Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Deputi IV Kemenko Maritim Joy Sailing bersama Wartawan dengan KRI Arung Samudera

Pemuda Maritim - Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya dalam hal ini Deputi IV bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim yang dipimpin oleh Safri Burhanuddin melakukan Joy Sailing dengan para wartawan di perairan Teluk Jakarta, Rabu, (4/11/2015). Menurut Safri, Joy Sailing ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara Deputi IV Kemenko Maritim dan SD dengan para wartawan serta dalam rangka untuk membentuk budaya maritim.

“Kami sengaja mengajak kawan-kawan untuk berlayar dengan KRI Arung Samudera ini agar dapat merasakan bagaimana rasanya berlayar dan melihat langsung aktivitas di kapal dalam rangka membentuk budaya maritim,” ujar Safri kepada para wartawan.

Dalam upaya mencapai poros maritim dunia sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sambung Safri, kegiatan berlayar merupakan hal penting dalam upaya pencapaian itu. Karena menurutnya, dengan berlayar apalagi menggunakan kapal layar seperti KRI Arung Samudera ini semakin cepat dalam membentuk karakter maritim.

“Dengan berlayar ini rasakan bagaimana rasanya mabuk laut, kalau tidak mabuk berarti belum dikatakan berlayar,” guraunya.

Dengan seperti itu, cita-cita dalam mencapai negara maritim akan semakin terwujud. Ditambah lagi pada saat masyarakat khususnya generasi muda mengerti betul makna poros maritim dunia. “Kalau dari 10 orang ditanya tentang arti poros maritim dunia maka 11 orang yang menjawab baru dikatakan kita berhasil, tetapi kalau hanya 5 orang yang menjawab dan sisanya tidak tahu, berarti kita gagal,” katanya dengan penuh keakraban bersama para wartawan.

Lebih lanjut, pria asal Sulawesi Selatan itu menerangkan bahwa budaya maritim merupakan sikap kita yang terbentuk pada saat mana kita mampu bergotong royong dan bahu membahu dalam mengelola kekayaan maritim kita. Hal itu tercermin pada saat melakukan pelayaran menggunakan kapal layar yang menandakan kerja sama dan berkerja keras dalam tim.

Oleh karena itu, Deputi IV Kemenko Maritim dan SD kembali membuka ekspedisi bagi pemuda dalam berlayar mengarungi lautan. Kali ini dinamakan Ekspedisi Arung Samudera mengingat kegiatan itu menggunakan KRI Arung Samudera sebagai kapal latih tempat menggembleng para pemuda.

“Ekspedisi Arung Samudera ditujukan untuk peringatan Hari Nusantara 2015 di Banda Aceh. Rute yang dilalui nanti dari Jakarta menuju Batam, kemudian Batam menuju Belawan baru menuju Banda Aceh dan kembali dengan rute yang sama,” bebernya.

Setelah sukses dalam penyelenggaraan Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 dengan menggunakan KRI Banda Aceh-593 dan 86 Kapal Perintis kemudian dilanjutkan dengan Ekspedisi Sail Tomini yang juga menggunakan KRI Arung Samudera, maka Deputi IV Kemenko Maritim dan SD yang bertanggung jawab terhadap pembentukan SDM Maritim tentunya tidak melewati momen pada Hari Nusantara tahun ini. Yakni dalam menyelenggaran pelayaran bertajuk pembinaan maritim bagi pemuda.

Selanjutnya, Safri memfokuskan program Deputi IV dalam bidang SDM Maritim ialah dengan mempersiapkan sertifikat pelaut bagi pelaut Indonesia yang saat ini masih banyak belum memiliki sertifikat berstandar internasional.

“Masih banyak pelaut kita yang bekerja di luar negeri belum memiliki sertifikat pelaut berstandar internasional sesuai ketentuan IMO (International Maritime Organization-red). Sehingga hal itu akan berdampak pada standar gaji para pelaut kita,” tandasnya.

Melalui program penyiapan sertifikat hingga tahun 2016 itu, maka Deputi IV Kemenko Maritim dan SD berkomitmen untuk menaikan taraf hidup para pelaut Indonesia. Karena meskipun para pelaut Indonesia sudah memiliki pengalaman layar selama 20-30 tahun namun belum memiliki sertifikat internasional gajinya masih dibawah rata-rata.

“Kebanyakan gaji mereka di luar negeri hanya sekitar 300-500 USD, padahal seharusnya mereka bisa mencapai 4000 USD bila memiliki sertifikat,” pungkasnya.

Dalam pelayaran itu, dirinya didampingi oleh para jajarannya di Deputi IV Kemenko Maritim dan SD. Sedangkan para wartawan selaku undangan turut menikmati pelayaran yang berawal dari Dermaga JICT menuju Pulau Damar, Kepulauan Seribu tersebut.

Sementara KRI Arung Samudera yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) I Nyoman Armenthia itu sebelumnya kapal ini bernama “Adventure” jenis “3-Mast-Gaffelschoner” buatan tahun 1991 di Auckland, Tauranga, New Zealand. Panjang kapal keseluruhan 39,40 m, lebar 6,45 m, kedalaman (draught) 2,60 m, luas layar 434 m2, kekuatan mesin 2 x 148 PS Ford-Diesel.

Kapal ini pernah belayar mengelilingi dunia semenjak 14 April 1996 selama satu tahun satu bulan saat dikomandani oleh Letkol Laut (P) Darwanto (saat ini Pangarmatim). KRI Arung Samudera telah melawat ke Kepulauan Coccos (Australia), Seychelles, Yaman Selatan, Arab Saudi, Mesir, Italia, Spanyol, Prancis, Maroko, Kepulauan Karibia, Panama, Meksiko, Hawaii (Amerika Serikat), Jepang, Hong Kong dan Singapura.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply