Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Pelatihan Bela Negara PT Telkom, Kembali ke Kodrat Maritim

Pelatihan Bela Negara PT Telkom yang bertajuk Rapim-I dan Bela Negara CFU Consumer 2016 yang dilaksanakan di KRI Banjarmasin-592, 13-16 Januari 2016 lalu mengintisarikan bahwa bangsa Indonesia harus kembali kepada kodratnya sebagai bangsa maritim. Hal tersebut disampaikan oleh penulis buku ‘Kodrat Maritim Nusantara’ Letkol Laut (P) Salim yang bertindak sebagai pemateri Kemaritiman dan Wawasan Nusantara dalam acara tersebut.

“Untuk mencapai Indonesia sebagai negara maritim yang besar seperti pada kejayaan nenek moyangnya, kita harus mengerti dulu kodrat kita sebagai bangsa maritim,” ungkap Salim.

Menurutnya, kodrat tersebut berhubungan dengan hukum Tuhan, di mana bangsa ini harus menjunjung tinggi hukum tersebut yang menggambarkan sebagai umat yang beriman dan bertakwa. Selanjutnya setelah memahami dan memaknai arti kodrat barulah bangsa ini membangun iradatnya (pelaksanaan/usaha-red) yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari hingga kebijakan negara.

“Kalau kita memahami itu sudah pasti kebijakan-kebijakan kita tidak akan melenceng dari kodratnya, artinya sejalan dengan perjalanan sejarah bangsanya,” tambahnya.

Lulusan AAL tahun 1995 itu juga menyampaikan bahwa berjuang untuk membangun negara maritim bukan hanya tugas TNI AL saja melainkan tugas seluruh bangsa Indonesia. Tidak terkecuali para pimpinan Telkom se-Indonesia yang merupakan peserta dari rangkaian bela negara tersebut.

“Pastikan bahwa anda bekerja bukan hanya untuk diri anda saja, juga bukan hanya untuk Telkom saja tetapi anda bekerja juga harus untuk ibu pertiwi,” tegasnya yang disambut dengan tepuk tangan.

Diakui pula oleh Pamen (Perwira Menengah) TNI AL yang gemar menulis buku itu bahwa menjaga perairan NKRI dan mewujudkan peradaban maritim yang besar merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Atau dengan kata lain visi tersebut harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan kerja keras.

Sedangkan beberapa kondisi yang tengah terjadi dalam pencapaian itu ialah banyak orang yang tidak sepenuh hati dalam mencapai bangsa maritim atau dengan istilah pemerintah ialah mencapai ‘poros maritim dunia’. Sehingga ego sektoral masih kerap terjadi di beberapa lini kemaritiman yang notabene orientasinya hanya untuk memupuk materi saja.

Pamen TNI AL yang pernah berkunjung ke 40 negara itu juga mengungkapkan jika kita menjaga lautan maka lautan itu yang akan menjaga kita. Oleh karena itu tidak ada cerita lagi kemiskinan di rakyat Indonesia.

“Kita miris dan ironis melihat keadaan bangsa kita saat ini terutama para nelayannya, koq mereka miskin di tengah negeri bahari yang melimpah ruah kekayaan SDA-nya. Pasti ada yang salah terhadap ini semua,” tandasnya.

Sambungnya, ketika kita memunggungi atau mecampakan laut maka yang terjadi adalah azab demi azab yang melanda negeri kita. Banyak azab tersebut justru datang dari lautan.

“Sekarang sudah saatnya kita akhiri azab itu dan menuju masa kejayaan melalui kodrat maritim. Itulah jatidiri kita, dan nanti akan tiba saatnya masa kejayaan bangsa Indonesia yang diawali dengan kejayaan maritimnya,” pungkasnya.

Di akhir penjelasannya, Pamen TNI AL yang saat ini bertugas sebagai staf Asops Panglima TNI itu mengutarakan mengenai jatidiri bangsa Indonesia pun sinergis dengan filosofi bangsa kita yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang asli. Sehingga diperlukan kembali kepada dua pusaka peninggalan founding fathers tersebut.

Harapannya setelah acara ini, para peserta pelatihan akan sadar mengenai kodratnya bangsa Indonesia dan dapat menyampaikan materi-materi yang didapatnya kepada jajaran-jajarannya di daerah.
Sumber : jurnalmaritim.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply