Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Nelayan di Ambalat Kekurangan Bagan

 Pemuda Maritim - Jumlah bagan atau yang dikenal dengan istilah bagang di perairan Ambalat, menyusut.

Bagang yang biasanya digunakan nelayan Kabupaten Nunukan untuk mencari ikan kecil, termasuk ikan bilis tersebut kini tinggal 50-an jumlahnya.

Kepala Dinas Kelauan dan Perikanan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara Dian Kusumano mengatakan, menyusutnya jumlah bagang tersebut karena nelayan di wilayah perbatasan kesulitan mendapatkan kayu nibung yang merupakan bahan baku untuk mendirikan bagang.

”Biasanya jumlahnya 200-an hingga 300-an bagang. Sekarang tinggal 50-an berapa karena nelayan kesulitan mencari kayu nibung untuk memperbaiki maupun membangun bagang baru,” ujar Dian, Jumat (22/01/2016).

Akibat berkurangnya jumlah bagang di perairan Ambalat ini, para pembuat teri ambalat mengaku kesulian mendapakan bahan baku berupa ikan bilis.

Salah sau pembuat teri Ambalat, Barisi, mengaku seminggu sekali belum tentu bisa mendapakan 10 kilogram ikan bilis.

Padahal, menurut dia, permintaan akan teri Ambalat banyak datang dari Malaysia dan Filipina Warga bisa menjual ke Malaysia dengan harga lebih tinggi.

“Padahal teri ambalat permintaannya sudah banyak ke Malaysia dan Philipina. Tapi sekarang susah mendapatkan bahan baku ikan bilis.” ujar Barisi.

Dian Kusmanto mengaku pihaknya telah mengusulkan ke Kementrian Kelautan untuk membangun bagang di perairan Ambalat secara permanen.

Menurut dia, keberadaan bagang di perairan Ambalat juga menjadi bentuk penjagaan wilayah perairan Indonesia oleh nelayan.

Selain itu, bagunan bagang dinilainya bisa dijadikan desinasi wisata memancing di wilayah perairan perbatasan.

“Artinya secara de facto nelayan kita mamenfaatkan ruang laut negara kita. Dengan keberadaan bagang permanen nantinya perairan Ambalat bisa menjadi destinasi wisata memancing karena potensi ikan disana bagus.” imbuh Dian Kusumanto.
Sumber : kompas.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply