Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Puluhan Nelayan Natuna Menuntut Dana Taskin Dicairkan

Puluhan nelayan tradisional dari beberapa kecamatan mendatangi kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), untuk menanyakan dana Taskin tahun 2015 yang tak kunjung disalurkan, Senin (21/12).

Puluhan nelayan yang mendatangi kantor BPKAD tersebut, meminta penjelasan dan kejelasan dana taskin untuk nelayan yang sudah dijanjikan pemerintah untuk membantu mengentaskan kemiskinan.

“Kami ke sini mau penjelasan dan kejelasan, kapan taskin nelayan kami terima, ini sudah akhir tahun,” celetuk salah seorang nelayan.

Puluhan nelayan di kantor BPKAD tersebut sempat menyampaikan kecurigaan terhadap pemerintah daerah. Dana taskin untuk nelayan dipergunakan kegiatan lain, sehingga tidak disalurkan kepada nelayan, sementara beberapa kelompok nelayan menerima bantuan.

Kepala BPKAD Pemkab Natuna Tasrif mengaku, hingga saat ini penyaluran dana taskin dari pemerintah provinsi masih tersendat. Dari Rp 36 miliar keseluruhan dana taskin, baru Rp 11 miliar yang disalurkan.

“Kami tidak mengutak atik dana taskin, tapi kondisinya belum disalurkan dari provinsi. Jangan ada kecurigaan simpang siur dana itu kami alihkan kegunaannya,” ujar Tasrif.

Pemerintah daerah kata Tasrif, sudah beberapa kali meminta pemerintah provinsi memberikan penjelasan, kapan dana taskin disalurkan ke daerah. Namun hingga saat ini tidak ada kejelasan.

“Terakhir 30 November kemarin kami surati, tapi belum ada jawaban kapan dana taskin disalurkan ke daerah. Bukan kami tidak mau salurkan bantuan, tapi kondisinya memang begitu,” sambung Tasrif.

Pemerintah daerah, kata Tasrif, sebatas mempermudah penyaluran bantuan kepada kelompok nelayan. Berkas administrasi dari kelompok nelayan yang sudah disiapkan agar mempermudah penyaluran, namun jika dana sudah tersedia di kas daerah.

“Kami prinsipnya lebih cepat lebih baik. Bukan berniat mengelabuhi kelompok kelompok nelayan,” ujar Tasrif.

Di Natuna terdata ratusan kelompok perikanan yang menunggu penyaluran bantuan. Diantaranya 100 KUBE, 33 Pokdakan, 30-an Poklasar.
Sumber : batampos.co.id

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply