Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Aktivitas Kapal PLTU I Indramayu Dianggap Rugikan Nelayan

Pemuda Maritim - Keberadaan PLTU I Indramayu di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, ternyata bukan hanya mengakibatkan masalah kesehatan, melainkan juga limbah dan aktivitas kapal pengangkut batu bara yang mengganggu nelayan setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun fajarnews.com, akibat adanya PLTU I itu, pendapatan nelayan Desa Ujung Gebang mengalami penurunan bahkan alat tangkap mereka pun rusak karena tersangkut jangkar atau tergilas kapal tuck boat  (tongkang,-red) pengangkut batu bara  yang melintas.

Terkait hal itu, Serikat Nelayan Ujung Gebang (SNU), Ajid mengaku sering menerima keluhan dari nelayan karena pendapatannya menurun. “Ketika jaring tersangkut, hanya sebatas penggantian senilai harga material yang rusak sedangkan mereka selama perbaikan alat tangkap tidak dapat beraktivitas,” katanya.

Menurut Ajid, semestinya penggantian itu dibahas secara detil tentang kerugian nelayan seperti yang disebutkan di atas dan ada perubahan mekanisme. Artinya permasalahan tersebut perlu dijadikan pembelajaran guna dilakukan perbaikan.

“Kenyataannya dengan kondisi yang dirasakan masyarakat nelayan, pihak PLTU tidak melakukan upaya pembenahan yang terkesan ada pembiaran,” ujarnya.

Pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah tentang permasalahan yang dihadapi masyarakat nelayan Desa Ujung Gebang, karena dimungkinkan juga hal itu akan terjadi di desa-desa kawasan nelayan lainnya yang berada di sekitar PLTU atau zona tangkapan pada radius aktifitas kapal pengangkut batu bara. 
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply