Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Cuaca Ekstrem, Nelayan Bulukumba Takut Melaut

Sejumlah nelayan tradisional di pesisir Kasimpureng dan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, memilih tak melaut akibat cuaca buruk.

Angin kencang dan tingginya gelombang menjadi kendala bagi nelayan karena mereka hanya menggunakan perahu kecil. Aktivitas nelayan hanya membersihkan perahu dengan mengecat ulang serta memperbaiki bagian perahu yang telah usang.

“Dari sekitar ratusan nelayan di pesisir Pantai Merpati dan Kasimpureng, diperkirakan hampir separuhnya atau sekitar 70 persen tak melaut akibat cuaca buruk,” kata Zainuddin, salah seorang nelayan di Kasimpureng, Senin (21/12/2015) sore.

Undung, sapaan akrab Zainuddin, mendapatkan informasi cuaca buruk langsung dari sesama nelayan, terutama di wilayah selatan dan sekitar Selat Selayar.

Meski demikian, nelayan yang menggunakan perahu bertenaga besar tak pengaruh kondisi cuaca. “Mayoritas nelayan di pesisir masih menggunakan cara-cara tradisional. Mereka hanya menggunakan perahu kecil,” tuturnya.

Menurut Undung, meskipun saat ini tak sedikit nelayan yang urung melaut, hasil tangkapan ikan akhir-akhir ini menujukkan grafik peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Para nelayan di Bulukumba tersebar di Kelurahan Bentengnge, Lingkungan Kasimpureng, Bialo, Pulau Liukang Bonto Bahari, Manjalling di Ujung Loe, serta Kassi Kajang.

“Hasil tangkapan ikan andalan nelayan yakni Tuna, Tengiri, Cakalang dan Bandeng. Mudah-mudahan kondisi cuaca bisa berangsur normal sehingga nelayan bisa kembali melaut,” tandasnya.

Terpisah, Sudirman (43) seorang nelayan berasal dari Kassi Kajang mengatakan, memang benar kondisi cuaca ekstrem diperkirakan mulai Desember dan mencapai puncaknya antara Januari dan Ferbuari.

Dia tak menampik jika bersamaan cuaca buruk saat ini banyak nelayan yang urung melaut. Dan beralih membantu tetangganya mengumpulkan rumput laut yang hanyut terbawa arus.

“Terlalu berisiko jika dipaksakan melaut dengan kondisi cuaca buruk saat ini,” kata Sudirman.
Sumber : pojoksatu.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply