Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Ribuan Ikan Mati di Ancol, Nelayan Ogah Melaut

Pemuda Maritim - Tarjo (41), enggan melaut setelah ditemukannya ribuan bangkai ikan yang mati secara mesterius di kawasan pantai Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Warga Kampung Marunda Besar RT 3 RW 7 Kelurahan ‎Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, mengatakan, dalam tiga bulan terakhir lokasi tempat ia menjaring ikan terkena limbah.

"Iya mas, ikannya pada mati ngambang. Ini sudah tiga bulan belakangan ini sering terjadi," kata Tarjo saat ditemui di kediamannya, Senin (30/11/2015).

Tarjo mengatakan, kejadian tersebut diketahui dirinya ketika hendak melaut beberapa bulan lalu. Saat itu, bapak empat anak ini tengah mengeluarkan perahunya berkapasitas 7 PK.

"Saya giring kapal saya ke bibir laut. Sesampainya di sana, saya lihat banyak ikan yang mati. Ya sudah saya enggak jadi melaut," keluhnya.

Saat ini, kata Tarjo, dirinya menjadi pengangguran dan menggantungkan hidup bersama istri yang menjadi seorang pedagang makanan keliling. Menurutnya, himpitan ekonomi kini menjadi teman hidupnya sehari-hari.


"Padahal, waktu saya melaut, dalam seminggu setidaknya saya bisa mengantongi Rp400 hingga Rp800 ribu. Itu hasil dari 20 ‎kilogram ikan tangkapan saya. Sekarang ikut istri saja," imbuhnya.

‎Tarjo berharap, Pemprov DKI dapat membantu nasibnya dan rekan nelayan lainnya. Pasalnya, akibat tidak melaut dirinya hanya sekali mendapatkan bantuan dari Pemprov DKI berupa satu karung beras 10 kilogram.

"Kita dikasih beras cuma 10 kilogram. Kita bersyukur untuk itu. Tapi bukan itu yang kita mau. Kita ingin air laut tak ada limbahnya lagi," ujarnya.
Sumber ; okezone.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply