Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Selamatkan Pantai Matras, Nelayan Teriak Tolak Masuknya KIP

Pemuda Maritim - Para nelayan dan masyarakat di Kelurahan Matras merasa resah dengan isu akan masuknya kapal isap produksi (KIP) dan yang beroperasi di perairan Pantai Matras Sungailiat.

Sebagian besar masyarakat dan nelayan di Kelurahan Matras menolak keberadaan KIP tersebut.

Mereka kembali mengelar spanduk penolakan KIP yang akan beroperasi di wilayah Perairan Pantai Matras ini.

"Yang diinginkan nelayan, kami pekerjaan di daerah laut, terbebas dari segala bentuk kerusakan sehingga bisa mencari nafkah. Dampaknya jelas hasil tangkapan berkurang. Untuk operasi dekat KIP hasil tangkapan nelayan menurun sekitar 90 hingga 100 persen. Terumbu karang rusak akibat lumpur. Biasanya hasil tangkapan nelayan berlimpah," sesal Iwan, nelayan di Kelurahan Matras kepada bangkapos.com, Kamis (12/11/2015) di Tambatan Perahu Pantai Matras.

Sebelum KIP dan Kapal Keruk (KK) masuk menurutnya tangkapan cumi pas musimnya saat bulan terang bisa belasan kilo dalam satu malamnya. Bahkan sekarang tidak pernah ada lagi ada, setelah KIP dan KK beroperasi.

Iwan yang sudah 15 tahun berprofesi sebagai nelayan, menilai perahu nelayan daya tangkapnya hanya 4 mil, dimana keberadaan KIP dan KK sekarang semakin dekat dengan daerah tangkapan nelayan.

Penolakan ini juga disampaikan H Syamsu Budiman, pengusaha yang sekarang turun kelaut ini, baru saja pulang melaut dengan membawa satu ekor ikan tenggiri.

"Hari ini saja saya sudah habis 30 liter bensin hanya dapat satu ekor tenggiri apalagi ditambah KIP masuk," sesal Syamsu.

Sebelum ia mengatakan, sudah ada pertemuan di Polres Bangka dan di Gedung Sepintu Sedulang membahas soal akan beroperasinya KIP PT Sinar Logindo Alam (SLA) yang merupakan mitra PT Timah Tbk di Perairan Pantai Matras.

"Hasilnya tidak mengizin masuk karena kita khawatir bentok antara nelayan dengan KIP. Beberapa minggu ini kita dengar KIP ingin masuk ke Matras. Saya dan beberapa orang yang menolak memang tidak dilibatkan tetapi saya rasa nelayan mungkin 95 persen menolak, mayoritas nolak," ungkap Syamsu.

Dia berharap KIP jangan masuk di daerah perairan Pantai Matras karena banyak keluarga yang mengantungkan hidup sebagai nelayan. "Semenjak ekonomi dak menentu dollar tingg, masyarakat kembali ke laut. Ikan pun susah didapat dan daya beli masyarakat rendah," keluh Syamsu.

Menurutnya jangan sampai terjadi tindak anarkis dengan masuknya KIP di Perairan Matras.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply