Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan Kita Terbiarkan Belajar Bersama Alam

Pemuda Maritim - Sejak dua hari terakhir Pemerintah Aceh mengupayakan pembebasan nelayan asal Aceh Barat yang dilaporkan sudah lebih dua bulan disekap dan diperbudak sekelompok nelayan India. “Pihak Kementerian Luar Negeri sedang berkoordinasi ke India untuk usaha memulangkan nelayan Aceh yang kabarnya ditahan di sana,” kata Kepala Biro Humas Sekretariat Aceh, Frans Dellian SSTP MSi

Adalah Agus Salim (51) nelayan asal Gampong Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Aceh Barat, menurut keluarganya hilang di laut pada 15 November 2015. Dan, beberapa hari lalu pihak keluarga mendapat informasi bahwa Agus belakangan ini ditahan secara ilegal oleh sekolompok nelayan di India. Tidak jelas, di wilayah mana Agus disekap.

“Makanya, upaya kita adalah mencari tahu dulu lokasi penahanan dan kemudian mengamankannya. Apabila tidak segera diamankan, kita khawatir nelayan tersebut dipindahkan ke lokasi lain, sehingga sulit dideteksi,” kata Frans Dellian.

Anggota DPRA, Bardan Sahidi, mengatakan, jika benar korban disekap dan dijadikan budak, maka telah terjadi pelanggaran berat terhadap korban. Pelanggarannya antara lain karena Pemerintah India tidak mendeportasikan korban yang terdampar negara tersebut setelah kapalnya mengalami kerusakan mesin di tengah laut. Bahkan menyembunyikan informasi tersebut dengan tidak memberitahu konsulat Indonesia untuk India.

“Padahal dalam aturannya, apabila seseorang terdampar di daerah lain, maka negara tersebut wajib mendeportasi orang itu ke negara asalnya. Pun kalau ada orang India yang terdampar di Indonesia, kita juga akan melakukan hal yang sama dengan melakukan komunikasi dengan konsulat India untuk Indonesia,” jelas anggota dewan itu.

Kita tak ingin ikut-ikutan menduga Pemerintah India melakukan pelanggaran terhadap nelayan Aceh itu. Sebab, sesungguhnya kita belum tahu apakah kabar itu benar. Dan, kedua, apakah benar Agus mengalami kemalangan? Sebab, yang kita ingat selama ini, banyak sekali nelayan Aceh yang terdampar ke wilayah hukum India, seperti Kepulauan Andaman, justru mendapat perlakuan sesuai ketentuan. Yang terbukti melanggar hukum, diadili dan sesudah menjalani hukuman dibolehkan pulang.

Namun, persoalan sesungguhnya atau paling mendasar adalah nelayan kita kurang mendapat pembinaan secara baik dari pemerintah dan pihak-pihak terkait. Tak perlu persyaratan apapun untuk menjadi nelayan. Anak-anak bawah umuir juga ada yang melaut sebagai nelayan.

Jadi, selama berpuluh-puluh tahun para nelayan kita hanya belajar bersama alam. Mereka hanya tertempa dan besar selama berada di laut. Mereka tak pernah belajar tentang batas-batas wilayah. Kapal-kapal atau boat-boat yang mereka pakai juga banyak yang tidak memiliki standar yang jelas. Misalnya, soal perlengkapan komunikasi ketika terjadi keadaan darurat dan lain-lain.

Makanya, ke depan, membina nelayan bukan hanya memberi mereka pancing dan perahu, tapi perlu juga pengetahuan tentang aturan beraktivitas di laut. Juga bagaimana membangun komunikasi ketika terdampar ke negara orang. 
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply