Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Aparat Akan Usir Nelayan Tanpa Ijin Masuki Laut NTT

Pemuda Maritim - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Abraham Maulaka mengatakan setiap nelayan dari luar NTT yang tidak memiliki izin menangkap akan ditindak.

"Kalau mereka tidak punya izin ya harus kita tindak. Apalagi nelayan-nelayan dari luar yang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan," katanya di Kupang, Senin (02/11/2015).

Banyaknya laporan dari masyarakat khususnya nelayan asal NTT terkait semakin banyak kapal-kapal dari luar NTT yaang menangkap ikan menggunakan pukat hari mau atau cantrang membuat DKP NTT beserta pihak keamanan laut AL bertekad untuk membasminya.

Hal ini terbukti dengan penangkapan dua kapal pengguna pukat harimau beberapa waktu lalu dari Jawa Timur yang menangkap ikan di perairan Laut Sawu yang menjadi daerah konservasi.

"Saya sudah bertemu dan berbicara dengan pihak keamanan laut kita, untuk memantau wilayah perairan kita. Apalagi selama ini nelayan-nelayan kita yang harus bertindak sendiri untuk menghalau nelayan-nelayan pengguna pukat harimau tersebut," tuturnya.

Aksi nelayan-nelayan NTT yang nekat mengusir nelayan-nelayan pengguna pukat ini menurut Abrahan justru dapat mencelakai diri sendiri sehingga proses pengawasan laut walaupun dengan fasilitas kapal yang tidak mencukupi.

Saat ini, Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VII hanya memiliki dua kapal yakni Kal Kembang dan KRI Weling sementara satu kapal bantuan lagi belum tiba di Kupang.

Sedangkan polisi perairan Polda NTT hanya memiliki empat buah kapal patroli yang digunakan untuk mengawasi perairan NTT yang luar ini.

Anggota DPRD NTT Gabriel Suku Kotan mengatakan Lantamal VII Kupang dan pihak keamanan lain masih minim akan fasilitas serta armada untuk patroli mencegah pengguna pukat harimau.

"Saya rasa alasan Lantamal VII bahwa kurangnya armada wajar-wajar saja. Bagaimana mungkin petugas keamanan laut kita bisa bekerja secara maksimal jika fasilitas yang dimiliki sangat minim," ujarnya.
Sumber : rimanews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply