Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » 3.432 Nelayan di Sumut Dapat Asuransi

Pemuda Maritim - Semenjak 2012 hingga awal Januari 2016, tercatat sudah 3.432 nelayan yang terdaftar dalam asuransi di Sumatra Utara, bahkan program ini sudah terlebih dahulu ada sebelum Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencanangkan program serupa pada tahun 2016 ini.

"Program tersebut merupakan bentuk kehadiran Pemprov Sumut di tengah nelayan yang memiliki resiko tinggi saat berada di laut. Saat ini, lanjutnya, setidaknya ada 250 ribu nelayan yang tersebar di kabupaten/kota di Sumut,"ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut, Zonny Waldi kepada wartawan.

Ditegaskan, Zonny, posisi dari para nelayan yang dilihat secara geografis perairan kita langsung dengan negara tetangga. "Banyak nelayan yang hilang. Dan kebanyakan nelayan kan cuma mengandalkan berlaut aja. Kalau mereka meninggal, keluarganya kehilangan sumber pemasukan".

Zonny menjelaskan, nelayan yang memiliki asuransi akan dilindungi hingga usia 64 tahun. Jika nelayan tersebut meninggal normal, maka keluarganya akan mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp35 juta.

Sementara jika meninggal karena kecelakaan di laut, Zonny menyebut, keluarga dapat mengklaim uang asuransi sebesar Rp40 juta. Untuk cacat, dana asuransi maksimal yang dapat diklaim sebesar Rp20 juta.

"Kalau dia masih hidup tapi kontrak sudah habis (usia 64 tahun), polis yang disetorkan di awal sebesar Rp4,5 juta akan dikembalikan ke dia. Dapatnya nanti di umur 64 tahun Rp5 juta. Inilah untuk jaminan hari tuanya," jelas Zonny.

"Ketika keluarganya mengklaim, kita arahkan agar dana itu digunakan untuk hal-hal produktif, seperti buka warung," ujarnya lagi.

Ia menyebutkan, keterbatasan anggaran adalah kendala terbesar yang dihadapi selama ini. Hal inilah yang kemudian membuat DKP Sumut menunda penambahan anggota asuransi nelayan pada tahun 2015 lalu dan baru akan melaksanakannya kembali pada tahun 2016. Atas hal ini, ia berharap, asuransi terhadap nelayan tidak hanya diberikan oleh
pemerintah pusat dan provinsi.

"Kalau Sumut dan pusat (KKP) sudah maka kami minta kabupaten/kota yang APBD-nya sudah agak tinggi untuk menyisihkankan dananya untuk asuransi nelayan sesuai kemampuan.  Selama ini belum ada kabupaten/kota yang begitu," ujar Zonny.

Terkait program KKP untuk memberikan asuransi nelayan di tahun 2016, Zonny mengaku, belum ada permintaan dari kementerian tersebut untuk mengusulkan nelayan di Sumut sebagai peserta. Oleh karena itu, ia berharap, informasi dan arahan lebih lanjut segera diberikan kepada seluruh provinsi, termasuk Sumut.

"Kami harap alokasi masing-masing provinsi bisa diturunkan, dikasih ke kita sehingga bisa dipersiapkan orang-orang untuk seleksi. Biar cepat," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Usaha Perikanan Tangkap DKP Sumut, Rajab Nasution. Ia menyebutkan, angka 3.432 yang terdaftar dalam asuransi nelayan saat ini masih sangat kecil dari total sekitar 250 ribu nelayan di Sumut.

"Makanya kabupaten/kota maunya cepat berperan agar 250ribu itu segera tercover," kata Rajab.

Menurut Rajab, adanya asuransi ini, secara logika, dapat meningkatkan angka produksi nelayan. Dengan adanya jaminan dari asuransi, maka nelayan, kata dia, akan semakin yakin untuk melaut.

"Belum ada evaluasi pengaruh asuransi ini terhadap peningkatan produksinya. Tapi kalau secara logika berpikirnya begitu, hari melaut dia tambah tinggi karena tidak takut lagi. Kalau gitu pasti produksinya bertambah," ujarnya.
Sumber : www.dnaberita.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply