Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Ini Alasan Nelayan Muara Angke Tolak Reklamasi

Pemuda Maritim - Ratusan nelayan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, menolak reklamasi Pulau G di kawasan Muara Karang, Rabu (2/12/2015) kemarin di depan Apartemen Green Bay Pluit.

Rohili (55) yang mengaku sudah menjadi nelayan sejak tahun 70-an di Muara Angke mengatakan, sejak zaman mendiang Presiden Soeharto, nelayan di kawasan Muara Angke tidak pernah digusur. Namun, kini mereka terancam dengan adanya proyek reklamasi.

"Kitakan nelayan hidupnya ya dari mencari ikan. Tapi kalau dibangun reklamasi, kita mau cari ikan dimana lagi? Ibaratnya laut itu kolam kita, kalau di obok-obok ya pada mati semua," ujarnya, Kamis (3/12/2015).

Hal serupa dikatakan Yogi (44) rekan seprofesi Rohili. Bahkan, ia menuding jika peristiwa matinya ribuan ikan di Pantai Ancol lantaran adanya proyek reklamasi.

"Jadi sekarang ikan mati disangkanya limbah, (padahal) itu matinya ikan karena lumpur akibat prooyek reklamasi," tukasnya.

Tak hanya Yogi, nelayan lain bernama Panji (26) juga menuding proyek reklamasi menyebabkannya kehilangan mata pencaharian.

“Sekarang melaut juga susah, ikan di laut mati. Bicara musim ikan, penghasilan saya enggak mati Rp 3 juta – Rp 15 juta sehari,” terangnya.

Kini, untuk menyambung hidup, Panji bekerja serabutan demi mendapatkan makan hari ini. Ia tidak bisa lagi melaut lantaran perahu dan jaringngnya rusak akibat proyek reklamasi.

"Sekarang boro-boro cari ikan, perahu saya berantakan noh gara-gara lautnya dangkal, abis pada bolong, jaring juga pada robek," gerutunya.
Sumber : .infonitas.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply