Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Pabrik Tak Beroperasi, Nelayan Lhokseumawe Terpaksa Beli Es ke Medan

Pemuda Maritim - Pabrik es batangan untuk nelayan di Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh dilaporkan rusak.

Bahkan, aset di pabrik yang dibangun 2009 lalu itu telah dijarah. Akibatnya, nelayan di Lhokseumawe terpaksa membeli es batangan dalam jumlah besar di Medan Sumatera Utara atau di Kabupaten Pidie, Aceh.

Salah seorang nelayan, M Zakaria kepada Kompas.com, Minggu (22/11/2015) menyebutkan dirinya sangat kesulitan membeli es batangan dalam jumlah besar.

“Idealnya segera dibangun pabrik es untuk nelayan. Sehingga bisa terpenuhi kebutuhan nelayan. Untuk Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong saja ada 2.000 lebih nelayan,” sebut Zakaria.

Pihaknya berharap keluhan itu segera diatasi oleh pemerintah. Sehingga nelayan bisa melaut secara maksimal.

“Jika ingin melaut dalam waktu lama, maka kami harus menstok es sebanyak mungkin,” ujarnya.

Dia meminta agar pemerintah sesuai dengan program Presiden Joko Widodo yaitu fokus pada dunia maritim termasuk memperhatikan kebutuhan nelayan.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe Rizal mengatakan pabrik es itu dibangun senilai Rp 2 miliar.

“Dulu pabrik itu diserahkan pengelolaannya pada pihak ketiga. Belakangan manajemen pihak ketiga ini kacau, sehingga pabrik berhenti beroperasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya tahun depan akan membangun pabrik es baru di kawasan di kawasan Blang Mangat Lhokseumawe, Aceh. Pabrik yang menelan biaya Rp 2,5 miliar itu berkapasitas 20 ton per hari.

“Pabrik yang ada ini akan kita perbaiki lagi dan pengelolaannya kita benahi. Pabrik es baru terus kita tambah, karena memang itu yang sangat dibutuhkan nelayan, mengingat Lhokseumawe adalah kawasan pesisir,” pungkasnya.
Sumber : kompas.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply