Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Setelah Bentrok Dua Kubu Pemuda di Lingkungan Nelayan Sepakat Berdamai

Dua kelompok pemuda di Lingkungan Nelayan Sungailiat, sepakat melakukan perdamaian. Selisih paham yang selama ini terjadi, berakhir sudah. Mereka saling bermaaf-maafan, dan rukun kembali.

Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kapolsek Sungailiat AKP Gineung PKF, Selasa (1/12/2015) menyebutkan, kondisi di Lingkungan Nelayan telah kondusif. Aparat yang sebelumnya sempat berjaga-jaga karena khawatir terjadi bentrok kedua kelompok, kini tak lagi khawatir.

"Karena kedua kelompok sudah berhasil kita pertemukan. Kedua pihak sepakat berdamai di BKPM Sungailiat, Senin (30/11/2015) malam," katanya.

Sementara itu, proses perdamaian digelar di Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat (BKPM) Sungailiat, Senin (30/11/2015) malam, berjalan lancar.

Perdamaian kedua kelompok pemuda tersebut, difasilitasi oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sungailiat, Forum Kemitraan Polisi Mayarakat (FKPM), Kepala Lingkungan (Kaling), tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Perdamaian ditandai penandatangan beberapa butir kesepakatan di atas materai oleh kedua kelompok yang sebelumnya bertikai. Butir kesepakatan antara lain, pihak yang lebih dulu melakukan pemukulan, menyatakan permohonan maaf kepada pihak yang dipukul, dan bersedia membantu biaya perobatan yang telah disepakati bersama. Kedua pihak berjanji tidak memperpanjang persoalan tadi.

M Ali, Tokoh Masyarakat Lingkungan Nelayan Sungailiat, Senin (30/11/2015) malam memastikan, persoalan diselesaikan secara musyawarah mufakat. Musyawarah mupakat katanya, mencerminkan bahwa masyarakat pesisir cinta damai dan tidak arogan.

"Jadi isu yang berkembang bahwa masyarakat nelayan itu arogan, tidak cinta damai, selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan, itu tidak benar. Karena kami pada dasarnya sangat cinta damai. Dan suatu kebanggaan bagi kami masyarakat pesisir ketika dapat menyelesaikan masalah secara musyawarah mufakat seperti ini," katanya.

Ali mengakui, sejumlah pihak sempat meragukan proses perdamaian tadi. Namun faktanya, seiring waktu melalui pendekatan oleh FKPM, Kaling dan perangkat desa serta pihak terkait, perdamaian pun berhasil dilakukan.

Ali berharap, kedepan tidak terjadi lagi persolan atau masalah serupa di Lingkungan Nelayan Sungailiat.

"Insya Allah kedepannya tidak ada persoalan lagi. Mungkin tadinya mereka ngotot itu wajar, tapi dengan adanya pendekatan seperti ini mereka terbuka untuk menyelesaikan secara baik-baik. Karena jika polimik ini berlanjut, maka semua akan rugi, tidak ada yang diuntungkan dan kita semua malu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Senin (30/11/2015) malam, Kepala Lingkungan (Kaling) Nelayan Sungailiat, Amir Dedoe mengucapkan terimakasih kepada kedua pihak yang telah melalukan perdamaian. Begitu juga pihak-pihak yang telah membantu proses perdamaian tersebut.

"Sebelumnya memang kedua kelompok ini sudah kita pertemuan. Namun dalam perjalanannya ada sedikit hambatan, karena ada suatu hal. Namun akhirnya permasalahan ini dapat diselesaikan melalui cara musyawarah," kata Amir.

Dilansir sebelumnya disebutkan, kondisi di Lingkungan Nelayan Sungailiat 'memanas'. Kedua kelompok dikhabarkan nyaris saling serang hanya karena salah paham.

Kondisi itu membuat anggota kepolisian sektor setempat, super ketat melakukan pengamanan. Namun kini kondisinya sudah aman terkendali.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply