Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » Tim WFQR Tanjung Balai Karimun Gagalkan Perompakan MV. Marvin


Pemuda Maritim Tim Western Fleet Quick Respons (WFQR) Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menggagalkan upaya perompakan kapal MV. Merlin di perairan Selat Malaka pada (22/10/15) lalu. Perampokan yang dilakukan oleh 5 orang menggunakan kapal pancung itu berhasil dikejar oleh Tim WFQR setelah menerima laporan intelijen mengenai kondisi MV Marvin yang terancam.

Berdasarkan informasi yang diterima Jurnal Maritim dari Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), hasil operasi intelijen mendapatkan info target operasi tengah bergerak dengan menggunakan kapal pancung yang diawaki oleh 5 orang. Selanjutnya tim WFQR 4 Tanjung Balai Karimun langsung bergerak ke Pulau Parit dengan menggunakan searider dan boat patroli guna mengecek keberadaan mereka.

Sekitar pukul 04.30 Wib, tim WFQR mendapat info bahwa MV. Marvin telah dinaiki 5 orang  dengan beberapa barang hilang seperti crane spin bearing, main bearing, dan thrust bearing toll set. Sehingga tim yang seketika melihat pancung milik pelaku langsung melaksanakan pengejaran.

Melihat patroli tim WFQR,  pancung kemudian dikandaskan dan tim berhasil menangkap 1 orang pelaku atas nama M.Zakir dengan berbagai barang bukti. Sementara yang lainnya berhasil melarikan diri. Kemudian pelaku dibawa ke Lanal Tanjung Balai Karimun untuk ditindak lanjuti.

Selanjutnya, tim WFQR tetap melaksanakan pengejaran pelaku lainnya  ke perkampungan, perbukitan dan hutan di pulau Parit. Tepat pukul 13.00 Wib tim berhasil menangkap 1 orang pelaku atas nama bayu, yang kemudian dari keterangannya berhasil menunjukan rumah kediaman  M. Zakir. Di mana rumah itu menjadi pos tempat menaruh barang curian.

Tidak hanya di rumah M. Zakir, ternyata barang hasil curian juga disembunyikan di gubuk tengah hutan. Pada penggeledahan gubuk tersebut juga ditemukan barang curian lainnya. Setelah itu, Tim WFQR berhasil menangkap Warman yang turut dalam aksi perompakan MV. Marvin. Didapat keterangan tambahan darinya mengenai jumlah dan part number spearpart MV.Marvin yang hilang sesuai dengan barang bukti yang ditemukan pada saat penangkapan dengan.  Ditaksir harga part number spearpart itu mencapai Rp1,2 milyar. Sedangkan total keseluruhan barang bukti yang ditemukan diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Jarak kejadian pencurian MV.Marvin dengan tempat ditangkapnya para pelaku di Pulau Parit sekitar 9,2 Nm. Ditaksir  kecepatan pancung pelaku mencapai 37 Knot. Dari informasi kejadian MV.Marvin sampai berhasil ditangkapnya pelaku hanya dalam durasi 15 menit. Hasil pendalaman pelaku, diperoleh identitas 7 orang pelaku yang terdiri dari 3 orang warga Pulau Parit, 4 orang dari Jakarta.

Barang curian selama ini dikirim ke Jakarta untuk dipasarkan. Sampai dengan berita ini diturunkan, intelijen Koarmabar masih dalam pengejaran 4 pelaku yang kemungkinan merupakan pelaku kejahatan dan bertindak sebagai penadah. Dari laporan intelijen Koarmabar, diperkirakan mereka sudah beraksi dalam sindikat ini selama 1 tahun.

Dengan keberhasilan penangkapan ini, Tim WFQR Koarmabar telah membuktikan bahwa perairan Selat Malaka yang terkenal rawan akan aksi perompakan telah berangsur aman. Hal itu pun sesuai dengan janji Pangarmabar Laksda TNI A. Taufiq yang menjamin bahwa Selat Malaka merupakan zona aman dan para penggunanya tidak perlu khawatir lagi saat melintas selat teramai di dunia itu. Smbr

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply