Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Kampung Deret Nelayan Dinilai Tak Berpihak ke Nelayan

Pemuda Maritim - Rencana pembangunan kampung nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah, oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dinilai belum berpihak pada nelayan.

“Programnya bagus, kalau tepat sasaran. Tapi kok kayaknya cuma mbombong-mbombongi (menyanjung) ya? Persoalannya, kalau alat tangkap yang menjadi unggulan nelayan dilarang, itu kan membuat nelayan tidak nyaman,” ujar Ketua Front Nelayan Bersatu Kota Tegal, Tambari Gustam kepada Metrotvnews.com, Sabtu (31/10/2015).

Seharusnya, kata Gustam, pemerintah mempermudah urusan nelayan. Ia mencontohkan, pengurusan administrasi atau surat-surat kapal yang selama ini masih ambigu. Selain itu kesalahan administrasi yang seharusnya diproses secara perdata, dianggap pidana.

“Pengurusan surat-surat kapal yang dikelola oleh tiga lembaga pun masih ambigu. Karena, masing-masing lembaga mempunyai regulasi yang berbeda antara lembaga satu dengan lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Riswanto, pemilik kapal di Muara Reja. Ia berpendapat, kampung nelayan sudah ada sejak dulu. Jika hendak dibangun, justru akan membuat nelayan tidak nyaman. Ia meminta nelayan jangan dikriminalisasi, dan pembangunan kampung nelayan jangan menjadi persoalan baru bagi nelayan di Kota Tegal.

Pemerintah akan membangun Kampung deret nelayan di Pulau Tirang, sebelah barat Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Kota Tegal. Proyek percontohan kampung nelayan itu melibatkan akademisi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan suntikan dana tanggung jawab sosial salah satu BUMN.
Sumber : metrotvnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply