Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Proyeksi Perikanan 2016: Kenaikan Produksi Tangkap Masih Sulit

Pemuda Maritim - Target peningkatan produksi perikanan tangkap diprediksi masih sulit tercapai di 2016 karena sejumlah hal. Demikian diungkapkan Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Nelayan DPP KNTI Martin Hadiwinata kepada Jurnal Maritim di Jakarta (27/12).

Menurut Marthin, selain karena kapasitas tangkapan sudah over eksploitasi, juga masih terdapat persoalan kelembagaan perikanan tangkap yang belum tuntas. Misalnya, alokasi perijinan dan skema perijinan yang baru tersosialisasikan. Pengukuran ulang kapal ikan yang belum tuntas, sementara bantuan lebih dari 3.000 kapal masih membutuhkan waktu untuk pembangunannya.

“Sebagai alternatif, peningkatan produksi perikanan dapat dipasok dari sub sektor perikanan budidaya. Idealnya, peningkatan produksi perikanan budidaya di 2016 dapat meningkat 3 kali atau bahkan 4 kali lebih besar dari produksi perikanan tangkap di 2014 “ kata Martin.

Sebagai prasyaratnya, lanjut Martin, pemerintah harus memastikan harga pakan terkendali, tersedia benih yang berkualitas, serta di dukung dengan lingkungan perairan yang sehat. Komoditas udang dan tuna masih akan mendapati proporsi terbesar dalam ekspor perikanan di 2016.

“Oleh sebab itu, di Tahun 2016 pemerintah khususnya KKP harus berfokus pada agenda kesejahteraan untuk memanfaatkan momentum perairan Indonesia yang bebas dari pencurian ikan “ ucap Martin.

Martin menguraikan bahwa strategi kesejahteraan ini harus di awali dengan meningkatkan partisipasi organisasi-organisasi nelayan di seluruh Indonesia dalam menentukan inisiatif program dan arah kebijakan kelautan dan perikanan ke depannya. Lalu, melibatkan organisasi-organisasi nelayan dalam implementasi dan pengawasan program.

“Terakhir, memberikan dukungan kepada organisasi-organisasi nelayan untuk meningkatkan kapasitasnya masing-masing dalam hal aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan begitu, kesejahteraan nelayan akan terus mengawal keberlanjutan pemberantasan pencurian ikan”, pungkas Martin.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply