Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Marak, Nelayan Tangkap Ikan dengan Setrum

 ”Jika ikan di alur kali tersebut harus ditangkap dengan cara disetrum seperti itu, tentu merusak habitatnya karena ikan yang seharusnya masih bisa berkembang menjadi besar, akhirnya habis,” ujar Gono (40), warga Dukuh Gilis, Desa Sugiharjo, Kecamatan Kota Pati.

Alur kali yang semula berair bening sisa buangan dari areal persawahan di daerah jaringan irigasi Jratunseluna, kini berubah keruh karena mengandung lumpur.

Akibatnya ikan di sepanjang alur Kali Juwana dari hulu hingga hilir menjadi stres dan memilih untuk berlindung di tepian. Sebagian warga menyayangkan penangkapan ikan oleh nelayan dilakukan dengan menggunakan setrum atau ngetettersebut sebenarnya dilarang.

Terlebih, dari setiap perahu nelayan yang diawaki dua orang rata-rata menggunakan daya listrik dari aki sampai tiga buah yang dirangkai secara paralel.

Daya listrik itu cukup besar sehingga begitu dua bilah bambu yang bagian ujungnya dipasang kawat penghantar listrik dimasukkan ke dalam air, ikan besar maupun kecil semua tersengat aliran listrik.

Selepas itu nelayan tinggal menyeser ikan yang sudah dalam kondisi limbung.

Mencapai Ribuan

Masih beruntung, lanjut Gono, ikan yang berhasil ditangkap untuk saat ini baru jenis lundu, sehingga masih bisa berkembang lagi karena telurnya untuk satu ekor induk mencapai ribuan.

Tetapi terlepas dari hal tersebut, ia menegaskan, apa pun alasannya penangkapan ikan dengan menggunakan strum listrik meskipun dihasilkan oleh aki, seharus tetap dilarang.

Patut disayangkan, sebab selama ini terjadi pembiaraan dengan anggapan, asal tidak menangkap ikan dengan cara menebar pestisida. Dengan cara itu, semua isi alur kali dipastikan musnah. Tumbuhnya kesadaran akan terjadinya kerusakan habitat di alur kali hanya bisa datang dari para nelayan sendiri.

”Sebab, sepanjang musim di alur kali tersebut banyak dimanfaatkan oleh masyarakat yang mempunyai kegemaran memancing, dan hal itu juga harus dihargai,” ucapnya.

Tono (45), nelayan asal Dukuh Ngantru, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, mengatakan, upaya menangkap ikan menggunakan setrum listrik adalah paling mudah, sebab jenis ikan apa pun jika tersengat aliran listrik pasti langsung limbung, dan tinggal menyeser.

Untuk berburu ikan lundu saat alur Kali Juwana meluap akibat turunnya hujan di kawasan hulu, benar-benar dilakukan secara maksimal. ”Dari pagi hingga siang, tidak kurang dari 25 kilogram ikan jenis itu berhasil ditangkap, dan bila dijual harga per kilogram masih bisa mencapai Rp 10.000,” akunya.

Walau ada larangan, para nelayan di sepanjang alur Kali Juwana sejak Senin (30/11) lalu hingga kemarin marak menangkap ikan dengan setrum aki. Hal itu menyusul terjadinya luapan alur kali itu, untuk kali pertama akibat hujan di daerah hulu.
Sumber : suaramerdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply