Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Peran HACCP Dalam Pengembangan Industri Perikanan Global

PemudaMaritim-Perkembangan zaman menuntut semua aspek di zaman ini berjalan dengan regulasi yang jelas dan menguntungkan. Dalam hal ini termasuk bidang perikanan, dimana salah satu misi dari Presiden Republik Indonesia adalah menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia, bukan menjadi hal yang meragukan lagi ketika memilih sektor perikanan sebaga salah satu bidang yang diunggulkan sekarang, hal ini dipilih berdasarkan daya keberlanjutan sumberdayanya, karena sector minyak bumi sudah tidak bisa diandalkan akibat ketersediaannya yang semakin hari terus berkurang. Sektor perikanan dijadikan unggulan karena kecepatannya memperbarui suatu siklus dalam keberlanjutannya dan memiliki nilai lebih dari sisi gizi untuk masyarakat. Permasalahan-permasalahan bidang perikananpun masih terus dibenahi guna mencapai hasil yang diinginkan, beberapa permasalahan yang muncul antara lain illegal fishing, kualitas mutu standar produk perikanan, regulasi peraturan dan perizinan dll. Dalam kesempatan ini lebih banyak membahas tentang sektor pengolahannya secara global, bahwa Indonesia memiliki peran penting dan peran strategis dalam menciptakan sebuah industry perikanan dengan potensi sumberdaya dan wilayah yang melimpah.
Sektor perikanan global maka muncul sebuah paradigma terkait dengan industry hasil perikanan, sumber ikan di dunia terbagi menjadi dua sektor yaitu perikanan tangkap dan perikanan budidaya, kedua sektor ini memiliki dua fungsi yaitu ikan sebgai natural resource dan ikan sebgai bahan pangan, dari kedua fungsi ini diyakini Indonesia mampu berpera aktif terhadap perikanan global.
Ikan sebgai natural resource dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kelestarian biota dan perizinan penangkapan, ketiga hal ini saling mendukung antara satu dengan yang lain kelestarian lingkungan akan sangat mempengaruhi ketersediaan biota-biota yang hidup di wilayah-wilayah yang lingkungannya mendukung untuk perkembangbiakan biota tersebut, adapun sertifikat penangkapan adalah bentuk legalitas terhadap penangkapan ikan dari sektor perikanan tangkap, karena dengan adanya catch sertificate maka aturan dalam penangkapan sudah ditetapkan seperti ukuran ikan, alat yang di gunakan menangkap, fishing ground penangkapan dan lain-lain.
Ikan Sebagai bahan pangan memiliki tiga factor yang terus diperhatikan yaitu penjagaan kualitas produk, traceability, dan keamanan pangan. Ketiga faktor inipun saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, dimana  dalam industry perikanan yang harus dijaga adalah kualitas dan keamanan produknya, traceability yang merupakan penyususran asal muasal bahan baku yang akan di produksi, terlebih lagi dengan melihat persaingan industry di bidang olahan.
Dua fungsi yang tercantum dalam paradigma industry perikananpun saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya ikan sebagai natural resource mempengaruhi ikan sebagai bahan pangan, kualitas yang diharapkan industry perikanan global akan dipengaruhi oleh lingkungan yang di ciptakan karena berhubungan dengan keamanan pangan yang diminta sebagai salah satu persyaratan tingkat global yang harus di penuhi dalam menciptakan sebuah industry perikanan, sehingga kedua fungsi ini akan saling berhubungan dan tidak bisa di pisahkan.
Memenuhi persyaratan tingkat global adalah sebuah keharusan, karena masyarakat sekarang yang cenderung konsumtif memiliki syarat yang tinggi terhadap keamanan dan pemenuhan gizi akan sebuah produk, terlebih dengan melihat ikan adalah bahan makanan yang perishable food sehingga akan mempengaruhi keamanan dan gizinya. Dari sini diperlukan sebuah sistem yang terkelola guna menjaga keamanan dan kualitas. Dalam bidang industry pengolahan perikanan dikenal dengan adanya SSOP (Standar sanitation operating procedure) yang mengurus terkait dengan persayaratn sanitasi yang di terapkan dalam poses produksi, GMP( Good Manufacturing Practice) merupakan cara memproduksi produk yang baik, dua hal ini merupakan prinsip dasar dalam penerapan HACCP (Hazard Analitical Critical Control Poin).
HACCP adalah suatu sistem yang digunakan untuk menilai bahaya dan menetapkan sistem pengendalian yang focus pada pencegahan. HACCP menekankan artinya mutu dan keamanan pangan. Dengan cara mengantisipasi timbulnya bahaya pada poin yang sangat peka terhadap resiko. HACCP bukan merupakan suatu cabang ilmu melainkan penerapan dari suatu metode proses pencegahan bahaya yang mengarah pada keamanan pangan. Spesifikasi penerapan HACCP merupakan salah satu persyaratan mutlak dan wajib harus dimiliki oleh UPI atauindustri perikanan sebagai syarat untuk memperoleh HC (Health Sertificate) sebelum melakukan ekspor hasil produk perikanan hal ini menurut Dr. Ir. Widodo Farid Ma’ruf. M.Sc. Apabila persyaratan SSOP, GMP, HACCP, dan HC telah terpenuhi maka dapat menciptakan Industri perikanan berdaya saing tinggi yang outputnya akan menghasilkan devisa bagi Negara pengekspor dan menciptakan ketahanan pangan dunia.
Irma Dwi Desi Fajar Aslamulloh
Mahasiswa S1 Teknologi Hasil Perikanan UNDIP

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply