Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Harus Siap Hadapi MEA

Pemuda Maritim - Sekjen DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Dr Ir Anton Leonard SP MM mengatakan nelayan harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan mulai diberlakukan akhir bulan ini. Kalau tidak siap, nelayan Indonesia akan tertinggal.

“Sebenarnya kalau dikatakan siap, kita tidak siap. Tapi bagaimanapun kita harus siap. Sebab kalau kita tidak siap bakal tertinggal,” tegasnya pada pembukaan Rembuk Nelayan/Rapat Kerja Daerah (Rakerda) HNSI Sumut di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan, Kamis (3/3).

Hadir pada pembukaan, Ketua HNSI Lampung yang juga pengurus koperasi DPP HNSI Marzuki Yazid, Plt Gubsu diwakili Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Zonny Waldi, Danlanatamal I diwakili Asops  Kol Gede Marta Yasa, Kadis Koperasi dan UKM diwakili Haikal dan lainnya.

Agar  siap kata Anton, nelayan harus meningkapkan kemampuan dan kapasitas dirinya. “Bagaimana caranya? Dengan mengandeng pemerintah melalui berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Anton mengatakan, pemerintah harus memperbanyak tempat pelatihan. Memperbanyak instruktur, meningkatkan teknologi tangkap dan budi daya ikan serta meningkatkan kemampuan permasaran. “Kan percuma saja kalau hasil tangkap dan budaua meningkat tapi tidak tahu bagaimana cara memasarkannya,” ungkapnya.

Kalau kapasitas nelayan tidak ditingkatkan kata Anton, maka kita akan kalah bersaing dengan nelayan negara tetangga. “Semua mengakui bahwa potensi laut kita sangat luar. Kalau kita tidak mampu mengolahnya akan sia-sia belaka,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia memberikan apresiasi kepada DPD HNSI Sumut yang telah mengadakan rembuk nelayan ini sebab baru pertama kali diadakan untuk tingkat provinsi setelah rembuk nelayan nasional. “Mengapa rembuk nelayan ini penting? Sebab kita butuh masukan persoalan yang ada di daerah untuk disampaikan ke pusat,” ujarnya.

Sekarang lanjut Anton pemerintah mengambil pola dari bawah ke pusat bukan seperti selama ini top down atau dari pusat ke daerah. “Persoalan nelayan di tiap daerah pasti berbeda.

Karena itu pemerintah butuh masukan persoalan yang terjadi di tiap daerah. “Saya mohon kepada Kadis Perikanan dan Kelautan untuk  melihat masukan dari rekan-rekan HNSI Sumut.

Kita di pusat punya hubungan yang baik dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. Karena itu di daerah HNSI harus dekat dengan dinas terkait,” tegasnya.

Masukan

Sementara Ketua DPD HNSI Sumut H Syah Afandin SH berharap nelayan yang hadir untuk memberikan masukan khususnya persoalan nelayan yang ada di daerahnya masing-masing. “Kita ingin menyinkronkan masalah nelayan di daerah dengan regulasi yang dibuat pemerintah,” tujuan.

Tujuan dari kegiatan ini kata Syah Afandin untuk meningkatkan harkat dan martabat nelayan khususnya di Sumatera Utara. “Semua kegiatan yang kita lakukan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan dan harkat martabat nelayan di Sumut,” tegasnya.

Ketua Pantia Nazli mengatakan, rembuk nelayan diikuti 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI se-Sumut itu berlangsung hingga Jumat (4/12). “Nias Selatan belum hadir tapi sudah dalam perjalanan,” ujarnya.
Sumber : analisadaily.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply