Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Perahu Nelayan Hancur Dihantam TI Apung

Pemuda Maritim - Satu unit perahu nelayan Tirus rusak berat, akibat dihantam perahu pengangkut penambang TI Sungai Perimping, Senin (25/1) malam akibatnya perahu tersebut tenggelam di Dermaga Nelayan Tirus.

"Nggak tahu la ruginya berapa besar, dasar perahu jebol, bagian atas juga hancur, perahu nelayan itu tenggelam di dermaga Tirus, pengelola perahu antar jemput penambang, bilang ke saya, akan bertaggungjawab, tapi sampai sekarang belum juga menemui nelayan yang perahunya hancur," kata Sun Kim.

Persoalan tersebut menurut Sun Kim sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Warga Tirus dulu banyak yang buka TI darat, tapi tidak pernah buka TI di sungai, masyarakat sini sangat sayang dengan sungai, apalagi nelayan. Sungai dan nelayan sekarang sudah jadi korban dari penambang TI apung," tutur Sun Kim kepada Bangka Pos Group, Selasa (26/1).

HNSI Kecamatan Riausilip juga menyayangkan Walhi Babel, yang tak mengambil sikap untuk penyelamatan lingkungan Sungai Perimping yang kini dirambah TI apung.

Walhi Babel juga tak memberikan advokasi ke masyarakat nelayan, yang kini jadi korban akibat TI ilegal tersebut.

"Anehnya, Walhi hanya ngubek-ubek (menentang) kapal isap produksi (KIP) yang disitu banyak kepentingan, kenapa Walhi hanya ngurus (mempermasalahkan, menolak) yang besar-besar seperti KIP, tapi Walhi malah diam terhadap yang benar-benar ilegal, aktifitasnya merusak sungai, bakau dan ekosistem, disitu TI ilegal sangat merugikan nelayan. Kenapa Walhi hanya mempersoalkan KIP yang legal, kenapa yang ilegal kok nggak ditolak oleh Walhi, ini tidak tidak peduli kerusakan sungai, hutan bakau dan ekosistem yang ada di Perimping, kenapa Walhi tidak membela nelayan Sungai, kenapa tambang ilegal malah terkesan dibiarkan oleh Walhi, ada apa ini dengan Walhi Babel," beber Sun Kim.
Sumber : tribunnews.com

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply