Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» »Unlabelled » Ribuan Nelayan Indramayu Belum Terlindungi

Pemuda Maritim - Ribuan nelayan di Kabupaten Indramayu tak memiliki perlindungan dari risiko kerja tatkala mereka melaut. Padahal, pekerja sektor informal ini sangat berisiko mengalami kecelakaan, bahkan hingga meninggal dunia.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli di Pantai Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massasya dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, Selasa (17/11/2015). Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan pembagian 1.000 kartu BPJS Ketenagakerjaan dan penyaluran kredit usaha rakyat untuk 17 nasabah BNI senilai Rp 3,13 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan, pemerintah pusat tengah giat meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia. Hal itu dibuktikan dalam satu tahun ke belakang, pemerintah pusat bertindak keras terhadap pelaku illegal fishing.

Hasilnya, kata Rizal, produksi perikanan nelayan Indonesia meningkat tajam. Meskipun demikian, harga ikan di pasaran dinilainya masih rendah, apalagi ketika musim panen ikan.

Selain itu, Rizal pun menyoroti minimnya perlindungan dan kesejahteraan nelayan Indonesia, termasuk Indramayu. Menurut dia, selain risiko kecelakaan yang tinggi, masih banyak nelayan yang terlalu menggantungkan pinjaman kepada tengkulak agar bisa melaut.

Untuk itu, Rizal pun meminta BPJS Ketenagakerjaan lebih gencar lagi melakukan pendekatan kepada nelayan agar menjadi peserta. Di samping itu, dia pun berharap BNI dapat mengambil alih utang nelayan kepada tengkulak dengan program KUR-nya.

"Tidak ada negara yang rakyatnya sejahtera jika pekerjanya tak terlindungi kesejahteraannya," tuturnya.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massasya memaparkan, saat ini pekerja di Indonesia jumlahnya 112 juta. Dari jumlah itu, 45 juta pekerja formal, sedangkan 77 juta ada di sektor informal. Pekerja di sektor informal itu, 34 persen adalah petani dan nelayan.

"Banyak pekerja di sektor informal yang belum mendapat perlindungan, padahal nelayan berisiko tinggi ketika melaut," ucapnya. Oleh karena itu, BPJS berinisiatif memberikan bantuan iuran kepada 1.000 nelayan di Indramayu selama enam bulan ke depan.

Dengan adanya bantuan stimulus iuran dari BPJS Ketenagakerjaan ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pemerintah, masyarakat, dan nelayan akan pentingnya memiliki perlindungan terhadap risiko pekerjaannya. Menurut dia, dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, nelayan mendapat perlindungan kecelakaan kerja dan kematian.

"Jika nelayan mengalami kecelakaan kerja, BPJS akan menanggung pengobatannya hingga sembuh. Jika meninggal, ahli waris akan mendapat santunan kematian sebesar Rp 16,2 juta, santuan berkala yang diberikan sekaligu Rp 4,8 juta, dan beasiswa pendidikan bagi anaknya sebesar Rp 12 juta," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengaku siap melakukan percepatan penyaluran penyaluran KUR bagi nelayan di Jawa Barat dengan bersinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan. Dia menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp 3,2 triliun hingga akhir tahun 2015.

"Dari 19 juta anggota BPJS Ketenagakerjaan, sebanyak 7 juta memenuhi syarat untuk mendapat KUR," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, BNI mengucurkan KUR sebesar Rp 3,13 miliar untuk 17 penerima. Kucuran KUR diharapkan akan meningkatkan daya saing nelayan dan pelaku usaha di Indramayu.

"Hingga akhir September 2015, BNI telah menyalurkan kredit ke sektor kemaritiman sebesar Rp 9,8 triliun," ucapnya. (Asep Budiman/A-147)
Sumber : pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply