Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » McKinsey: ASEAN Defisit Gas Alam di tahun 2030

Pemuda Maritim - Negara-negara ASEAN diperkirakan mengalami defisit gas alam pada akan Indonesia diprediksi akan mengimpor gas dalam bentuk LNG (Gas alam cair). Demikian salah satu kesimpulan laporan terbaru McKinsey Energy Insights yang bertajuk Global Gas Outlook to 2030.

Laporan McKinsey tersebut menyebutkan, mulai tahun 2015 dan 2030, negara-negara ASEAN diperkirakan akan semakin bergantung pada impor gas alam. Hal ini disebabkan permintaan gas alam di negara-negara ASEAN yang meningkat menjadi 239 bcm hingga tahun 2030, sementara pada kurun yang sama terjadi penurunan pasokan domestik menjadi 184 bcm. Secara global, pemintaan gas alam tumbuh besar 1.9% per tahun dan diperkirakan akan mencapai 4,700 bcmpa di tahun 2030.

McKinsey memperkirakan pertumbuhan yang kuat yang terjadi di semua negara akan mendorong permintaan terhadap gas alam. Brunei dan Vietnam diperkirakan mengalami pertumbuhan permintaan gas alam terbesar, masing-masing mencapai 3,3% dan 3,2%. Laporan yang juga menyebutkan bahwa Malaysia, Myanmar dan Brunei diprediksi akan tetap menjadi net eksportir. Sementara Thailand dan Indonesia diperkirakan membutuhkan tambahan sejumlah volume LNG dari import.

Tidak seperti di kawasan Eropa dan Amerika, dimana sektor transportasi menjadi penghela tumbuhnya permintaan gas alam, di kawasan Asean penggunaan BBM masih tetap mendominasi sektor transportasi. McKinsey memperkirakan kebutuhan sektor transportasi ASEAN terhadap gas alam akan tumbuh sebesar 1,8% per tahun. Permintaan terbesar tetap datang dari listrik dan industri.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Maritime and Energy Society (IMES), Adhi Prastowo, yang menarik dari laporan McKinsey tersebut adalah permintaan gas alam di India yang diperkirakan tumbuh sebesar 5.9% pertahun, sehingga menjadi 127 bcm pada tahun 2030. India yang enggan menggunakan gas pipa karena alasan keamanan tersebut akan menjadi potensi ekspor LNG bagi Indonesia.

Menurut Adhi, laporan McKinsey belum memperhitungkan pasokan dari blok Masela yang diperkirakan on stream pada tahun 2024. Produksi LNG dari blok Masela yang sebesar 10 MTPA, menurut Adhi dapat menutup defisit gas domestik Indonesia, bahkan untuk memenuhi ekspor.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply