Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Sidang IMO: Indonesia Ratifikasi Konvensi Air Ballast

Pemuda Maritim - Indonesia dan Maroko pada 24 November 2015 meratifikasi Ballast Water Management Convention, atau Konvensi BWM. Langkah kedua negara ini membuat Konvensi Air Ballast semakin mendekati fase pemberlakuan atau “enter into force”.


Seperti yang diberitakan Lloyd’s List, Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan dan Menteri Transportasi Maroko Azizz Rebbah, masing mewakili negaranya melakukan ratifikasi di sela-sela pelaksanaan Sidang Majelis IMO yang ke 29 di London, Inggris.

IMO (The International Maritime Organization) lazim mensyaratkan ukuran minimal tertentu agar sebuah konvensi menjadi Sah untuk diberlakukan. Saat ini konvensi BWM sudah diratifikasi oleh 46 negara bendera, dengan total tonase kapal mencapai 34,1 % dari jumlah tonase seluruh dunia. Untuk dapat berlaku, konvensi BWM harus mencapai tonase 35%. Jika tercapai, maka efektif berlaku 12 bulan kemudian.

Konvensi BWM bertujuan untuk melindungi perairan dari intrusi organisme laut asing yang ikut terbuang saat pertukaran air ballat kapal. Konvensi yang merupakan bagian dari Marpol ini mewajibkan kapal untuk melakukan pengolahan terhadap air ballat sebelum membuangnya ke perairan.

Indonesia meratifikasi konvensi setelah sebelumnya menjalani program peningkatan kapasitas yang diberikan MO bekerjasama dengan Norad (Norwegian Development Co-operation Agency) dan mendapat bantuan dari Globallast Programme, yang membantu negara-negara berkembang mengurangi resiko instrusi organisme laut melalui pertukaran air ballast kapal.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply