Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Baru 2.000 Nelayan di Subang yang Dapat Kartu Nelayan

Pemuda Maritim - Dari 6.500 Nelayan yang tercatat di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, hingga 2015 lalu baru 2.000 yang sudah mempunyai kartu nelayan. Sedangkan sebagian lagi yang belum menerima akan diusulkan tahun 2016 ke pemerintah pusat.

"Kartu Nelayan itu diberikan bertahap, sesuai dengan distribusi dari Pemerintah Pusat. Tahun 2015, memang kuota kartu nelayan buat Subang baru dua ribu, sisanya akan diberikan bertahap, Kami akan mengusulkan nelayan yang belum mendapat kartu, tahun ini," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, Musril Senin (25/1/2016).

Dia berharap semua nelayan Subang bisa secepatnya mendapat kartu nelayan. Sebab kartu itu penting, nantinya menjadi persyaratan untuk mengurus asuransi nelayan.

"Nelayan yang belum mendapat kartu nelayan ditargetkan bisa selesai secepatnya, paling lambat tahun 2017 sesuai program pemerintah pusat. Nanti akan ada pendataan sekaligus alatnya mobile keliling ke daerah-daerah nelayan," katanya.

Kepala Bidang Kelautan Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang, Rizalmi menjelaskan berdasarkan informasi, tahap awal pemerintah pusat baru mengeluarkan 1.000 untuk seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, apakah nelayan Subang ke bagian atau belum, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut.

"Kegunaan asuransi itu akan bermanfaat bagi nelayan pada saat tak bisa melaut, kesehatan atau mengalami kecelakaan. Informasi detailnya kami masih menunggu dari pusat. Premi asuransinya dibayar oleh pemerintah pusat," ujarnya.

Selain itu Rizalmi juga mengungkapkan selama ini banyak nelayan yang menjual hasil tangkapannya ke tengkulak. Padahal sudah sering menyampaikan imbauan agar menjual ikan ke TPI supaya ada kontribusi terhadap PAD.

"Ini yang jadi kendala, walaupun sudah diimbau, hanya sebagian kecil saja yang menjual ke TPI. Kebanyakan mereka sudah lama menjual tengkulak. Soalnya mereka sudah mendapat DP dari tengkulak, dan tak sedikit pula yang ada kaitan hutang piutang," ujarnya.
Sumber : www.pikiran-rakyat.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply