Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Maritim Umum

Artikel

Teknologi

Kelautan

Perikanan

Karya Mahasiswa

» » » » » Riyono Dorong Poros Maritim di Daerah

PemudaMaritim-Visi besar kemaritiman merupakan tujuan besar Indonesia untuk dapat menjadikan masyarakat lebih sejahtera. Daerah merupakan sasaran langsung implikasi kebijakan yang dikeluarkan oleh pusat. Hal tersebut mengartikan bahwa di daerahlah masyarakat berkumpul dan merasakan langsung apakah kebijakan pusat sudah benar-besar berjalan atau tidak.
Dalam diskusi tertutup yang digelar oleh APMI dan tokoh DPRD provinsi Jateng Riyono dalam tema “Mengawal Poros Maritim”.
Riyono menyampaikan “sampai saat ini isu poros maritim belum dapat dirasakan oleh daerah”. Hal tersebut dengan alasan bahwa di dapilnya nelayan masih jauh dari kata sejahtera.
“Padahal gembar-gembor poros maritim dunia sudah berjalan dari awal tahun, namun sayangnya daerah belum merasakan hal tersebut”, ujar Riyono
Riyono menegaskan ujung tombaknya berada pada nelayan sebagai objek terwujudnya kesejahteraan
Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh Renaldi Selaku Ketua APMI juga menyampaikan, “Parameter indonesia sebagai poros maritim dunia, bukan hanya diwujudkan dengan terbangunnya infrastruktur”.
“melainkan juga mengenai kesejahreraan nelayan yang menjadi objek langsung kebijakan yang diturunkan oleh pemerintah pusat”, pungkas Renaldi
Indonesia musti mampu menentukan parameter keberhasilan terlebih dahulu terhadap definisi poros maritim, Renaldi menegaskan ada dua indikasi terwujudnya parameter poros maritim dunia. Pertama adalah pembangunan infrastruktur yakni sudut pandang secara kwantitatif dan kedua adalah kesejahteraan entitas yang langsung terkena dampak dari sebuah kebijakan yakni adalah nelayan sekaligus merupakan parameter secara kwalitatif”
Kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan untuk mendukung indonesia poros maritim dunia.
“Jangan sampai kita terjebak pada visi global namun lemah dalam implementasi lokal” pungkas Renaldi
Perwakilan KNTI Niko Amroe juga menyampaikan hal serupa yakni nelayan harus mampu menjadi ujung tombak, sekaligus parameter keberhasilan wujud kesejahteraan martim. Dirinya yang sudah sering berkeliling Indonesia dan melihat kondisi nelayan dilapangan, masih jauh dari kata sejahtera dengan kondisinya saat ini.
Sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng Riyono juga menyampaikan “poros maritim harus dilihat dari sebuah satu kesatuan indonesia, dari sabang sampai merauke”
“Bagaimana kita menilai poros maritim dunia berhasil jika kita tidak memiliki parameter yang jelas khususnya daerah”, tegas Riyono
Daerah merupakan ujung tombak keberhasilan poros maritim karena masyarakat ada disana. Riyono menekankan “Jawa Tengah memiliki potensi maritim sangat luar biasa sebenarnya, seharusnya bisa di jadikan percontohan untuk pengimplementasian kebijakan poros maritim”
“Pak presiden yang berasal dari Jawa Tengah saya yakin tau betul hal tersebut” , pungkas Riyono yang merupakan Aleg yang berasal dari PKS
“Sebagai prototipe dari indonesia, jika kita tidak memiliki contoh daerah lantas bagaimana kita bisa katakan indonesia berhasil menjadi poros maritim dunia? Wong daerah yg tempat tinggal nelayan tidak pernah diperhatikan” Pungkas Riyono
Sebagai entitas kepemudaan maritim nasional Riyono menyampaikan, harapannya APMI dapat mulai bergerak dari daerah.
Selain itu Riyono memiliki dua harapan terhadap kemaritiman kedepannya. pertama pemerintah pusat memiliki parameter yang jelas pada 2016 untuk terwujudnya poros maritim dunia. Kemudian maritime perlu prototipe atau contoh daerah sebagai wujud pemerintah pusat hadir didaerah dimana masyarakat dapat langsung merasakan wujud dari kebijakan tersebut.
Selanjutnya nelayan menjadi objek yang merepresentasikan kesejahteraan maritim, dalam terwujudnya poros maritim dunia.


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply