Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » HNSI Ingatkan Nelayan Agar Waspada

 Pemuda Maritim - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara mengingatkan agar nelayan Jepara waspada terhadap gelombang tinggi, meski musim baratan belum tiba. Pasalnya dengan anomali cuaca yang cenderung tak menentu, justru akan membahayakan nelayan.

Hal itu disampaikan Ketua HNSI Jepara, Sudiyatno, Selasa (19/1). Musim baratan yang belum juga tiba hingga pertengahan Januari ini justru perlu diwaspadai. Sebab gelombang air laut dan kecepatan angin sulit diprediksi kapan akan tiba.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, musim baratan yang membawa gelombang tinggi di Perairan Utara Jawa Tengah dan Karimunjawa seharusnya mulai terjadi sejak awal Januari.

“Saat ini, gelombang tinggi belum ada. Gelombang tinggi justru beberapa kali terjadi pada Desember tahun lalu,” kata Sudiyatno.

Pihaknya mengimbau kepada nelayan agar tidak lengah. Salah satunya dengan mengurangi waktu melaut hingga tidak berlayar terlalu jauh. Sehingga saat tiba-tiba terjadi gelombang tinggi, bisa segera menuju daratan.

“JIka merunut prakiraan cuaca dari BMKG, pada 23 Desember ini, Jepara bakal diguyur hujan deras disertai petir. Tapi hal ini tidak memberi acuan mengenai tinggi gelombang,” kata dia.

Belum adanya gelombang tinggi tersebut diakuinya mengutungkan nelayan Jepara. Sebab sejak akhir tahun hingga pertengahan Januari ini nelayan masih bisa melaut. Stok ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu pun masih aman. Bongkar muat hasil laut pun masih berjalan tiap hari.

Selain itu, masih lancarnya proses melaut menyebabkan bantuan beras bagi nelayan yang biasanya tak bisa melaut akibat musim baratan juga belum dibagikan. Untuk beras bantuan ini, HNSI sendiri meminta beras sebanyak 56,5 ton yang akan dibagikan kepada 11.800 nelayan di Jepara.

“Kami harap nelayan jangan lengah. Sebaiknya tetap pantau kondisi cuaca berdasarkan arahan dari Syahbandar maupun BMKG, dan stasiun radio yang ada,” tandas dia.
Sumber : suaramerdeka.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply