Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » BKI Luncurkan Software Verifikasi Efisiensi Energi di Kapal Laut

Sebagai bentuk komitmen dalam rangka mencegah pencemaran lingkungan yang berasal dari pengoperasian kapal, baik yang berbendera Indonesia maupun berbendera asing, Pemerintah Indonesia telah meratifikasi MARPOL Annex I dan Annex II melalui Keputusan Presiden No. 46 Tahun 1986, dan Peraturan Presiden No 29 Tahun 2012 untuk ratifikasi MARPOL Annex III, Annex IV, Annex V dan Annex VI.

Dalam penerapan MARPOL Annex VI, International Maritime Organization (IMO) memberlakukan regulasi yang mengatur mengenai efisiensi energi sejak 1 Januari 2013. Regulasi tersebut telah dicantumkan pada MARPOL Annex VI chapter 4.

“Secara umum isi regulasi tersebut adalah bahwa semua kapal baik bangunan kapal baru maupun bangunan kapal lama yang berukuran diatas 400 Gross Tonnage (GT) harus mempunyai Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP), sedangkan khusus untuk kapal bangunan baru diatas 400 (GT) dan dibangun setelah 1 Januari 2013 harus memiliki Energy Efficiency Design Index (EEDI)”, ujar Saifuddin Wijaya Corporate Secretary BKI.

Ia menambahkan dalam wacananya IMO juga sedang mempertimbangkan Energy Efficiency Operational Indicator (EEOI) sebagai indikator wajib untuk SEEMP.

Saifuddin melanjutkan, salah satu pemenuhan terhadap aturan MARPOL Annex VI tersebut maka diterbitkannya IEEC (International Energy Efficiency Certificate). Apa peran BKI untuk hal tersebut? Melalui divisi Riset dan Pengembangan (RnD), BKI kembangkan sebuah software yang dinamakan “GreenPADMA”. Software ini dirancang dapat melakukan verifikasi perhitungan EEDI dan EEOI sebagai indikator untuk membuat SEEMP.

Saifuddin Wijaya juga menuturkan Biro Klasifikasi Indonesia/BKI sebagai Recognized Organization dalam upaya untuk mendapatkan otorisasi secara penuh (fully authorized) berusaha merangkul kepentingan para pemilik dan operator kapal dengan mengeluarkan layanan terbarunya yaitu penerbitan Statement of Verification untuk EEDI dan EEOI sebagai indikator SEEMP, untuk penunjang penerbitan IEEC oleh RO saat ini.

“Mengembangkan software yang membantu perhitungan emisi kapal dengan brand GreenPADMA adalah langkah strategis BKI”, terang Saifuddin Wijaya.

Sementara Kepala Divisi Riset dan Pengembangan BKI (RnD), M Zilzal mengatakan, GreenPADMA ini adalah turunan dari Sofware Dewaruci dan merupakan perangkat penghitung yang membantu mengkuantifikasikan indeks emisi sebuah kapal baik pada tahap desain [read: EEDI] maupun pada tahap operasi [read: EEOI].

Sofware Dewaruci, menurut Zilzal juga merupakan bukti Kehandalan Divisi Riset & Pengembangan BKI (RnD) untuk menjawab sebuah tantangan atas kemandirian Badan Klasifikasi. Saat ini Software Dewaruci sudah pada tahap pengembangan yang cukup signifikan.

“kami mulai dengan pengembangan software pertama untuk menghitung konstruksi, mesin, dan kelistrikan di kapal, serta poros baling-baling dan freeboard kapal, dengan nama Palapa I ”, ungkapnya.

Mengenai GreenPADMA, Zilzal mengungkapkan bahwa software ini dilengkapi fitur unggulan seperti dapat mengakomodir 12 jenis kapal sesuai regulasi IMO terkini (yaitu Bulk carrier, Gas carrier, Tanker, Container ship, General cargo ship, Refrigerated cargo carrier, Combination carrier Ro-ro cargo ship, Vehicle/car Carriers, Ro-ro passenger ship, Cruise passenger ship, LNG carries), mengakomodir kapal dengan dual fuel engine, LNG carrier yang mempunyai sistem tambahan seperti: reliquie faction system atau compressor, mengakomodir penerapan inovasi teknologi pada kapal dan fitur-fitur lainnya.

“Perangkat lunak ini dapat mempercepat proses perhitungan dan verifikasi EEDI maupun EEOI, dibandingkan menggunakan cara perhitungan konvensional. Terlebih, GreenPADMA akan selalu diperbaharui sesuai dengan perkembangan peraturan Nasional dan Internasional. Hal ini kemudian dapat mendukung pelayanan PRIMA BKI”, ujarnya.

Ia menambahkan dengan terbentuknya pelayanan baru tersebut, maka BKI telah menunjukkan komitmen sebagai badan klasifikasi yang memperhatikan kebutuhan pelanggan terhadap perkembangan regulasi terbaru serta dapat memberikan pelayanan yang valid dan efisien.

“Dengan menggunakan GreenPADMA, BKI sudah dapat melakukan layanan jasa sertifikasi yaitu penerbitan Statement of Verification untuk EEDI dan EEOI”, tutupnya.
Sumber ; jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply