Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » KNTI: Kesejahteraan dalam ‘Lampu Kuning’, Perlu Akselerasi KUR bagi Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Pemuda Maritim - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengingatkan pemerintah bahwa kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan berada di “lampu kuning”. KNTI mendesak perlunya strategi jangka pendek untuk menjaga keberlanjutan penghidupan nelayan dan produksi pangan perikanan nasional sembari menunggu realisasi programatik jangka menengah dan panjang.

Dalam rilisnya yang diterima Redaksi (20/1), KNTI juga mengapresiasi keputusan pemerintah dan DPR yang memperbesar proporsi APBN 2016 untuk program kesejahteraan nelayan, bantuan kapal ikan dan alat tangkap, serta pelepasan benih ikan. Namun, dampak dari program di atas tersebut akan terasa paling cepat pada pertengahan atau akhir semester II tahun 2016.

“Merujuk indikator Nilai Tukar Nelayan (NTN), Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPI), maupun kredit macet (NPL) di sektor UMKM Perikanan di 2015, dapat disimpulkan bahwa kondisi kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan belum membaik. Semester pertama 2016 adalah masa kritis yang harus kita lewati bersama,” ungkap Niko Amarullah, Wasekjen DPP KNTI kepada Redaksi.

Strategi jangka pendek dimaksudkan adalah mengakselerasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga ke nelayan skala kecil/ tradisional, yang juga diimbangi dengan pendampingan dalam proses akses dan pengurusannya di desa-desa nelayan.

“KUR masih dirasa lebih rumit dibandingkan dengan jasa keuangan rentenir yang telah lama mengakar di desa-desa nelayan. Di Puger misalnya, jangankan tanpa agunan, untuk mengakses kredit dengan agunan saja nelayan masih kesulitan. Kami berharap realisasi KUR untuk nelayan terus terbenahi,“ desak Misbachul Munir DPW KNTI Jawa Timur. 
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply