 1.500 meter kubik per hari dan akan memperkuat lini bisnis dalam jasa layanan air bersih.

Pembenahan serupa juga dilakukan di cabang-cabang. Infrastruktur untuk tiga sektor bisnis standar akan dibangun di cabang seperti pabrik es, cold storage dan SPDN (penyalur bahan bakar solar untuk nelayan). Kalau sudah ada bangunannya, bisa diperbaharui agar kapasitasnya naik. Kalau belum ya harus dibangun.

Bangunan-bangunan tua dan kumuh di dekat dermaga tambat labuh mau dihilangkan?
Bangunan di seberang pendaratan kapal itu kan gudang penyimpanan dan cold storage. Itu sudah tua, nantinya bangunan kumuh nggak ada lagi. Kita sudah desain mau bangun yang baru berlantai tiga. Lantai satu untuk gudang penyimpanan, lalu lantai dua untuk cold storage dan lantai tiga untuk pasar. Kapal bersandar, ikan dibongkar masuk gudang, naik cold storage dan bisa jual beli.

Kapan realisasi membangun cold storage berkapasitas 10.000 ton?
Cold storage sudah mulai kami bangun yang berkapasitas 5.000 ton tahun ini di Muara Baru dan akan selesai di akhir tahun ini. Kemudian di Lamongan, Rembang, Pati, Pekalongan, Cirebon, Belawan, Pemangkat, Merauke akan dibangun di tahun 2016. Sebagian menggunakan dana PMN tahun 2015.

Selain cold storage, kami juga membangun pabrik es baru berkapasitas 5.000 liter yang sebelumnya hanya 1.500 liter. Cold storage yang 10.000 ton itu yang akan terintegrasi tiga lantai dengan gudang dan tempat jual beli.

Apa strategi pengembangan bisnis jasa pelabuhan perikanan?

Rata-rata kapal yang tertambat di sini ada 300-400 kapal per hari. Keluar masuk sekitar 100 kapal. Kita akan tambah luas tambat kapal. Akan kami perpanjang lagi ujungnya. Ini momentum yang bagus, semua fasilitas akan kita perbaiki.

Docking atau tempat repair kapal kita perbesar dengan investasi Rp 40 miliar. Hampir semua kapal butuh docking sebelum kembali melaut. Saat ini kapasitas hanya muat 2 kapal. Antriannya sudah sampai 300 kapal.

Kita akan buat 12 kapal. Di Belawan awalnya tidak ada dan saat ini kita akan bangun kapasitas 16 kapal dengan invetasi Rp 40 miliar, lebih murah karena pakai sistem gendong atau slipway.

Kalau rata-rata pengerjaan satu kapal memakan waktu 7 hari, maka kita bisa kerjakan total lebih dari 1.000 kapal sehari. Di Lamongan rencana membangun fasilitas docking dengan kapasitas 8 kapal. Teknisi banyak bisa masyarakat sekitar dan SMK, itu bisa menyerap tenaga kerja.

Kemudian air bersih kita sudah bisa fasilitasi produksi sendiri dengan SWRO tadi. Per hari kapasitas produksi air 1.500 ton. Kebutuhan di sini 6.000 ton. Kalau bisnis ini setiap hari mendatangkan uang. Laba dari ini saja bisa Rp 1,4 miliar per bulan. Nilai investasinya total Rp 33 miliar lengkap dengan jaringannya.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply