Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Kapal Layar Menjadi Kapal Latih untuk Membangun Karakter Maritim

PemudaMaritim-Setelah pembukan pra pelayaran ARSA dalam rangka hari nusantara ke Aceh dilanjutkan dengan sharing sekaligus mendengarkan paparan dan cerita mengenai fungsi Kapal layar Tiang Tinggi dalam mempersatukan eropa oleh Capten Gita Ardjakusuma. Pasalnya Capt Gita Ardjakusuma merupakan intruktur yang telah melahirkan banyak komandan kapal latih TNI AL. Dari berbagai cerita yang disampaikan olehnya agenda sail jika memang dijalankan dengan benar mampu menjadi solusi untuk mempersatukan pemuda bangsa sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap maritim.
Disampaikan oleh capt Gita bahwa dahulu masyarakat Eropa salaing bermusuhan satus ama lain, antara jerman, belanda, perancis, inggris dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan sebagai salah satu latar belakang mengapa perang dunia kedua akhirnya muncul. Kemudian selanjutnya diceritakan olehnya ada sebuah inisiatif dan dan gagasan untuk merubah kapal dagang menjai kapal layar tiang tinggi yang difungsikan sebagai kapal latih untuk mempersatukan bangsa-bangsa yang sebelumnya pernah berkonflik.
Capt Gita melanjutkan “Sampai pada akhirnya disetujui agenda tersebut naiklah menjadi satu kapal pemuda-pemuda dari inggris, belanda, jerman, perancis dan lain sebagainya kedalam satu kapal. Barulah dikapal tersebut dengan agenda-agenda yang dapat mempersatukan akhirnya pasca turun kapal mereka membuat sebuah inisiasi yakni uni eropa. Ini menjadi salah satu acuan untuk indonesia dapat memulai sesuatu yang baru terutama dalam upaya mengatasi kenakalan remaja yang saat ini melanda para generasi muda.”

Dirinya juga menceritakan mengapa kapal layar tiang tinggi mampu mempunyai peran yang cukup signifikan dalam mempererat persatuan. Pertama dikapal semua orang dituntut untuk mampu tertib dan memiliki etika, karena kondisi kapal ditengah laut kita tidak bisa egois. Selain itu rasa tengang rasa yang dimiliki oleh amsing-masing personel juga harus di pupuk karena mengingat keterbatasan amunisi kapal mulai dari makanan, air bersih, dan lain sebagainya. Kemudian selanjutnya ketika menarik layar tidak akan sanggup jika menaikan dan menurunkan layar sendirian karena sngat berat.
“Tentunya dengan begitu kerjasama antar personil sangat dibutuhkan. Belum lagi jam jaga kapal yang biasanya dilakukan selama 4 jam sekali oleh piket perkelompok, untuk dapat menjaga kondisi kapal tetap dalam arus pelayaran, kemudian juga dalam rangka menjaga menjaga kebersiahan kapal.”ungkap Capt Gita
“Nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan kerjasama mampu dipupuk dengan maksimal jika ada diatas kapal. Diatas kapal tidak bisa sembarangan karena kita berada ditengah laut. Selanjutnya kapal juga sebagai sarana memperkuat karakter dan jiwa maritim yang kuat karena diatas kapal layar barulah terasa bagaimana terjangan ombak yang selama ini didarat tidak kita dapatkan. Menciptakan karakter maritim yang saat ini sangat diperlukan jika memang pemerintah serius melakuakan revolusi mental dan poros maritim dunia, kapal layar menjadi salah satu srana untuk mewujudkan semua itu,” tutupnya


Capt. Gita Arjakusuma adalah pelaut Indonesia yang berhasil melayarkan kapal tradisional Phinisi Nusantara dari Indonesia ke pantai barat Amerika sejauh 11.000 mil selama 67 hari. Tekadnya menghadapi gelombang dan menerjang badai, sungguh luar biasa. Hingga ia berhasil mendaratkan Phinisi dengan selamat dan turut mengharumkan nama dan bangsa Indonesia di pameran internasional Vancouver Expo 1986. (http://www.indonesiawaters.com/)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply