Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Alat Tangkap Nelayan Masih Tradisional

Pemuda Maritim - Sebagian besar masyarakat Kapuas Hulu yang tinggal di sepanjang sungai Kapuas dan danau berprofesi sebagai nelayan tradisional ikan air tawar. Demikian juga dengan alat tangkap yang di gunakan nelayan, juga masih menggunakan alat-alat tradisional. MUSTAAN, Kapuas Hulu

MASYARAKAT nelayan setiap tahun selalu ajukan bantuan alat tangkap berupa pukat, mengingat daya beli nelayan rendah. Tingginya permohonan bantuan alat tangkap dari nelayan sungai dan danau di wilayah Kapuas Hulu ini dibenarkan Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Wajidi M. Ali STP. Itu dikarenakan alat tangkap ikan yang dimiliki masyarakat danau masih terbatas.

"Memang yang banyak meminta alat tangkap, seperti pukat.Mungkin daya beli nelayan kita masih terbatas,” kata Wajidi di kantornya.Menurutnya, Dinas Perikanan bersama instansi terkait sudah instruksikan pada seluruh nelayan agar menggunakan alat tangkap yang direkomendasikan pemerintah dan tak menggunakan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem dan membunuh anak-anak ikan secara masal.

"Kami sudah memiliki standarisasi untuk alat tangkap ini. Dengan ukuran jarring tertentu itu memang dilarang,” terangnya.

Jika nelayan menggunakan alat tangkap yang dilarang, bisa menurunkan populasi ikan dan kondisi ini yang harus dijaga.

“Kami sudah melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada nelayan," beber Wajidi.

Selain itu, Dinas Perikanan Kapuas Hulu juga selalu mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penangkapan ikan dengan gunakan bahan kimia dan alat-alat strum yang membahayakan manusia.

Penggunaan baha-bahan kima dampaknya sangat buruk terhadap ikan maupun kesehatan manusia yang mengkonsumsi ikan. Demikian juga jika mengggunakan alat-alat setruman bisa membahayakan pelaku setrum. “Pernah ada yang kesetrum saat mereka bekerja menangkap ikan dengan alat strum dimalam hari. Apalagi jika alat yang digunakan tegangan tinggi bisa berujung kematian,” kata Wajidi.

Pelarangan menggunakan bahan kimia dan setrum untuk menangkap ikan, diatur dalam Peraturan daerah (Perda) Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan dan Pengawasan Konservasi Sumber Daya Ikan di Perairan Umum Kabupaten Kapuas Hulu."Ada ketentuan sanksi pidana. Bab IX, Pasal 19. Pidana kurungan 6 bulan, denda paling banyak Rp 50 juta,” tegasnya
Sumber : .pontianakpost.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply