Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Pantai Kolbano di NTT, Tetap Cantik Meski Tak Berpasir

 

Pemuda Maritim - NTT punya pantai yang begitu unik, namanya Kolbano. Berbeda dengan pantai kebanyakan, Kolbano nyaris tak berpasir. Tapi tepiannya dipenuhi batuan yang cantik.

Pantai Kolbano ada di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Butuh perjuangan ekstra untuk sampai ke pantai cantik ini karena waktu tempuhnya sekitar 3-4 jam! Kami mulai perjalanan ini dari hotel di Pasir Panjang pada pagi hari, agar punya banyak waktu saat sampai di sana.

Kondisi jalan menuju Pantai Kolbano cukup memacu adrenalin karena di beberapa tempat jalannya berkelok-kelok. Naik turun bukit dengan tanjakan dan turunan yang terbilang tajam. Pemandangan di sepanjang jalan cukup beragam, mulai dari hutan dengan daun yang berguguran karena musim kemarau, sungai yang mengering, sawah, serta perkampungan penduduk dengan rumah sederhana berdinding bambu dan beratapkan daun lontar.

Akhirnya setelah perjalanan yang melelahkan, sampai juga kami di Pantai Kolbano. Kami tidak langsung menepi melainkan menuju sebuah tanjakan untuk melihat Pantai Kolbano dari ketinggian. Setelah itu barulah kami kembali ke bibir Pantai Kolbano.

Kami sangat beruntung karena pada saat itu tidak ada wisatawan lain, sehingga serasa pantai pribadi. Selain itu kami juga bisa berlindung di sebuah gazebo yang keberadaannya hanya satu saja di pantai ini.

Setelah makan siang kami mencoba bermain di pantai yang cukup unik ini. Mengapa unik? Karena biasanya sebuah pantai memiliki pasir putih atau warna lain di tepiannya. Tapi tidak begitu dengan Pantai Kolbano.

Di tepi pantai dihiasi kerikil warna-warni yang lembut dengan ukuran sebesar jari kelingking hingga kepalan tangan. Bentuknya pun unik, ada yang bulat, lonjong, oval, kubus, prisma dan lain-lain. Lebih menarik lagi, warnanya juga beragam.

Selain batu warna-warni, daya tarik Kolbano adalah keberadaan batu raksasa di sebelah kanan pantai. Menurut bapak penjaga pantai yang saya temui, nama batu itu adalah Fatu Un dan katanya bisa dipanjat dengan hati-hati.

Memang tidak mudah mencapai puncaknya. Saya pun hanya berhenti sampai setengah dari batu ini karena sangat terjal dan tidak ingin mengambil resiko. Lagipula dari tempat saya berpijak, sudah cukup untuk mengambil foto panorama Pantai Kolbano lengkap dengan gradasi warna birunya.

Pantai Kolbano memang indah dan unik. Namun sayangnya belum diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Dari sepengamatan saya, selain gazebo tempat kami berteduh, belum ada lagi fasilitas lainnya seperti toilet dan musala.

Untuk toilet sendiri harus pakai toilet umum milik warga setempat. Selain itu juga belum ada warung yang menjual makanan sehingga jika ingin ke sini sebaiknya membawa bekal sendiri.

Ada hal lainnya yang mengusik keindahan pantai ini yaitu penambangan liar batuan atau kerikil warna-warni oleh penduduk sekitar, serta pengambilan batu oleh pengunjung. Banyak saya lihat karung-karung berisi penuh kerikil warna-warni yang siap untuk dikirim ke luar. Sebaiknya ada aturan pemerintah terkait hal ini supaya kelestarian alam di Pantai Kolbano tetap terjaga.



«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply