Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Mini LNG Terminal Pertama di Indonesia Beroperasi Maret 2016

Pemuda Maritim - PT. Pelindo Energi Logistik (PEL) dan PT. Jaya Samudera Karunia Group (JSK Group) hari ini menandatangani kesepakatan pengoperasian Floating Regasification Unit (FRU) dan Floating Storage Unit (FSU) di Benoa, Bali.

Tidak seperti PLTG Muara Tawar dimana gas dipasok dari FSRU, keterbatasan lahan dan area di perairan Benoa membuat JSK Group memilih menggunakan FRU dan FSU secara terpisah. Kapasitasnya menyesuaikan dengan kebutuhan gas bagi PLTGU di Bali Utara (200 MW), yaitu kapasitas FRU sebesar 50 mmscfd dan FSU 26 ribu CBM.

“Ini adalah terminal LNG Mini pertama di Indonesia,” ujar Direktur Utama Jaya Samudera Karunia Group, Dennis Jang, Jumat (22/1/2016). FSU dan FRU disebut mini jika memiliki kapasitas di bawah 50 ribu CBM.

FRU dan FSU dibangun di Korea Selatan, dengan Class KR (Korean Register). Biaya pembangunan keduanya mencapai 100 Juta dollar AS. FSU dibangun di TBD shipyard, memiliki dimensi (meter) LOA 119,1, Breadth 27,1 dan Depth 16,4. Sementara dimensi FRU adalah LOA 46, Breadth 12 dan Depth 4,7 / 5,2 dibangun di KangNam shipyard.

Untuk pasokan LNG, pada bulan Desember 2015 lalu PEL sudah mengikat kontrak penyediaan LNG selama tujuh tahun dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). HTK adalah anak usaha PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS).

Jangka waktu kontrak dihitung sejak pengiriman pertama yang rencananya dilakukan pada awal Maret 2016. Meski tidak disebutkan nilai kontraknya, beberapa waktu lalu HITS mengungkapkan angkanya menyentuh Rp1,3 triliun. HITS selama ini sudah mengoperasikan dua unit Small LNG Carrier.

Teknologi Small LNG, yang terdiri dari Small LNG Terminal, Small LNG Carrier, dan Small LNG Storage, merupakan konsep yang cocok diterapkan di Indonesia, dimana banyak kebutuhan energi dalam skala kecil, namun tersebar di pulau-pulau. Dengan teknologi Small LNG yang semakin murah, investasi infrastruktur gas dapat ditekan dan bisnis distribusi gas alam dalam skala kecil menjadi feasible.
Sumber : jurnalmariitm.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply