Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Ahok Bakal Relokasi Puluhan Ribu Nelayan ke Pulau Kosong

Pemuda Maritim - Keinginan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan merelokasi puluhan ribu nelayan di wilayah utara Jakarta ke Kabupaten Kepulauan Seribu ternyata tidak main-main. Orang nomor satu di ibu kota itu telah pasang target bahwa pemindahan harus selesai dilaksanakan pada tahun 2016 ini.

Itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Darjamuni. Menurutnya, gubernur sangat serius mengenai rencana relokasi puluhan ribu nelayan yang sudah turun temurun menghuni pesisir pantai utara Jakarta tersebut.

Rencananya, tahap awal nelayan yang bakal direlokasi adalah nelayan di kawasan Muara Angke. ”Pak Gubernur memiliki kebijakan untuk memindahkan nelayan yang tinggal di sekitar Muara Angke,” terang Darjamuni, kemarin (25/1).

Sayangnya, Darjamuni enggan menyebut pulau mana saja di Kabupaten Kepulauan Seribu yang bakal dijadikan tempat relokasi puluhan ribu nelayan tersebut. Dirinya hanya menyebut, lokasi rekolasi puluhan ribu nelayan itu adalah salah satu pulau tidak berpenghuni di Kabupaten Kepulauan Seribu, yang kemungkinan digunakan.

”Salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu untuk relokasi yang kemungkinan dipilih adalah pulau yang saat ini tak berpenghuni,” katanya.

Dijelaskannya juga, di pulau itu nanti akan dibangun rumah susun dan dermaga untuk layanan kapal gratis dan fasilitas lainnya. ”Setelah perencanaan selesai tahun ini. Tahun depan bisa segera lelang,” jelasnya juga.

Lebih jauh kata Darjamuni, keinginan relokasi nelayan oleh gubernur, karena sudah tercemarnya biota laut yang hidup di pantai pesisir Jakarta. Karena itu, dia menilai ketimbang membudidayakan biota laut yang sudah tercemar, akan lebih baik apabila nelayan dipindahkan dan membudidayakan biota laut di kawasan yang masih sehat di wilayah Kepulauan Seribu.

Menurut Darjamuni juga, pihaknya sudah diinstruksikan untuk segera membangun tempat budidaya biota laut tersebut. ”Kami memang kebagian melakukan pengembangan budi daya untuk mata pencarian warga dan pengembangan ekonomi kerakyatan,” paparnya juga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Hukum dan Pembelaan Nelayan, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Martin Hadiwinata menilai rencana Pemprov DKI merelokasi nelayan ke Pulau Seribu bakal berdampak buruk dan berkepanjangan buat para nelayan.

Lantaran para nelayan Jakarta Utara sudah terbiasa melaut dengan kondisi alam yang ada serta kehidupan sosial di pesisir Jakarta. Tiba-tiba tanpa ada sosialisasi, dan komunikasi puluhan ribu nelayan itu direlokasi begitu saja ke Pulau Seribu dengan kondisi alam dan sosial yang jauh sangat berbeda.

”Tentu akan sangat sulit bagi nelayan untuk bisa menerima relokasi ke daerah yang baru. Para nelayan saat ini juga sudah mulai resah dengan rencana ini” kata Martin.
Sumber : www.jpnn.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply