Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Dispenal Bantah Berita Armada Tempur TNI AL ke Natuna

Pemuda Maritim - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama (Laksma) M. Zainudin membantah kabar TNI AL kerahkan tujuh armada tempur ke Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau karena kondisi Laut China Selatan yang kian memanas. Hal tersebut disampaikan melalui pesan singkatnya kepada Jurnal Maritim saat menanggapi maraknya broadcast mengenai pengiriman armada tempur tesebut.

“Mohon tidak dibesar-besarkan bahwa berita itu sepotong ambil dari latihan PPRC sepotong ambil dari patroli rutin wilayah barat. Kalau digabungkan seolah-olah kita menyiagakan armada tempur. Padahal tidak, kita hanya melaksanskan patroli rutin sepanjang tahun di wilayah rawan,” ujar Kadispenal.

Sejak Minggu pagi (8/11/15), broadcast tersebut ramai beredar di social media, sehingga masyarakat yang mengetahui itu semakin gempar dan gaduh serta mempercayai akan ada perang besar yang Indonesia terlibat di dalamnya.

Belum lagi ada himbauan dalam bentuk broadcast yang berisikan perintah kepada satuan tempur untuk bersiaga. Berikut bunyi himbauan itu sesuai yang diterima melalui pesan singkat.

Yth para Dansat pur, Banpur, Kowil, Intel. Diperintahkan TMT 6 November 2015, seluruh satuan melaksanakan siaga I. Seluruh personel siap gerak dengan perlengkapan tempur dengan bekal protap. Seluruh alutsista disiagakan. Senjata perorangan, senjata kelompok dan amunisi BP agar disiapkan. Kendaraan siap gerak dengan tangki penuh. Tidak ada pengecualian baik personel maupun materiil. Setiap saat ada perintah gerak dari Panglima TNI, maka harus dapat dilaksanakan dengan cepat. Diorganisir satuan malam ini, menjadi satuan tugas.

Demikian isi perintah tersebut yang semakin membuat ramai para jejaring sosial. Lebih lanjut, Kadispenal membalas kabar tersebut seraya menenangkan untuk dapat berfikir bijak agar tidak terkecoh dengan berita-berita hoax.

“Itu tidak ada dan itu tidak benar. Tidak usah khawatir dan ketakutan,” kata Zainudin menenangkan.

Sampai saat ini kedaulan laut dan perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih tetap terjaga, dan belum ada ancaman dari luar.

Lulusan AAL tahun 1987 ini menjelaskan, soal adanya kapal patroli di Kepulauan Natuna memang benar, karena itu sudah protap. Dimana di kawasan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), setiap hari TNI AL mengerahkan 20 sampai 23 kapal patroli untuk mengamankan wilayah Barat Indonesia. Dan untuk wilayah Timur Indonesia juga demikian.

“Di Natuna yang masuk wilayah Koarmabar ada tujuh kapal. Tiga kapal lakukan patroli dan empat stanbay, dan itu ganti-gantian,” pungkasnya.

Memang wajib baik TNI maupun setiap warga negara untuk waspada di mana sewaktu-waktu dapat terjadi ancaman dan serangan dari negara luar. Dan berdasarkan Pasal 30 UUD 45 semuanya berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara guna menjaga setiap jengkal tanah NKRI agar tidak dicaplok oleh negara lain. Namun di sisi lain tetap harus tenang dan berfikir jernih agar tidak salah arah.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply