Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » PORMAR ITS Usulkan Tujuh Parameter Poros Maritim Dunia

Pemuda Maritim - Sudah satu tahun, program tersebut direncanakan, disiapkan dan diimplementasikan, namun belum nampak progres yang berarti. Pemerintah belum mampu menyajikan informasi yang valid sampai berapa prosen realisasi dari program tersebut.

Konsep pembentukan Indonesia menjadi poros maritim dunia terdiri dari lima pilar utama, seperti yang pernah disampaikan Presiden dalam KTT-EAS. Kelima pilar tersebut, yaitu: pembangunan kembali budaya maritim Indonesia; komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut; komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim; melakukan diplomasi maritim untuk membangun bidang kelautan; dan membangun kekuatan pertahanan maritim.

Dengan lima pilar utama di atas, masih bersifat kualitatif sehingga diperlukan road map yang jelas dan terukur, melalui parameter sebagai alat ukur untuk menilai atau mengawal efektivitas pelaksanaan program “Indonesia Menjadi Poros Maritm Dunia”.

Berangkat dari sinilah PELOPOR MARITIM INDONESIA yang disingkat PORMAR Indonesia, sebuah lembaga kajian di bidang maritim yang beranggotakan para pakar maritim mayoritas alumnus Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), tergerak memberi usulan untuk membantu pencapaian Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia.

PORMAR mengusulkan Tujuh Paramater keberhasilan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan kata lain visi tersebut tercapai jika kondisi berikut ini terpenuhi, yaitu:

Pertama, Budaya Maritim sudah menjadi jiwa hidup rakyat Indonesia, parameternya 70 % GDP berasal dari laut. Kedua, Indonesia menjadi eksportir hasil budidaya laut terbesar seluruh dunia. Ketiga, Indonesia berdaulat atas Pangan Laut dan energi dari laut artinya tidak adaimpor produk laut seperti garam dan lain-lain.

Keempat, Biaya Logistik murah, parameternya harga komoditas sama atau beda tipis di setiap daerah di Indonesia. Kelima, Laut Indonesia aman dan nyaman menjadi pusat bisnis maritim dunia, parameternya tidak ada pencurian ikan, sabotase, perampokan, pembajakan, subversi, penyelundupan, narkotika.

Keenam, Diplomasi Internasional telah diikrarkan bahwa ALKI 1, 2, 3, merupakan Alur Pelayaran International yang lebih besar dari terusan Suez, Terusan Panama maupun Gibraltar, termasuk dampak ekonominya.

Ketujuh, Secara nominal finansial, pemerintah dapat memperoleh pendapatan per tahun dari sektor maritim sebesar 171 miliar dollar USA atau setara dengan Rp. 2.376,9 triliun apabila nilai kurs 1 dollar USA = Rp. 13.900,- yang meliputi sub sektor perikanan, wilayah pesisir, bioteknologi, wisata bahari, minyak bumi dan mineral, energi, transportasi laut, dan industri maritim. Nilai ini melebihi RAPBN 2016 yang hanya sekitar Rp. 1.822,5 triliun.

Menurut Direktur Eksekutif PORMAR, Siswanto, MT walaupun lembaga kajian yang dipimpinnya ini belum dideklarasikan secara resmi, namun usulan ‘Tujuh Parameter Poros Maritim Dunia’ di atas sudah melalui tahap pengkajian dan diskusi secara matang dan menjadi kado Hari Pahlawan.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply