Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » TB Haeru Rahayu sampaikan Filosofi Deklarasi Djuanda

PemudaMaritim-Peserta pelayaran ARSA dalam rangka hari nusantara di aceh mendatang dipersiapkan semaksimal mungkin. Belajar dari pengalaman pelayaran Arsa pertama pada pelayaran Sail Tomini lalu, kemenkomaritim, TNI AL dan APMI mencoba untuk meminimalisir segala kekurangan yang terjadi. Dalam mempersiapkan segala keterbutuhan tersebut panitia menyiapkan materi mulai dari materi kebangsaan, sampai materi fisik dan teknik pelayaran sebagai bekal peserta dalam menghadapi pelayaran mendatang.
Pada hari pertama peserta yang berjumlah 14 orang dari berbagai wilayah indonesia disugukan materi filosofi mengenai deklarasi djuanda oleh TB Haeru Rahayu selaku Asdep bidang pendidikan dan pelatihan kemaritiman Kemenkomaritim dan SD. Peringatan hari nusantara pada 13 Desember mendatang merupakan peringatan hari deklarasi Djuanda yang mana memiliki makna sangat besar menganai diplomasi pengakuan wilayah laut indonesia.
Dijelaskan oleh oleh TB Haeru Rahayu “sebelumnya batas laut wilayah laut indonesia mengacu kepada TZMKO (Teritoriale Zee├źn en Maritieme Kringen Ordonantie) 1939 (TZMKO 1939) yang dalam peraturan zaman Hindia Belanda ini, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai”.
“pasca deklarasi Deklarasi Djuanda menyatakan bahwa Indonesia menganut prinsip-prinsip negara kepulauan (Archipelagic State) yang pada saat itu mendapat pertentangan besar dari beberapa negara, sehingga laut-laut antar pulau pun merupakan wilayah Republik Indonesia dan bukan kawasan bebas”, terangnya.
TB Haeru Rahayu menambahkan “Deklarasi Djuanda selanjutnya diresmikan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Akibatnya luas wilayah Republik Indonesia berganda 2,5 kali lipat dari 2.027.087 km² menjadi 5.193.250 km”.
“Artinya peran deklarasi djuanda sangat penting dalam permasalahan perbatasan sekaligus kedaulatan Indonesia, untuk itu wajar jika setiap tanggal 13 Desember kita bersama-sama mengadakan peringatan tersebut” ujar TB Haeru.
Ia juga menambahkan bahwa pentingnya filosofi deklarasi djuanda disampaikan sebagai dasar mengapa kita perlu memperingatinya.
“Jangan sampai kita menjadi generasi penerus yang tidak tau akan sejarah, ini penting sebelum kawan-kawan peserta nanti hadir sebagai perwakilan pemuda-pemuda maritim Indonesia di aceh dalam rangka peringatan hari nusantara”, tutup TB Haeru.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply