Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Peringati Hari Perikanan Nasional Jurusan Perikanan Undip Gelar Seminar Nasional

PemudaMaritim-Semarang, 21 November 2015 telah diadakan kegiatan Seminar Nasional dengan tema “Penguatan Sektor Perikanan Menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN”, adapaun pemateri adalah para alumni dari FPIK UNDIP sendiri. Pematerinya adalah Ir. Haris Muhtadi (General Manager Aquafeed), Nur Imam S,S.Pi (Direktur PT. Bangkit Segera Sejahtera), Ir. Sudiarso (Direktur CV. Kurnia Mitra Makmur) serta Kepala PPS Cilacap Ir. Wahid, M.Si yang dimana beliau merupakan ketua dari Kerapu (Keluarga Alumni Perikanan Undip). Kegiatan ini merupakan rangkai dari Diesnatalis Jurusan Perikanan Undip yang ke 47, adapaun yang bertindak sebagai ketua pelaksana adalah Dr.Ir.Suryanti,MPi. Selain para dosen yang menjadi panitia inti, kegiatan ini juga melibatkan himpunan mahasiswa perikanan KMP (Keluarga Mahasiswa Perikanan) serta para mahasiswa lainnya. Hampir 400 mahasiwa perikanan maupun mahasiswa luar dari perikanan menghadiri kegiatan seminar ini, acaranya juga menjadi ajang temu alumni mahasiswa perikanan. Kegitan berlangsung dari pukul 07.30 s.d 11.45 WIB bertempat di Auditorium FPIK UNDIP. Turut hadir Dekan FPIK, PD 1 dan PD 3 serta ketua lembaga mahasiswa.

Dalam penyampainan materi seminar Ir. Wahid, M.Si menyampaikan mengenai perlunya meningkatkan daya saing dan daya juang menghadapi MEA, salah satunya adalah dengan meningkatkan kulitas SDM. Baik dikalangan mahasiswa maupun didunia kerja, adapun yang sudah beliau terapkan adalah dengan mengadakan penyuluhan pada setiap-setiap stekholder perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Menurut penuturannya tingkat daya saing SDM Indonesia mengalami kemunduran dimana sekarang berada pada posisi 41 dari 60 negara (Survei Kompas) padahal dulu Indonesia mampu menduduki posisi 25. Adapaun untuk memperbaiki hal tersebut adalah dengan meningkatkan konsumsi perkapital terhadap produk perikanan, saat ini konsumsi perikanan Indonesia 30 kg/kapital/tahun. MEA disepakati sejak tahun 1997 di Kuala Lumpur Malaysia, bukan waktu yang singkat bukan ? akan tetapi karena kebijakan demi kebijakan yang ada dinegara ini akan terus mengalami perubahan dari setiap kepemimpinan yang berganti. Oleh karenya, beliau berharap nantinya setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh siapapun pemimpinnya adalah merupakan keberlanjutan dari kebijakan pemimpin sebelumnya.

Ir. Haris Muhtadi dalam pemaparannya menengkankan mengenai Industri perikanan, dimana beliau berharap nantinya setiap lulusan perikanan mampu membawa Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara Asean dalam dunia perindustrian perikanan. MEA akan membawa kita dalam persaingan yang begitu ketat, bukan hanya tantangan MEA persaingan global pun tidak dipungkiri akan sangat berpengaruh kepada Indonesia. Pergerakan Tiongkok dan India perlu kita waspadai dan kita jadikan parameter dalam pembangunan perindutrian perikanan Indonesia. Mahasiswa harus siap bersaing ketika lulus dari universitas, oleh karenya perlu persiapan sejak dini untuk menghadapi persaingan paska kampus.

Ir. Sudiarso lebih menekankan kepada sektor budidaya perikanan Indonesia, dimana budidaya perikanan sekarang ini akan bersiap mengahadapi persaingan dengan negara-negara Asia tenggara dan Global terutama negara Vietnam. Produksi budiaya perikanan Indoensia memang banyak apabila dihitung-hitung, akan tetapi jumlah produksi saat ini belum memenuhi kebutuhan pangan dalam negri. Ikan yang sangat berpeluang eksestensinya dan menguntungkan pelaku budiaya perikanan adalah ikan Patin atau secara global dikenal dengan ikan Dory. Produksi ikan Dory bisa masuk kesemua kalangan sosial, baik kalangan bawah maupun kalangan menengah keatas.

Nur Imam S,S.Pi bercerita mengenai bagaimana membangun kampung nelayan di Betahwalang Demak, beliau menekankan kepada mahasiswa untuk lebih dekat dengan masyarakat dan mulai berkativitas dengan masyarakat untuk menerapkan setiap ilmu yang didapat dari bangku kuliahan. Beliau juga membuka selebar-selabarnya bagi mahasiswa yang berniat belajar di perusahaannya, menurut beliau mahasiswa harus memperbanyak kegitan kerja praktek. Salah satu langka yang harus dirintis oleh penyelenggara pendidikan yang dalam ini adalah perguruan tinggi adalah dengan dibentuk ”Lab Schol”. Lab School adalah ruang kerja praktek mahsiswa yang lebih kepada kegiatan profesi, tujuannya adalah menghilangkan kegugupan mahasiswa ketika pasca kampus. Pembangunan Lab School bisa bekerja sama dengan berbagai lembaga atuapun perusahaan dibidang perikanan.


Harapannya dengan mengahdirkan para Alumni yang sudah sukses dibidangnya mampu memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang sedang menempuh studi untuk menghadapi MEA atupun persaingan global pasca kampus. Mahasiswa diharapkan memebrikan inovasi-inovasi didunia perikanan, daya saing perlu ditingkatkan mulai dari sekarang. Skala kecil persaingan saat ini adalah bersaing antar satu univeristas dengan universitas lainnya, peranan penyelenggara pendidikan perguruan tinggi dan semangat meningkatkan kulitas mahasiswa akan menjadi modal pembangunan perikanan Indonesia. [HW]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply