Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan NTT Belum Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Pemuda Maritim - Kepala Bidang Pemasaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan NTT Verry K Boekan mengatakan sampai saat ini, nelayan di daerah itu belum ada yang menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

"Padahal beberapa waktu lalu bertepatan dengan penyerahan beberapa buah kapal kepada nelayan-nelayan NTT, kami sudah menggelar sosialisasi bagi beberapa perwakilan nelayan," katanya di Kupang, Kamis (26/11).

Dalam sosialisasi tersebut, kata dia, memang hanya sekitar 40an perwakilan nelayan dari berbagai daerah di NTT yang hadir dan diharapakan nelayan-nelayan tersebut bisa membantu mensosialisasikan kepada rekan kerja mereka.

Namun hingga saat ini, belum ada satupun nelayan asal NTT yang mau bergabung menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, padahal menurutnya pemerintah telah memberikan bantuan serta fasilitasi bagi para nelayan yang disebut sebagai tenaga kerja bukan penerima upah.

Ia mengakui belum berminatnya para nelayan di NTT untuk bergabung menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan karena masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan ke seluruh wilayah pesisir di NTT, mengingat provinsi tersebut memiliki pulau-pulau yang berjauhan.

"Tetapi disamping itu juga kami kewalahan dalam mengumpulkan kartu identitas dari semua nelayan di NTT. Sebab terkadang banyak kartu identitas yang nomor induk kependudukannya tidak sesuai dengan nama dari pemilik kartu tersebut," ujarnya.

Da meminta bantuan agar pihak Dinas Kelautan dan Perikanan mengumpulkan KTP dari semua nelayan sehingga pendataannya juga dapat dilakukan.

Ia mengatakan berbagai hal telah dilakukan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan NTT untuk menarik minat dari sejumlah nelayan NTT untuk ikut menjadi anggota BPJS.

Bahkan, lanjutnya, usai melakukan sosialisasi Verry sendiri sudah memberikan kartu nama serta nomor telepon agar jika ada kesulitan bisa menanyakan kepada pihak BPJS soal apa yang belum dimengerti.

"Bahkan beberapa waktu lalu, saya sempat mengontak salah satu nelayan untuk menanyakan ketersediaannya untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan, namun jawabannya hanya kepada masih mengumpulkan KTP," ujarnya.

Ia mengharapkan agar di awal tahun 2016 nanti jumlah pengguna BPJS Ketenegakerjaan dari nelayan mulai terdata dan bergabung, sebab jika bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan, para pendaftar cukup hanya membawa KTP serta melampirkan kartu keluarga.

"Ini demi melindungi keluarga dari nelayan-nelayan itu sendiri. Kalau ingin mendaftar tidaklah susah, cukup membawa KTP dan kartu keluarga saja, setelah itu kami proses, dalam beberapa menit sudah bisa berfungsi dan aktifnya dalam waktu tiga hari kerja," ujarnya.
Sumber : .beritasatu.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply