Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan di Sumbar Ogah Datang ke TPS

Pemuda Maritim - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 bakal diwarnai dengan angka golput yang lumayan tinggi. Hal ini berhubungan dengan pernyataan dari Ketua Nelayan Sumatera Barat (Sumbar), Slamet bahwa dari hasil pertemuan dengan para nelayan, sebagian besar nelayan mengatakan tidak akan memberikan hak pilihnya pada 9 Desember mendatang.

"Dari 6.000 nelayan yang memiliki kartu nelayan, hanya sebagian kecil yang menyatakan bersedia untuk meluangkan waktu mendatangi TPS untuk mencoblos calon kepala daerah. Itu baru 6.000 nelayan yang terdata, bayangkan bagi nelayan yang tidak terdata, mungkin lebih banyak, dan angka golput pun bisa bertambah," jelasnya, saat ditemui di rumahnya di kawasan Kelurahan Batang Arau, Padang, Senin (7/12).

Menurutnya, alasan para nelayan memilih untuk golput mengingat kontribusi kepala daerah selama ini baik walikota ataupun gubernur, tidak begitu besar terhadap nelayan.
"Hidup kami ya hidup kami, tapi dukungan pemerintah daerah tidak begitu bagus. Jadi tidak ada manfaatnya memilih orang yang memimpin daerah ini, karena kami hanyalah masyarakat biasa yang berprofesi sebagai seorang nelayan," tegasnya.

Ia mengakui telah mengingatkan kepada para nelayan agar ikut berpartisipasi memberikan hak pilih dan jangan disia-siakan. Namun yang namanya hak seseorang, tidak bisa dipaksakan.

"Saya selaku ketua dari kelompok nelayan telah mengajak, mau atau tidaknya terpulang kepada mereka, dan saya sendiri akan menggunakan hak suara saya, karena ada harapan yang saya tanamkan. Meskipun tidak disebutkan dalam kampanye, namun setelah dipilih, saya akan menyampaikan harapan nelayan," ujar Slamet.

Sementara untuk waktu melaut nelayan, menurutnya, ada tiga waktu yang dilakukan nelayan khusus di nelayan di Muaro Padang. Pertama nelayan jaring yang berangkat 04.00 WIB dini hari, pulangnya pagi pukul 08.00 WIB. Kedua nelayan pancing, untuk nelayan pancing jam melautnya bervarisasi. Ketiga nelayan botonda, pergi pagi pulangnya siang.

"Jadi masing-masing nelayan itu sebenarnya mempunyai waktu untuk datang ke TPS, tidak ada alasan soal kerja. Lain dengan nelayan bagan," katanya.

Melihat masih rendahnya animo nelayan terhadap pemilihan kepada daerah, Slamet berharap pemerintah memberikan solusi agar para nelayan memiliki niat untuk tidak golput.
Sumber : www.jitunews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply