Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Perempuan Nelayan ASEAN Tuntut Perlindungan dan Pelestarian Pesisir

Pemuda Maritim - Para perempuan nelayan ASEAN mendesak pemerintah masing-masing negara untuk melestarikan ekosistim pesisir serta menuntut skema perlindungan dan pemberdayaan perempuan nelayan.

Desakan tersebut terangkum  dalam simposium bertajuk “Perempuan Nelayan dan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Berbasis Masyarakat” diselenggarakan oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) dan SEAFish for Justice bertajuk Festival Perempuan Nelayan Asia Tenggara di  Jakarta berlangsung hingga, hari ini, Rabu.

Para perempuan nelayan dari Kamboja, Malaysia  dan Indonesia hadir dalam symposium tersebut.

Norng Limheang, perempuan nelayan dari Kamboja mengatakan, “Di Kamboja, kami melestarikan mangrove dan memanfaatkannya untuk wisata. 40% dari dana yang kami peroleh dialokasikan untuk aktivitas sosial, di antaranya memperbaiki jalan dan merawat kuil. Dalam konteks inilah, Negara harus hadir memberikan keberpihakan dan dukungannya kepada perempuan nelayan, mulai dari kebijakan, anggaran, dan implementasi di lapangan.”

Hal senada juga diungkapkan Jumiati, perempuan nelayan asal Indoensia. Menurut jumiati, kepercayaan dan semangat gotong-royong merupakan kunci keberhasilan pelestarian ekosistem pesisir.

“Dari sinilah, kami mengembangkan hutan mangrove menjadi kawasan wisata. Di akhir tahun, kami mendapatkan sisa bagi hasil. Kami berharap pemerintah mempromosikan dan memamerkan wisata mangrove dan produk-produk olahannya, seperti makanan, minuman, kosmetik, dan obat-obatan,” ujarnya.

Sedangkan perempuan nelayan asal Malaysia, Siti Hajar meminta pemerintah mengambil peran lebih dalam memajukan kepentingan perempuan nelayan.

Di dalam simposium ini, turut hadir utusan Kedutaan Besar Kamboja di Jakarta, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Rangkaian kegiatan tersebut, hari ini, Rabu (30/12) Perempuan Nelayan Asia Tenggara akan memamerkan produk-produk olahan mangrove, daur ulang sampah, dan pelatihan mengolah ikan akan disajikan di Plaza Blok-M Square, mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB.
Sumber :  waspada.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply