Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Puluhan Ponton TI Rajuk Rambah Sungai Perimping, Nelayan Sulit Cari Udang

Pemuda Maritim - Aliran Sungai Perimping di Dusun Tirus, Desa Riau, Kecamatan Riausilip ramai lagi oleh ponton TI rajuk.

Puluhan ponton itu mulai beroperasi lagi seiring dengan berakhirnya operasi Penertiban Tambang Ilegal (Peti) yang digelar Polda Babel.

Keberadaan TI rajuk tersebut tampaknya tak kenal jera kendati sudah berulang kali ditertibkan tim gabungan Polres dan Pemkab Bangka.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Riausilip Sun Kin mengungkapkan puluhan ponton TI rajuk tersebut sudah beroperasi di tengah-tengah aliran sungai Perimping.

"Ada 45 unit, mereka muncul lagi sekitar dua minggu ini," ungkap pria yang akrab disapa Akim ini, Senin (7/12).

Menurutnya aktivitas TI rajuk tersebut jelas-jelas mengganggu aktivitas nelayan setempat lantaran beroperasi di tengah sungai.

"Pukat nelayan kena. Tempat mereka beroperasi itu wilayah tangkapan kepiting dan udang nelayan," jelas Akim.

Terkait maraknya aktivitas TI rajuk tersebut, Akim mengaku sudah melaporkannya ke HNSI Bangka dan pihaknya berharap ada upaya penertiban agar kawasan tangkap nelayan itu bebas dari TI rajuk.

Apalagi pihaknya berencana menjadikan kawasan itu sebagai wilayah tambak kepiting dan ikan.

"Sekarang nyari udang setengah kilo saja susah. Padahal saat sedang musim seperti ini dulu sekali turun kami bisa dapat 10 kilo," ungkapnya.

Kapolsek Riausilip, AKP Syamsul Bagja ketika dikonfirmasi mengenai aktivitas TI rajuk di Sungai Perimping membenarkan kembali beraktivitasnya TI rajuk dan TI apung di wilayah sungai perimping dusun Tirus.

Aktivitas TI apung tersebut sudah dilaporkan ke Polres Bangka dan pihak kecamatan Riausilip.

"Kami masih berkoordinasi untuk menertipkannya. Yang jelas untuk penertiban kami memerlukan sarana dan prasarana yang memadai," ujarnya.

Menurut Kapolsek, TI apung tersebut bekerja secara sembunyi-sembunyi pada malam hari. Sementara pada siang hari hanya beberapa unit saja yang bekerja.

"Mungkin mereka takut dirazia kalau siang hari. Yang buka TI itu ada orang dari luar dan ada juga orang-orang dari wilayah setempat seperti Bernai, Pangkalniur hingga Belinyu," ujar Kapolsek.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply