Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Kartu BBM Nelayan Diprediksi Sulit Terealisasi

Pemuda Maritim - Program Pemprov Jawa Tengah untuk memfasilitasi nelayan dengan kartu Bahan Bakar Minyak (BBM) Nelayan diprediksi sulit terealisasi.

Hingga saat ini, baru 800 kartu yang tercetak dari 3.500 kartu yang diajukan Dinas Kelautan danPerikanan (Dislutkan) Jepara.

Hal ini disinyalir lantaran dari proses pendataan hingga pencetakan kartu secara keseluruhan diampu oleh Pemprov secara langsung. Dinas terkait di daerah hanya membantu data, dan kemudian membagikan kartu tersebut kepada nelayan melalui masing-masing kelompok nelayan.

Ketua Kelompok Nelayan Bumiharjo, M Rofiq Sunarto mengeluhkan belum jelasnya realisasi kartu BBM Nelayan yang didata berdasarkan jumlah kapal dan perahu ini.

Menurutnya, kepastian realisasi ini diperlukan agar ada kejelasan mengenai aturan pembelian bahan bakar solar bagi nelayan. “Halini penting agar tidak terjadi kesalahan pemahaman mengenai aturan pembelian solar. Baik dari nelayan, penyedia bahan bakar hingga aparat penegak hukum. Dengan kartu BBM Nelayan, maka aturannya jelas,” terang Rofiq.

Kepala Dislutkan Jepara melalui Kabid Perikanan Tangkap Isnan Haryoko menerangkan, sampai saat ini, memang baru sebagian kecil kartu yang sudah tercetak dan sudah diterima oleh dinasnya.

Dari 3.500 yang sementara ini sudah diajukan, baru 800 kartu yang tercetak. Pendataanpun masih terus dilakukan. Misalnya, di Karimunjawa, dari 900 lebih kapal nelayan, baru 500 yang didata.

“Kami memang hanya membantu soal data. Pembagian kartu tentu menunggu semuanya selesai. Tak mungkin 800 kartu yang sudah ada dibagikan lantaran pertimbangan sosial,” urainya.
Sumber : suaramerdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply