Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Marinus, Nelayan Peraih Tiga Emas dan Pemecah Tiga Rekor

Pemuda Maritim - Nama perenang Indonesia, Marinus Melianus Yowei, sudah menjadi pusat perhatian sejak hari pertama ASEAN Para Games 2015. Dia saat ini sudah merebut sebanyak tiga emas sekaligus memecahkan tiga rekor.

Di hari pertama, Jumat (4/12/2015), Marinus yang turun di nomor 100 meter gaya dada putra kategori SB 13 berhasil menuai satu emas. Dia meraihnya dengan memecahkan satu rekor.

Catatan waktu Marinus, satu menit 14,79 detik, berhasil mengalahkan rekornya di Asian Para Games di Incheon, Korea Selatan, dengan waktu satu menit 17 detik.

Sehari berikutnya, Marinus dapat emas lagi. Dia yang ada di lintasan tiga saat berlomba di nomor gaya bebas 100 meter putra, juga mampu membukukan rekor. Catatan waktunya dengan torehan satu menit 1,17 detik di Stadion Akuatik, Singapura, tercatat sebagai rekor ASEAN Para Games.

Satu emas lagi disumbangkan oleh Marinus saat turun di kelas 50 meter gaya bebas putra masih di kategori S13. Dia mencatatkan waktu 27,11 detik, mengalahkan rekor dari perenang Indonesia lainnya, Max Tamaro, dengan catatan waktu 27,98 detik, yang dicatatkan saat ASEAN Para Games 2011 di Solo.

Jika melihat keseharian Marinus maka tak heran jika dia bisa menjadi perenang yang andal. Dia merupakan nelayan yang berasal dari Jayapura.

Satu kecelakaan bom ikan 11 tahun silam membuat fungsi indera penglihatan Marinus berkurang. Sempat mendapatkan perawatan selama satu bulan, Marinus sempat terpuruk. Dia mengungkapkan peran besar perenang paralympic asal Papua lainnya, Daniel Patay, yang punya peran besar dalam membantu dirinya bangkit.

"Kena bom ikan 11 tahun lalu, sempat satu bulan menjalani perawatan. Sempat down juga, tapi memang aku salah. Meski begitu, aku yakin Tuhan pasti punya rencana lain," ungkap Marinus kepada detikSport.

"Aku diajak oleh Daniel Patay, dia memberi semangat dan motivasi. Hingga aku bisa seperti ini. Dia mengajak saya untuk gabung NPC. Setelah itu, aku mulai menjadi perenang mulai dari Paparnas Kaltim," tambah perenang 27 tahun itu.

Usai keberhasilan di Singapura ini, Marinus pun mempersembahkan semua emas untuk keluarga yang tinggal di Jayapura.

"Emas ini untuk keluarga. Dengan prestasi seperti aku bisa membawa nama naama baik keluarga. Apalagi, aku harus jarang bertemu dengan mereka saat menjalani latihan selama setahun di solo," ujar perenang yang sudah memastikan satu spot di Paralympic di Rio de Janeiro tahun depan setelah menempati posisi enam di ajang IPC Swimming World Championships 2015 yang berlangsung di Glasgow, Skotlandi,a itu.
Sumber : detik.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply