Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Musim Angin Barat, Pasokan Ikan Nelayan Seret

Pemuda Maritim -Pasokan ikan ke tempat pelelangan ikan (TPI) mengalami kekosongan selama musim angin barat. Sebab, nelayan enggan melaut. "Sudah seminggu ini tidak ada lagi pasokan ikan ke TPI ini," kata Ketua KUD Misaya Mina Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Mansyur, Senin, 28 Desember 2015.

Musim baratan ini identik dengan embusan angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat membuat kapal terbalik. Ini membuat keselamatan nelayan terancam. Karenanya, tidak mengherankan selama musim baratan para nelayan cenderung enggan melaut sehingga pasokan ikan terganggu.

Menurut Mansyur, produksi ikan di TPI ini bisa bisa mencapai nilai sekitar Rp 200 juta/hari dalam kondisi normal. Namun sejak musim baratan, nelayan pun enggan melaut sehingga tidak ada lagi pasokan ikan dalam sepekan ini di TPI.

Mansyur menjelaskan, ada sekitar 3.000 nelayan dengan beragam jenis alat tangkap/jaring di daerah ini. Namun semua kapal yang mereka gunakan bobotnya di bawah 30 gross ton. "Kapal berukuran kurang dari 30 gross ton sangat terpengaruh dengan musim baratan," kata Mansyur.

Kondisi yang sama pun terjadi di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. ''Normalnya, pasokan ikan ke TPI Karangreja bisa puluhan ton per hari, tapi sekarang menurun,'' ujar Ketua Koperasi TPI Karangreja Cirebon Utara, Naji Tahir.

Ukuran kapal nelayan,  yang rata-rata hanya 10 gross ton, membuat mereka enggan melaut karena takut kapalnya terbalik dan hancur.

Seperti diketahui, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi melanda perairan Laut Jawa hingga Kepulauan Natuna. Syahbandar Indramayu pun melarang kapal-kapal berlayar di perairan tersebut.

Larangan itu seperti yang tertuang dalam Surat Edaran bernomor UM.003/14/UP.UPP-Im/2015 tertanggal 17 Desember 2015. Tidak hanya untuk kapal nelayan, larangan itu juga berlaku untuk kapal-kapal tanker besar, tongkang, tugboat, kapal roro, dan kapal penumpang berkecepatan tinggi.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi sedang melanda perairan Laut Jawa sampai Natuna. Ketinggian gelombang berkisar 1,25-4 meter. Bahkan di sejumlah titik bisa mencapai 6 meter.
Sumber : tempo.co

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply