Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » Nelayan tidak Mau Dirayu Kompensasi Kapal Isap

Pemuda Maritim -  Masyarakat dan nelayan Air Jukung hingga Gunung Muda Belinyu Kabupaten Bangka masih menunggu kejelasan dari pemerintah pusat, terkait usulan pencabutan izin kapal isap produksi (KIP) yang akan beroperasi di Teluk Kelabat.

"Kami tetap komitmen menolak KIP, jangan sampai masuk Teluk Kelabat. Nanti kami kabari, sampai sekarang belum ada solusinya, kalau sudah jelas nanti kami beritahu ya," kata Kaling II Air Jukung Belinyu Hartoni, Selasa (12/1).

Dikatakan Hartoni, dalam persoalan KIP ini, tidak ada pembicaraan soal kompensasi, namun yang ada hanya penolakan.

Usulan itu sudah disampaikan ke pemerintah pusat melalui Gubernur Babel Rustam Effendi.

Ia menegaskan, masyarakat dan nelayan meminta agar KIP menyingkir dari perairan Teluk Kelabat.

"Kapal isap jangan masuk di Teluk Kelabat. Kapal isap yang ada di Teluk Kelabat agar segera menyingkir atau keluar," tegas Hartoni.

Hartoni menyatakan, warga dan nelayan Air Jukung, saat ini masih menunggu kejelasan dari pusat, terkait usulan pencabutan izin KIP yang akan beroperasi di Teluk Kelabat.



Sebelumnya, terkait rencana beroperasinya KIP di Teluk Kelabat, juga sudah lama membuat nelayan Desa Bakit merasa keberatan hingga menyampaikan penolakan.

Kades Bakit Ahmad Amsyir mengungkapkan, lokasi atau ruang kerja (RK) kapal isap yang di Teluk Kelabat, posisinya tepat sekali dengan daerah tangkapan nelayan.

"Di situlah (di lokasi RK KIP) tempat nelayan menjaring udang dan ikan, nelayan kami khawatir kapal isap beroperasi di Teluk Kelabat, kalau musim udang, di situlah tempat nelayan menjaring, daerah satu hamparan Teluk Kelabat," ujar Amsyir.

Sementara nelayan Teluk Kelabat dari Desa Pusuk Kecamatan Kelapa dan Desa Bakit Kecamatan Parittiga, Sabtu (9/1) lalu, melakukan gerakan solidaritas dan sempat mendatangi KIP di Perairan Teluk Kelabat.

Ada sekitar 80-an nelayan Pusuk, menggunakan perahu nelayan berangkat menuju lokasi KIP di Teluk Kelabat, untuk bergabung dengan nelayan dari Bakit dan Belinyu yang sudah berada di sekitar lokasi.

"Kami nelayan Pusuk, melakukan aksi solidaritas terhadap nelayan Belinyu, Bakit dan sekitarnya di Teluk Kelabat, aksi solidaritas kemarin itu terkait adanya penambangan di sekitar areal wisata Belinyu-Blembang oleh KIP, yang dampak limbahnya ke wilayah Teluk Kelabat dalam arah selatan," kata Perwakilan Nelayan Pusuk, Maryono.

Dalam aksi solidaritas tersebut, intinya nelayan menolak KIP beroprasi di Teluk Kelabat luar maupun dalam, karena berdampak pada kerusakan biota laut.(yik)

Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply